
ini sayang.. " mas baim menyerahkan dokumen itu padaku.
" bacalah " aku tak banyak bertanya, aku menuruti saja kemauannya. aku membuka dan membaca isi dokumen yang ada ditanganku.
Aku kaget bukan kepalang, di sana ada bukti pembayaran tunai pembelian rumah bernilai milyaran rupiah, kartu atm beserta buku tabungan dan SHM ( sertifikat hak milik ) rumah atas namaku. aku bingung
" apa maksudnya ini mas ?? " aku menatapnya meminta kejelasan.
" itu semua buat kamu sayang, mahar pernikahan kita sesuai yang aku sebutkan di depan papa dan penghulu kemarin.. rumah ini sudah menjadi milikmu.. rumah kita, disini aku kamu dan zaskia akan memulai kehidupan yang baru. aku harap kamu menerimanya, karena ini menjadi hakmu " mas baim menggenggam tanganku mesra. mataku rasanya tak kuasa menahan tangis haru, namun aku tetap menahannya karena sepenuhnya belum paham.
" rumah ini mas ?? bukannya ini rumah mbak arumi dan mas andika?? " mereka kompak menertawakan keluguanku.
" apa ini maksudnya mas?? aku tau maharku darimu adalah uang dan rumah tapi?? tolong jelas kan yang benar " aku menatapnya lagi.
" sayang, mas beli rumah ini buat kamu, sebagai mahar untukmu. bukan rumahnya andika dan arumi, rumah mereka jugah ada di komplexs ini tapi berbeda blox dengan kita. rumah ini milikmu.. kita bertiga, aku kamu dan zaskia anak kita akan tinggal disini. bersamamu.. "
" tapi mas, rumah ini terlalu besar mas? liat harga nya milyaran.. kamu gak salah beli rumah ini buat aku?? ini juga.. atm ini isinya 500 juta.. ini uang sebanyak ini buat apa? bahkan waktu itu aku tak meminta mahar sebanyak ini.. aku menyerahkan sepenuhnya urusan mahar padamu, karena aku ingin kamu yang menentukannya sesuai kemampuanmu, aku tak ingin meminta apapun kalau kamu gak mampu, bersama kamu dan zaskia aja sudah cukup.. kamu tau mas, bahkan gajiku sebagai dokter beberapa tahun tidak bisa membeli rumah ini "
" ya itu, ini kemampuanku sayang.. untuk siapa aku bekerja jika bukan untukmu dan anak kita. sudah, terimalah.. "
" tapi mas ?? " aku masih tidak terima kenyataan ini. meskipun aku suka dengan rumah ini, namun jika boleh jujur aku tak ingin menerimanya. ini terkesan seperti menjual cintaku padanya, tau seperti menukar cintaku dengan kekayaan yang di miliki nya. percayalah gaesss, aku bukan wanita matre.
" sayang, ini sudah jadi hakmu. aku tidak bisa menjual bahkan mengambilnya kembali darimu tanpa seijinmu. bukakkah, sebuah mahar hanya boleh istri yang menggunakannya tanpa suami ikut campur di dalamnya "
" tapi mas .. ?? "
" sudah.. mbak terima aja itu sudah jadi haknya samian. lagian kalau gak seperti ini, uangnya mas baim dimakan rayap jika hanya menyimpannya.. " mas andika menggodaku yang masih tidak akan menerima walaupun sudah menjadi hak milikku. mereka bertiga kompak tertawa lagi.
" baik aku menerimanya, terima kasih ya mas.. aku gak nyangka rumahnya bakal segede semahal ini.. insya allah mahar darimu akan aku gunakan sebaik2nya.. dan rumah ini, aku anggap sebagai amanah darimu. aku tidak berjanji untuk hal lain, tapi aku berjanji akan bersamamu dan zaskia selamanya "
" terima kasih, kamu memang pantas mendapatkan semua ini sayang. bahkan semua yang aku miliki akan ku berikan padamu.. " aku memeluk suamiku dengan air mata membasahi pipiku.
" wanita itu rugi sekali meninggalkanmu mas.. wanita itu rugi karena membuatmu sakit.. terima kasih karena telah mencintaiku. akan ku jaga kamu, hartamu dan anak2 kita nanti " gumanku dalam hati.
" sudah sudah, aku seperti melihat drama korea di televisi.. liat yank, baim seperti anak abg kebanyakan drama hahaha " mas andhika membuyarkan pelukan kami.
" bilang aja kamu iri mas, udah mbak mas baim.. jangan dengerin suamiku. lanjutin aja kalau perlu.. aku suka liat keromantisan kalian. beda sama suamiku, gak peka blasss jadi suami mbak mas "
" kamu nih, malah buka kartu suami. gak jadi tak beliin mobil baru kamuu yank.. "
__ADS_1
" loh loh.. yo ojok gitu ta mas?? yaudah deh, aku ralat tadi omongannya .. "
" halah modusmuu.. haha " kami kompak tertawa, lucu sekali mereka berdua. akan senang sekali berteman dengan mereka.
" yasudah mbak, mas, kalian dan zaskia istirahat dulu sudah malam. kita tak pamit pulang.. delima juga besok sekolah.. "
" he.emm terima kasih ya arumi, dhik.. kalian berdua memang teman ku yang sejati.. "
" halahhh.. prettt " andhika melempar bantal sofa kearah mas baim. aku dan mbak arumi terkekeh melihatnya.
