Dokter Hatiku

Dokter Hatiku
SEPULUH


__ADS_3

Sesampainya di ruang papah Andrew, mereka di sambut oleh mamah Falia.


"Kalian lama banget sih." Ujar mamah Falia


"Iya mah tadi di bawah ada temen aku. dia punya anak dan dia bilang kalau calon menantu kesayangan mamah ini adalah mamahnya. jadi tadi Adinda menyuapi anak itu dulu karena katanya dia ga mau makan. makanya kita terlambat kesini. kan tadi aku udah bilang." Jelas Vino.


"Iya mamah tau itu. tapi kan mamah kira gak akan selama ini."


"Yang penting kita udah disini mah. oia mamah sama papah udah dapet desain yang menurut kalian cocok?" Tanya Vino


"Mamah suka desain yang ini. sedangkan papah suka yang ini. kamu mau yang mana sayang?" Tanya mamah ke Adinda.


"Gimana kalau desain yang mamah pilih buat akad. itu kan warna putih. Nah desain pilihan papah bisa buat resepsi. jadi kita resepsi ambil warna merah. Gimana menurut mamah sama papah?" Usul Adinda.


"Papah ikut gimana baiknya aja. Iya kan mah?"


"Iya sayang. itu kan hanya saran dari kami. memang kamu gak ada yang bener bener pengen kamu pakai?"


"Itu semua kan aku yang desain mah. yang mana pun pasti aku pakai."


"Baiklah. Vin kamu udah ini ada pemeriksaan gak?" Tanya mamah Falia.


"Aku gak ada jadwal sih hari ini. Mudah mudahan sih gak ada yang darurat." Jelas Vino. "Emang kenapa mah?" Lanjutnya.


"Mamah mau ajak Adinda jalan. Boleh kan?"


"Boleh. ayo aku antar."


"Ga usah Vin. mamah cuma mau jalan berdua sama Adinda. Ini waktunya untuk para wanita." Jelas mamah.


"Boleh tuh mah. biar aku tau Vino tuh kayak gimana aslinya." Ujar Adinda sambil terkekeh.


"Mah jangan jelek jelekin aku ya. bilang yang bagus bagus nya aja. ok mah."


"Suka suka mamah dong. mamah bakalan kupas tuntas sifat asli kamu. biar nanti Adinda gak kaget pas tau sifay asli kamu kayak apa."

__ADS_1


"Mah nanti Adinda kabur lagi kalau mamah jelek jelekin aku."


"Biarin. Ayo sayang kita berangkat. biarin para lelaki biar nunggu di sini."


"Vin aku berangkat dulu ya. aku pinjem mobil kamu deh. boleh ya. aku gak bawa mobil soalnya."


"Nih kuncinya. Hati hati ngemudinya. jangan ngebut ngebut."


"Siap Bos." Ujar Adinda dengan posisi tangan memberi hormat membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa.


Akhirnya Mamah Falia pergi bersama Adinda. Mereka menuju mall yang berada dekat dengan rumah sakit. Mereka sesekali berkeliling mall hanya untuk melihat lihat.


"Mah gimana kalau kita membeli bahan kain untuk acara pernikahan aku nanti sama Vino. gimana mah?"


"Boleh. sekalian biar mamah bisa milihin bahannya juga. Kita harus keluar mall dulu atau di sini juga ada?"


"Ada kok mah disini. gak perlu keluar mall dulu. Di lantai 4 kabanyakan toko bahan kain."


"Ya udah kita ke lantai 4 ya sekarang."


"Sayang kita istirahat dulu yah di cafe itu aja gimana?"


"Ayo mah. aku juga sedikit lelah ini."


Lalu mereka memasuki cafe yang berada di dalam mall itu. hanya untuk sekedar minum coffe atau pun memakan cake. Mereka memesan apa yang mereka inginkan. lalu tiba tiba ada seorang wanita yang mendatangi meja mereka.


"Halo tante. Tante masih ingat kan sama saya?"


"Maaf kamu siapa? Saya tidak ingat."Ujar mamah Falia.


"Saya Manda tante. Mantan Vino."


"Owh iya. tante ingat sekarang."


"Tante apa kabar? Kabar Vino sekarang gimana? Kalau boleh tan aku pengen balikan sama Vino. Tante dukung aku ya." Ucap Manda tanpa malu.

__ADS_1


"Kabar tante baik. kabar Vino juga baik. Kenalkan ini calon istri Vino. kebetulan dia seorang desainer. jadi kita pergi keluar hari ini untuk membeli bahan kain untuk membuat baju untuk hari pernikahan Vino dan Adinda." Jelas Mamah Falia


"Maaf aku kira tante sendiri. kalau gitu aku permisi tante."


"Mamah gak suka sama Manda. Dari awal lihat pun mamah udah gak suka. dia tuh cuman mandang harta. Dulu aja pas Vino masih jadi dokter UGD dia ninggalin Vino. Sekarang pas tau Vino jadi dokter sp. Bedah dan dia pewaris rs. Dia jadi mulai deketin lagi Vino. Mamih nya juga. jadi sering ngehubungin mamah. Tapi kamu tenang aja sayang. mamah udah pilih kamu buat jadi bagian keluarga mamah. Mamah gak akan pindah ke lain hati. Oia masalah yang lain sudah selesai?"


"Tadi aku udah nyari catering. Tempat mamah yang udah boking. Baju untuk hari pernikahan pun tinggal bikin. Untuk perias aku ada Make up artis yang biasa aku pake buat acara fashion show. Kalau hiburan aku ada temen dia seorang penyanyi kalau gak salah dia juga punya orkestra sendiri. Jadi mungkin tinggal nyari souvenir. Aku juga rencana buat souvenir aku bakalan bikin gelas Mug."


"Kenapa gelas mug sayang?"


"Biar berguna mah. kan kalau sering mug di pakai mah."


"Iya bener juga kamu. Mau sekalian cari di sini atau gimana?"


"Aku ada langganan tempat souvenir mah. nanti biar aku aja. Sekarang udah hampir larut. Mending sekarang kita kembali ke rs. Aku takut mamah kecapean."


"Baiklah sayang. Ayo kita pulang."


Mereka berjalan menuju keluar mall. dan mereka kembali ke rumah sakit. di perjalanan mereka membahas segala hal. Sekarang Adinda dengan mamah Falia sudah sangat dekat. Mobil terus melaju menuju rumah sakit. meskipun jarak mall dan rumah sakit terbilang dekat. namun saat ini membutuhkan waktu hampir 1 jam karena macet. Setelah sampai mereka langsung menuju kantor papah Andrew. Saat mereka sampai mereka dicerca berbagai pertanyaan dari Vino. Sedangkan papah hanya diam karena ia sudah hafal jika istrinya pergi ke mall tak butuh waktu sebentar.


"Sayang kok lama sih?"


"Maklum Vin kita keasikan. Namanya juga wanita" Jelas Adinda.


"Beli apa aja? Kok gak di bawa kesini?"


"Cuman beli bahan kain untuk menjahit baju untuk hari pernikahan kita. Makanya gak aku bawa kesini."


"Baiklah. mending kita pulang. ini juga sudah malam."


"Kita makan malam dulu gimana?" Tawar Papah Andrew


"Baiklah. kita makan malam dulu." Jawab Vino.


Mereka pun pergi makan malam bersama. Mereka membahas segala sesuatu mengenai pernikahan Vino dan Adinda. Setelah selesai makan malam. Papah Andrew pulang bersama mamah Falia. dan Vino mengantar Adinda ke butik. Setelah itu Vino pun kembali ke rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2