Dokter Hatiku

Dokter Hatiku
DUA PULUH DUA


__ADS_3

Tak terasa satu minggu sudah Adinda di rawat di rumah sakit. Hari ini ia diperbolehkan pulang oleh dokter Raka. Saat ini ia sedang menunggu Vino yang masih menjalani operasinya. ia lantas membuka chat dan mengirim chat ke grup 'Cewek Kece'


Adinda :


Hai para cewek kece. Gue boleh pulang hari ini..


Yola :


Alhamdulillah..


Safira :


Alhamdulillah.. (2)


Vivian :


Alhamdulillah (3)


Yola :


Copy mulu kerjaan nya.


Safira :


Biarin..


Vivian :


Biarin.. (2)


Yola :


Lo udah balik ke rumah ato masih di rumah sakit Din?


Adinda :


Gue masih di rumah sakit. Masih nunggu Vino. Dia masih ada operasi paling sore baru balik ke rumah.


Safira :


kalo lo bt di rumah sakit kita bisa kesana kok.


Vivian :


Setuju.. Kebetulan klinik lagi gak ada hewan yang perlu perawatan. gue bisa pergi nih.


Yola :


Kalo lo pergi nanti kalo ada yang dateng gimana?


Vivian :


Kan ada yang jaga juga. Gue punya asisten juga. Dia bisa handel kalo masalah kecil.


Adinda :


Ya udah pada kesini deh. Gue tunggu ya.


Safira :


Meluncur


Yola :


Meluncur (2)


Vivian :


Meluncur (3)


Adinda :


Boleh titip sesuatu gak?

__ADS_1


Yola :


Mau apa?


Adinda :


Gue lagi pengen es campur sama siomay.


Safira :


Siap. Gue beliin es campur. Kebetulan gue lagi deket sama tempat es campur langganan kita.


Yola :


Gue beli siomay yang deket butik ok.


Vivian :


Terus gue bawa apa dong?


Adinda :


Lo bawain gue kue cubit ok.


Vivian :


Siap.


Adinda :


Makasih sayang sayang ku.


Chat berakhir. Kini Adinda sedang menunggu para sahabatnya. Ia menunggu sambil menonton drama korea di ponselnya. Saking asiknya menonton, Ia gak sadar kalau dokter Raka sudah berdiri di depannya. setelah mendengar suara deheman dari dokter Raka Adinda barulah menoleh ke arah dokter Raka.


"Ehem.." dokter Raka berdehem


"Eh. Maaf aku gak sadar dokter udah masuk."


"Loh kok manggilnya dokter lagi sih."


"Dasar ya kamu ini ada ada aja."


"Kenapa dok?"


"Aku mau lepas infus kamu. Masih mual gak?"


"Alhamdulillah udah gak mual dok."


"Aku lepas infus nya ya."


Dokter Raka melepas infus di tangan Adinda. Adinda sedikit meringis saat jarum infus itu di cabut.


"Sakit?"


"Cuma sedikit ngilu dok."


"Di jemput atau nunggu Vino?"


"Nunggu Vino dok. Soalnya di rumah juga gak ada siapa siapa. Mamah sama papah udah pergi lagi. Katanya urusannya belum selesai."


"Assalamualaikum." Ujar Yola


"Wa'alaikum salam " Jawab Adinda dan dokter Raka hampir bersamaan.


Yola, Safira dan Vivian masuk ke dalam.kamar rawat Adinda dengan beberapa makanan pesanan Adinda.


"Sini sini.. Ngiler gue." Ucap Adinda tidak sabar


"Sabar kenapa. Baru juga kita masuk." jawab Yola


"Suruh duduk dulu kek." Kini Safira yang berbicara


Adinda turun dari ranjangnya menuju sofa dan mengajak ke tiga sahabatnya untuk duduk bersama dengannya.

__ADS_1


"Sini dok ikutan makan." Ajak Adinda


" Ga usah aku masih harus keliling." Saat melihat siomay dokter Raka langsung berujar "jangan pakai sambel makan siomay nya."


"Siap dok." Ujar Adinda sambil memberi hormat.


"Ya udah aku pergi ya." Ucap dokter Raka sambil tersenyum.


"Iya dok, makasih ya." ucap Adinda


"Iya." dokter Raka sambil melangkahkan kakinya keluar kamar rawat Adinda.