Mbak arumi dan mas andhika berpamitan pulang sambil menggendong delima yang tertidur ketika asyik bermain dengan zaskia, begitu pula dengan putri cantikku yang tertidur di karpet mahal rumah ini. mas baim mengantarkan mereka sampai dengan rumah. sedangkan aku sibuk, membangunkan anak cantikku..
" sayang, sudah malam.. yuk pindah ke kamar itu dulu.. besok baru kita lihat2 rumah ini "
" iya bunda " aku berjalan sambil memeluk putri cantikku berjalan menuju salah satu kamar yang ada dilantai 1 ini.
" sayang, kamu dimana?? " aku mendengar mas baim memanggilku.
" adek disini mas.. " aku keluar dari kamar, dan menghampiri mas baim yang sudah duduk disofa ruang tamu.
" zaskia sudah pindah sayang " aku mengganggukkan kepala dan bersandar di dada bidangnya. aku bisa mendengar detak jantungnya dan merasakan hembusan nafasnya menyentuh wajahku.
" tapi mas, zaskia tidur dikamar itu.. aku gak mau ah ninggalin dia tidur sendirian. bisakah kita tidur bersamanya malam ini, sampai besok dia tau kamarnya ada dimana.. "
" oke baiklah, tapi kita tidur menggelar kasur lantai di bawah ranjang zaskia ya.. aku ingin tidur sambil memelukmu sayang.. "
" he.emmm, yaudah mas baim bersih2 dulu.. trus sholat isya.. adek akan siapkan kasur lantainya "
" oke sayang "
cup..
Mas baim mencium dan sedikit ******* bibirku. aku hampir saja di buat jantungan akan gerakannya yang dadakan itu.
" udah ah sana, nanti lanjut lagi " aku melepas ciuman mas baim, dan menoel hidungnya.
" janjii yaa.. "
" he.emmm janji " aku mencium pipinya dan berlalu meninggalkan mas baim mencari kasur lantai yang aku yakini ada di gudang bersih rumah ini.
__ADS_1
Setelah menemukan kasur lantai, aku membawanya ke kamar tempat zaskia tidur tadi dan menggelarnya. aku kembali keluar kamar menuju dapur mengambil sebotol air dingin dari dalam kulkas dan membawanya kembali kedalam kamar.
Bantal aku bariskan diatas tepi kasur lantai, dan slimut ku taruh diatasnya. karena aku masih dalam keadaan menstruasi aku hanya menunggu mas baim selesai bersih2 dan sholat isya, dikamar sambil berbaring di atas kasur lantai. ku buka hijab dan meletakknya di atas nakas samping tempat tidur. ku mainkan smartphoneku, dan membalas beberapa pesan masuk lewat aplikasi whatsapp.
" sayang, sudah tidur?? " mas baim menghampiri ku.
" belum nih, masih balas pesan dari temen2 rumah sakit mas "
" oh begitu, nih ganti bajumu dulu sama baju tidur.. "
" eh dapet dari mana mas?? " aku kaget melihat baju tidur ditangan mas baim. aku tidak menduga bahwa mbak arumi menyiapkan begitu detail semua kebutuhanku.
" ada dikamar kita, baju2 mu juga semua ada dikamar kita. baru semu.. arumi ku suruh beli yang sesuai denganmu "
" wauwww... suamiku hebat sekali " aku menunjuk2 pipinya.
" iya dong... baim " aku dan mas baim tertawa pelan, mengingat anak cantik kami sedang tidur menata mimpi indahnya.
" yaudah, adek ganti baju dlu mas. kamu istirahat gih.. tiduran.. seharian ini nyetir truss kan.. duduk terus.. "
" iyaaa iyaaa.. sayang "
Aku meninggalkan mas baim menuju kamar mandi, yang ada dalam kamar ini. aku mencuci wajah tangan serta kakiku. lalu memakai baju tidur yang dibawah mas baim tadi.
" alhamdulilah " aku menghampiri mas baim, dan berbaring disampingnya. menghadap, bertatapan mata dengannya.
" kamu gapapa dek, tidur dikasur lantai?? " tanyanya padaku.
" la memangnya kenapa mas ?? apa mas gak bisa tidur dikasur lantai ?? lah tadi kenapa mas minta tidur dikasur lantai, ayo naik ke ranjang mas. kita tidur sama zaskia "
" gapapa sayang, asal mas bisa tidur disampingmu.. kalau tidur diatas, yang ada kita gak bisa dekat seperti ini. kamu di pinggir mas dipinggir. ah gak mau " mas baim memeluk tubuhku, aku dapat merasakan hangat nafasnya.
" ya kan kita sama sama meluk zaskia mas.. "
" maunya sekarang meluk kamu sayang, oiya kalau kamu udah mens nya kabari mas ya? kita akan secepatnya memberikan zaskia adek bayi.. anak kita "
" ih mas, bikin aku malu aja. udah ah ayooo tidur.. udah malam " mas baim tertawa, masih memelukku.
Aku tidur didekapannya, mas baim membelai rambutku lembut. mataku terasa tidak pada tempatnya, aku nyaman sekali berada disampingnya. akhirnya kami tidur dengan saling memeluk satu sama lain.
__ADS_1