
Acara fashion show hari ini akan di adakan pukul 10 pagi. Namun dari pagi buta Arkana sudah heboh membangunkan Papahnya yang tidur di kamar tamu.
"Pah ayo bangun. Kita kan mau fashion show." Ujar Arkana sambil menaiki punggung Raka yang sedang tertidur dengan posisi tengkurap.
"Emang sekarang jam berapa Kan?"
"Gak tau. Aku tanya Bunda dulu." Arkan memang belum bisa membaca waktu yang ada pada jam dinding.
Raka bangun dan melihat ponselnya. Raka melihat sekarang baru pukul 5 pagi. Raka segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Karena jika Arkana sudah membangunkannya, maka sudah di pastikan Arkana akan selalu berusaha membangunkan jika orang yang Arkana bangunkan tak kunjung bangkit dari tidurnya. Setelah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, Raka keluar dari kamar dan menuju ruang televisi untuk menghampiri Arkana yang sedang duduk di sana.
"Pagi jagoan papah."
"Pagi Pah. Pah kata Bunda nanti kita ke butik Bunda dulu. Ambil baju buat fashion show di sana. Setelah itu baru kita berangkat ke sekolah Arkana. Arkana mau nunjukin ke temen temen kalo Arkana juga punya Papah."
"Bunda kamu mana Kan?"
"Di dapur Pah."
Tak lama Adinda menghampiri Arkana dan Raka di ruang televisi. Ia memberikan susu dan roti sandwich kepada Arkana. Serta memberikan kopi hitam kesukaan Raka dan beberapa roti sandwich yang ia taruh di atas piring.
"Makasih Din. Emang kalian biasa sarapan jam segini ya?"
"Sama sama Kak, Gak lah. Biasanya kita sarapan jam 7. Gak tau kenapa Arkana minta makan jam segini. Katanya dia udah laper."
"Dia sangat bersemangat ikut acara fashion show hari ini."
"Iya betul banget. Dia udah gangguin aku dari jam 3 tadi. Dia bilang ini udah siang. Katanya dia takut terlambat ke acara fashion show itu."
"Ya udah kamu sarapan dulu."
"Kakak juga sarapan dulu."
Mereka menyantap sarapan sambil menonton film kartun kesukaan Arkana. Tak lama Arkana merengek ingin tidur. Mungkin karena ia bangun terlalu dini. Jadi saat waktu menunjukkan pukul 6 pagi Arkana sudah merasakan kantuk.
"Pah.. Arkan mau tidur. Ngantuk."
"Kok malah tidur Kan. Kata kamu nanti kesiangan ke acara fashion show nya." Ujar Adinda
"Kan ada Papah yang bisa gendong Arkan. Jadi Arkan mau tidur."
"Ya udah kamu tidur sini di paha papah. Nanti papah bangunin kalau udah waktunya buat berangkat."
__ADS_1
"Kok malah di bangunin pah. Gendong aja."
"Kamu kan belum mandi." Ujar Adinda.
"Pantesan papah cium ada bau acem. Ternyata Arkana belum mandi." Ucap Raka sambil mengendus endus badan Arkana. Arkana langsung tertawa karena merasa kegelian.
Tak lama setelah itu Arkana sudah meringkuk di atas sofa dengan paha Raka sebagai bantalnya. Saat waktu menunjukkan pukul 8 pagi, Adinda membangunkan Arkana untuk bersiap siap. Dengan semangat Arkana berlari ke arah kamarnya. Ya memang sejak bayi Arkana sudah tidur terpisah dengan Bundanya. Saat sudah siap, mereka keluar rumah dengan Arkana yang tak lepas menggenggam tangan Raka. Mereka pun memasuki mobil Raka dan pergi ke arah butik Adinda yang berada di Bandung.
"Kan nih pake bajunya." Ujar Adinda sambil memberikan baju tuxedo yang senada dengan yang Raka pakai saat ini.
"Wah. Bajunya sama kayak papah." Setelah mengambil baju itu Arkana mendekati Raka. "Pah, pakein bajunya. Arkana gak bisa."
"Manja kamu sama papah." Ujar Adinda.
"Biarin Din. Sekali kali. Aku gak keberatan juga." Ujar Raka.