Adinda dan para sahabatnya asik memakan makanan yang mereka bawa. Dengan sesekali diselingi dengan obrolan ringan


"Oia Din. Orang tua suster Mira jadinya gimana?" Tanya Yola


"Gue udah tanya. Katanya nanti mereka ke Jakarta setelah kebun mereka panen." Jawab Adinda


"Ya kalo bisa jangan terlalu mendadak juga. Biar gue bisa bersiin tempat lo itu.."


"Iya nanti gue kabarin."


Tak lama suster Mira masuk dengan maksud akan membersihkan kamar.


"Loh kirain udah pulang." Ujar suster Mira


"Belum. Masih nunggu Vino masih operasi. Sini sus ikutan makan." Ajak Adinda.


"Gak usah. Aku masih harus kerja. Aku kesini tadinya mau beresin tempat ini." Balas suster Mira


"Sini Makan dulu sedikit. gak akan ada yang tau kok." Kali ini Safira yang berbicara sambil mengajak suster Mira duduk si sebelahnya.


"sus kapan pastinya orang tua suster mau ke sini?" Tanya Yola


"Jangan panggil suster panggil Mira aja." ucap Mira


"Ok deh. Jadi kapan? biar gue siapin tempatnya dulu." Tanya Yola lagi


"Kemungkinan sih minggu minggu ini. panen nya udah selesai tinggal nunggu jual aja. Nanti gue kabarin deh kalo mereka mau ke sini." Ujar Mira.


Semakin hari Mira memang semakin dekat dengan Adinda. Bahkan mereka sering saling mengirim pesan. Jadi Mira sudah merasa tidak canggung lagi dengan Adinda. Dan Adinda juga terlihat menerima Mira dengan tangan terbuka.


"Din maafin gue ya. Gara gara gue lo jadi harus ribet masalah orang tua gue." Lanjut Mira


"Jangan sungkan gitu dong. Justru kalo ada orang tua lo gue pasti ngerasa punya orang tua lagi. Mertua gue kan sibuk. Jadi gue gak bisa manja manjaan. Nanti pas orang tua lo kesini jangan batasin gue buat ketemu mereka ya." Jelas Adinda.


"Kayak ke siapa aj. Gue yakin mereka pasti nerima lo. Gue harus balik kerja nih. Makasih makanannya." Balas Mira


"Iya". Jawab Mereka kompak membuat mereka semua terkekeh.


Mereka asik berbincang hingga sore tiba. Tak lama Yola dan yang lainnya kembali ke kegiatan masing masing. Yola harus menemui klien yang harusnya bertemu dengan Adinda namun mengingat Adinda yang baru keluar rumah sakit jadi Yola yang menggantikan. Safira dia seperti biasa ada jadwal pemotretan. Sedangkan Vivian kembali ke kliniknya untuk menutup kliniknya. Selepas kepergian para sahabatnya Adinda kembali ke ranjangnya untuk membaringkan tubuhnya. Tak terasa mata ia pun terpejam dan ia mulai berselancar ke alam mimpi.


Adinda merasakan belaian lembut di kepalanya. Ia pun mulai membuka matanya. Dilihatnya wajah suaminya yang sedang tersenyum kepadanya.


"Maaf ganggu kamu sayang."


"Ga apa apa kok Vin. Udah selesai operasinya?"


"Udah. Mau pulang sekarang?"


"Boleh. jam berapa sekarang?"


"Baru jam 5 sore kok."


"Hayu pulang. Tapi mampir dulu ke minimarket ya."


"Mau beli apa?"


"Aku pengen ice cream sama cokelat. Boleh kan?"


"Iya boleh. Tapi jangan terlalu banyak."


"Siap bos ku." Ucap Adinda sambil terkekeh Vino hanya mengacak rambut Adinda gemas.

__ADS_1


Mereka berjalan beriringan keluar rumah sakit. Awalnya Vino memaksa Adinda agar memakai kursi roda. Namun Adinda menolak, ia lebih memilih berjalan. Setelah berdebat akhirnya Vino mengalah setelah Adinda cemberut dan matanya mulai berkaca kaca saat keinginannya tidak terpenuhi. Di perjalanan pulang tak lupa Vino berhenti di sebuah minimarket untuk membeli ice cream dan cokelat seperti keinginan Adinda. Adinda terlihat sangat gembira saat semua keinginannya tercapai.


__ADS_2