Dokter Hatiku

Dokter Hatiku
LIMA PULUH TUJUH


__ADS_3

Malam semakin larut, Adinda sedang menemani Arkana untuk tidur di dalam kamar tidur Arkana. Adinda sedang membacakan dongeng untuk Arkana. Tak lama Vino pun masuk ke dalam kamar Arkana.


"Sini Ayah, duduk disini." Ucap Arkana sambil menepuk sisi ranjang yang kosong.


Kini Arkana berada di tengah antara Adinda dan Vino. Arkana tidur terlentang sambil mendengarkan Adinda bercerita. Vino ikut membaringkan dirinya di sisi Arkana dan dengan seksama ikut mendengarkan Adinda bercerita. Tak berselang lama, Arkana memejamkan matanya, sedangkan Vino menampilkan senyuman yang penuh arti bagi Adinda. Setelah dirasa Arkana sudah tertidur sangat lelap, Vino segera berjalan memutari ranjang dan menghampiri Adinda.


"Ini malam pertama kita loh sayang." Ujar Vino.


"Malam pertama dari mana mas. Gak sadar udah ada Arkana. Masih aja nganggap malam pertama."


"Ini kan malam pertama setelah kita pisah sayang. Ayo dong kita balik ke kamar."


"Mau apa sih?"


"Kayak yang gak tau aja mau ngapain."


"Aku beneran gak tau mas. Aku kan masih polos." Ucap Adinda sambil terkekeh.


"Bukan masih polos sayang. Tapi bakal di bikin polos sama aku."


Vino segera menggendong Adinda ala bridal dan membawa Adinda menuju kamarnya. Vino langsung melahap bibir Adinda saat mereka sudah memasuki kamarnya. Vino berjalan menuju ranjangnya dengan posisi bibir yang masih saling berpagutan mesra. Tangan Vino mulai merambah menuju titik sensitif dari isterinya tersebut. Vino dengan segera membuka pakaian Adinda. Saat ini Adinda hanya mengenakan pakaian dalamnya saja. Adinda tak mau kalah, ia juga segera melepaskan kancing dari baju tidur Vino. Vino sangat mendambakan hari ini. Dan Adinda menikmati momen saat ini.


Adinda menikmati setiap sentuhan yang di berikan Vino kepada dirinya. Adinda sudah terbuai akan permainan Vino. Vino menciumi setiap inci tubuh Adinda. Tak lama kemudian, penyatuan tubuh mereka pun di lakukan. Kegiatan malam ini terjadi berulang ulang hingga pukul 2 pagi. Vino menyudahi aktivitasnya karena merasa tidak tega melihat Adinda yang sangat kelelahan karena ulahnya. Vino segera membawa Adinda ke dalam pelukannya. Dan Vino pun menyelimuti dirinya dan juga tubuh polos Adinda. Mereka tidur sambil berpelukan.

__ADS_1


Pagi tiba, Adinda sudah bangun sejak pukul 6. Dinda terlambat bangun, akibat ulah suaminya. Ia memasak perkedel kentang dan sup buntut. Tak lupa ia pun menyediakan kerupuk goreng. Setelah itu, Adinda kembali ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai dengan aktifitas bersih bersihnya, Adinda segera membangunkan Vino dan membangunkan Arkana. Setelah semua bangun, Adinda kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan di meja makan. Papah dan Mamah sudah berada di meja makan. Di susul Vino yang menggendong Arkana.


"Pagi semua." Ujar Vino.


"Ceria banget kamu Vin." Ucap Mamah.


"Iya dong. Status baru." Balas Vino.


"Din, kamu di gigit drakula dimana? Leher kamu merah merah gitu." Ujar Papah sambil terkekeh.


"Maaf Pah, Mah Dinda lupa nutupin." Jawab Adinda malu malu.


"Buas banget kayanya tuh drakula." Ucap Papah lagi.


"Kan drakula nya haus udah lama banget soalnya." Vino ikut menimpali.


"Ada drakula Opa di rumah ini? Arkana takut." Arkana ikut menyuarakan isi kepalanya.


Papah, Mamah, Adinda dan Vino tertawa melihat ekspresi takut dari Arkana. Sekarang mereka sendiri yang bingung menjelaskan kepada Arkana maksud dari obrolan mereka.


"Maksud Opa itu, nyamuk sayang. Banyak nyamuk kemarin di kamar Bunda." Jelas Adinda.


"Harus beli obat anti nyamuk berarti bunda. Biar gak digigit lagi." Ucap Arkana polos.

__ADS_1


"Iya sayang. Bunda kamu harus beli obat anti nyamuk yang banyak." Seru Mamah menimpali ucapa Arkana.


"Kalau di kamar Bunda banyak nyamuk. Bunda bisa kok tidur di kamar aku." Ujar Arkana lagi.


"Ayah gimana?" Tanya Vino


"Ayah juga bisa tidur sama aku. Kasur aku kan besar." Jawab Arkana lagi.


Vino hanya mengacak rambut Arkana karena jawaban Arkana. Vino jadi berfikir ternyata Arkana sangat peka terhadap sekitar. Dan ia juga merasa jika Adinda sudah membesarkan Arkana dengan sangat baik.


"Oia, Jadi nyari sekolah buat Arkana?" Tanya Papah.


"Jadi Pah, gak mungkin kan Dinda sama Arkana balik ke Bandung. Nanti aku yang merana jauh dari mereka." Ucap Vino.


"Coba deh ke permata hati. Katanya sih sekolah itu bagus. Banyak cucu temen Mamah juga sekolah di sana." Ujar Mamah memberikan pendapatnya.


"Iya Mah, nanti kita coba kesana buat tanya tanya. Mudah mudahan sesuai dengan apa yang Vino inginkan." Jawab Vino.


"Ya udah yuk kita sarapan dulu. Papah udah laper. Apalagi masakan hari ini wangi banget." Ucap Papah.


Mereka pun memulai sarapan mereka sambil sesekali mengobrol santai. Setelah sarapan selesai, Papah segera pergi menuju rumah sakit. Vino, Adinda dan Arkana pergi dengan tujuan mencari sekolah baru untuk Arkana. Sedangkan Mamah hari ini hanya berdiam diri di rumah karena memang hari ini Mamah tidak ada kegiatan.


Sesampainya di sekolah tersebut, Vino masuk dengan menggendong Arkana dan Adinda berjalan di sebelahnya. Vino mulai masuk ke ruang kepala sekolah di sekolah tersebut. Vino mulai menanyakan apa yang ia ingin ketahui. Setelah dirasa cukup dan yakin, Vino memasukan Arkana di sekolah permata hati. Arkana akan mulai sekolah pada hari esok. Karena sebenarnya pembelajaran sudah di mulai.

__ADS_1


__ADS_2