Setelah pakaian mereka terlihat rapi, mereka segera berlalu ke arah sekolah Arkana. Disana sudah terlihat sangat ramai. Namun saat Arkana, Raka dan Adinda membuka pintu aula, semua mata tertuju pada mereka. Pasalnya baru kali ini Arkana terlihat dengan ke dua orang tuanya. Tiba tiba Ibu dari Leo menyapa Raka.
"Halo. Apa benar anda adalah dokter Raka?"
"Iya. Maaf apa kita pernah bertemu?"
"Saya mengantar jagoan saya, Arkana."
"Saya tidak mengira anda telah menikah. Soalnya saya tidak melihat cincin di jari anda. Eh.. maaf saya sudah lancang."
"Tidak apa apa."
"Ayo Pah, kita cari tempat duduk. Biar Bunda bisa jelas liat kita di panggung nanti." Ajak Arkana
"Arkana gak boleh gitu sayang. Papah kan lagi berbincang. Kalau kamu mencela obrolan orang tua, itu gak sopan sayang." Jelas Adinda secara halus
"Maaf Bunda."
"Udah gak usah di marahi Din." Ucap Raka. "Ayo sayang. Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Raka pada ibu itu sambil menuntun Arkana.
Setelah mendapat tempat yang cukup strategis, Adinda mulai mengeluarkan kamera nya untuk memfoto Arkana. Sedangkan Arkana dan Raka sudah mulai bersiap di belakang panggung. Semua peserta fashion show sedang bersiap siap. Tak lama acara pun di mulai. Semua pasangan Ayah dan Anak mulai berlenggok di atas panggung. Tiba saat Raka dan Arkana. Adinda dengan segera memotret setiap gerak gerik Arkana. Arkana dan Raka sangat kompak. Tiba di penghujung acara. Saat pengumuman pemenang ternyata Arkana dan Raka yang memenangkan acara fashion show. Arkana dan Raka terlihat sangat kompak, tidak seperti Ayah dan anak yang lain. Hal itulah yang membuat Arkana dan Raka menang.Setelah selesai acara Mereka berencana kembali ke rumah Adinda. Karena Raka harus kembali ke Jakarta dan melakukan tanggung jawabnya.
"Pah aku laper."
"Iya sayang. Kita makan dulu ya. Kamu mau makan apa?"
__ADS_1
"Apa aja. Terserah papah."
Raka langsung memasuki salah satu rumah makan yang terkenal dengan ayam gorengnya.
"Kan mau ayam bakar atau ayam goreng?"
"Ayam bakar pah."
"Kamu Din?"
"Ayam bakar juga."
Setelah memesan mereka mencari tempat yang nyaman untuk mereka duduki. Tak lama pesanan mereka sampai. Arkana makan dengan sangat lahap tanpa disuapi oleh Adinda ataupun Raka.
"Wah jagoan Papah hebat yah. Bisa makan sendiri."
"Aku kan emang hebat. Papah baru tau ya."
"Iya sayang. Papah baru tau. Soalnya papah lebih sering lihat kamu makan di suapi sama Bunda kamu."
Setelah selesai makan, Arkana mengajak Raka untuk mencuci tangan. Sedangkan Adinda sudah mencuci tangan sejak tadi. Saat hendak kembali ke tempat duduknya, Arkana secara tidak sengaja menabrak salah satu pelayan di rumah makan tersebut hingga membuat pakaian Arkana terlihat kotor.
"Maafkan anak saya. Dia memang sangat senang berlarian." Ujar raka pada pelayan tersebut.
"Iya tidak apa apa Pak. Maaf juga saya jadi mengotori pakaian putra Bapak."
"Tidak apa apa."
"Kalau begitu saya permisi kebelakang Pak."
"Iya silahkan."
Pelayan itu pun memasuki lebih dalam bagian rumah makan.
"Papah. Baju aku jadi kotor ini."
"Ga apa apa. Nanti sampai di mobil di ganti aja. Bawa baju ganti kan?"
"Iya Pah."
Setelah itu Arkana, Raka dan Adinda kembali melanjutkan perjalan untuk pulang ke rumah Adinda. Raka mengistirahatkan sebentar badannya. Saat pukul 4 sore, Raka barulah pamit untuk kembali ke Jakarta pada Arkana dan Adinda.
__ADS_1