Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Kenyataan Faisal


__ADS_3

" bisakah dokter anita menjadi pengganti dokter anggie dihatinya ? " aku seketika lemas, lututku bergetar.


Hujan membasahi bumi malam ini, setelah sekian lama tidak turun hujan kini hujan menguyur dengan tiba tiba.


Aku memutuskan duduk di kursi yang tidak jauh dari tempatku berdiri. diikuti laki laki, dia adalah dokter agus yang baru saja aku mengenalnya karena buah dari kebaikan yang ku tanam. dia duduk bersebelahan denganku.


" maksud dokter.. ? "


" saya rasa anda sudah mendengar dari dokter ridho.. " aku tersikap, kaget. dari mana dia bisa tau aku juga mendengarkan mengenai dokter faisal dari mulut ridho. aah ya aku ingat, mungkin dokter ridho ingat aku juga mendengarnya ketika berbicara pada dokter mira kala itu.


" kenapa harus saya?? "


" karena hanya dokter anita saja yang bisa buat dia mengiyakan usulanku untuk pertama kali.. "


" maksudnya.. "


" saya dan dokter ridho selalu mencoba mendekatkan dia sama beberapa wanita. hasilnya nihil. saya tau, ini hanya ucapan terima kasihnya untukmu dia mau mengiyakan usulanku. tapi saya dan dokter ridho bisa membaca, sebenarnya dia juga ingin terlepas dari belenggunya. siapa tau dengan dia dekat dengan anda, dia bisa melupakan dokter anggie, cinta nya.. dan masa lalunya.. sekali lagi bisakah dokter anita membantu saya dan dokter ridho? "


Aku masih mencerna setiap ucapan yang dokter agus katakan padaku, setiap kalimat yang keluar dari bibirnya seakan memintaku dengan tulus untuk membantunya menyelamatkan sahabatnya dari cinta masa lalu yang membelenggu.


" percayalah padaku dok, dia tidak akan pernah menghubungi untuk mengajakmu makan malam meski dia sudah mengiyakan.. cinta akan masa lalunya tidak akan membuatnya melirik pada siapapun, termasuk wanita seperti dokter sekalipun. dia tidak akan tertarik. hanya ini cara yang saya dan dokter ridho sepakati, kami akan mendekatkan kalian berdua semampu dan sekuat tenaga kami. cuma anda dok, harapan kami satu satunya.. "


Aku menatap lelaki dihadapanku ini, dengan tangan diremas remas dan wajah yang menunduk, aku yakin dia berharap akan jawaban yang akan aku ucapkan.


" dokte faisal, seorang duda. dia tidak memiliki siapa pun lagi didunia ini. hanya kami sahabat serta keluarga yang dia punya satu satunya. ayah dan ibunya sudah meninggal, karena kabar perceraiannya membuat ayahnya yang kala itu sudah mempunyai riwayat penyakit komplikasi terserang gagal jantung. setelah 2bulan ayahnya meninggal, ibunya menyusul ayahnya pergi. hanya kami.. hanya kami yang dia punya.. " air mata ini lolos jatuh begitu saja di pipiku.


" cintanya hilang, keluarganya pergi.. meski dia seorang dokter, dia sedang tidak berada dalam dirinya. walau dia terlihat sehat, hatinya sakit, walau dia terlihat tegar namun beban dipundaknya masih bergelayut memberatkannya. cintanya pada dokter anggie begitu besar, kasih sayang yang tidak didapatnya dari istrinya dia dapatkan dari dokter anggie. cinta yang tidak dia rasakan dari istrinya, dia dapatkan cinta yang begitu besar dari dokter anggie. karena itu, dia jadi seperti ini. tanpa disadari dia ketergantungan.. alih alih narkoba, dokter anggie sudah menjadi obat penenang baginya. "


Aku masih mendengarkan setiap ucapan dokter agus, sambil menyeka tetesan air mata yang mengalir di antara kedua pipiku.


" kini dokter anggie telah bahagia dengan hidupnya, namun bagaimana dengan saudara, serta temanku itu?? bertemu dengan masa lalunya saja, sudah mampu membuatnya berfikir untuk mengakhiri hidupnya. lalu, bagaimana beban itu bisa hilang darinya??? sampai saat ini, sejak perpisahannya dulu tidak pernah aku lihat lagi kebahagiaan ada dimatanya "

__ADS_1


" sekali lagi, bisakah anda membantu saya dan dokter ridho menyelamatkannya.. ?? memberikan kebahagiaan yang pernah hilang darinya.. walaupun sulit untuk membuatnya melupakan, setidaknya kita sama sama berusaha "


" saya akan membantunya berjuang dok.. saya akan membuatnya mencintai serta menikahi saya?? "


" apaaa?? " kini dokter agus, mendongakkan wajahnya menatap lurus kearah bola mataku.


" menikah?? apa kamu yakin?? seyakin itu kah.. " tanyanya padaku.


" walau ini sulit bagi saya, saya akan berusaha sekuat tenaga saya. semoga dengan adanya saya, bisa membantu mengurangi beban dokter agus dan dokter ridho dalam menemaninya berjuang.. kita yakini saja dok, bissmilah.. "


" terima kasih dokter, aku sungguh menaruh harapan besar padamu... "


" panggil saya anita saja.. " kembali aku menyeka sudut mataku. dan tersenyum padanya. aku yakin dia masih bisa melihat bekas air mata di sudut sudut pelupuk mataku.


" kita akan bertemu dokter faisal dimana?? " tanyaku, nampak wajah dan mata dokter agus berbinar, ku lihat kebahagiaan ada pada wajahnya.


" ridho sedang menjemputnya diapartemen, kita akan langsung ke tempat yang sudah aku dan ridho pesan. kalian akan bertemu disana.. kamu harapan ku dan ridho nit.. "


" sekali lagi terima kasih " dokter agus bangkit dari duduknya. dan memandangiku.


" bisakah kita pergi sekarang? "


" tentu.. " aku pun langsung bangkit mengikuti laki laki yang sejak tadi berada di hadapanku. kami meninggalkan tempat duduk kami, menembus derasnya hujan yang masih menguyur bumi ini, berlari menuju mobil yang terparkir ditepi jalan rumah sakit.


******


" loh.. sal? " tanya dokter ridho menatap heran. ketika memasuki ruang tamu yang berada di dalam apartemen itu.


" kok sudah siap ? " tanyanya lagi.


" lah katamu disuruh siap siap, aku hanya tidak ingin berhutang apa apa lagi dengannya. setidaknya setelah makan malam ini, hutangku terbayar lunas.. "

__ADS_1


" kamu menganggapnya hutang?? "


" lalu apa.. "


" ya allah sal sal.. " dokter ridho menepuk keningnya.


" ayooo.. " faisal berlalu meninggalkan apartemen, tanpa menyuruh dokter ridho minum atau sekedar melepas lelah akibat berkendara. dokter ridho kembali pergi, menyusul sahabatnya yang tidak di mengerti jalan pikirannya itu.


Dokter ridho merogoh saku celananya, dan mengeluarkan ponselnya. ditengah jalan langkah kakinya, jemarinya sibuk memilih nomor kontak dan menulis pesan untuknya orang yang dituju.


0812567xxxxxxxx


gus.. aku wis mau meluncur kesana.. kamu dimana?


Belum lama pesan itu terkirim, ponselnya mendapatkan jawaban. disana tertulis..


0827764xxxxxxxx


aku juga wis otewe kesana, alhamdulilah dokter anita mau membantu kita. sesuai dengan apa yang kita mau.. kita berdoa saja, semoga allah swt juga berpihak sama rencana kita..


0812567xxxxxxxx


oke.. kita akan bertemu disana.. hati hati. salam untuk dokter anita gus..


Dimasukkannya lagi ponselnya ke dalam saku celananya. dan tersenyum memandang punggung faisal yang berjalan di depannya.


" aku saja yang menyetir do? "


" kamu yakin? apa sudah sehat ? "


" kamu lihat.. apa aku terlihat sakit? " jawab faisal cuek menatap sahabatnya itu. seketika dokter ridho melemparkan kunci mobil ke arah dokter faisal. mereka memasuki mobil, dan melaju dengan kecepatan membelah jalanan kota surabaya.

__ADS_1


__ADS_2