
Setelah beberapa hari Adinda dan Arkana berada di Jakarta, saat ini mereka sedang bersiap untuk pergi dengan Safira dan juga Vivian. Sedangkan Yola tidak bisa ikut karena sedang kurang sehat. Saat ini baik Adinda, Safira dan Vivian sedang berada di kantin rumah sakit dengan anak mereka. Karena Kevin dan Axel ada pemeriksaan pagi. Begitupun dengan Vino. Vino sudah berjanji akan ikut ke Taman Safari hari ini. Raka pun akan ikut dengan mereka. Saat ini Raka dan Vino sudah menemui para wanita di kantin rumah sakit.
"Halo jagoan Papah." ujar Raka pada Arkana
"Papah.. " Teriak Arkana sambil berlari memeluk Raka.
"Wah.. Ayah di lupain mentang mentang ada Papahnya." Ucap Vino.
"Aku gak lupa kok sama Ayah. Tapi aku lagi pengen peluk Papah. Aku kangen sama Papah. Sama Ayah kan kita udah bobo barengan." Ujar Arkana dengan wajah polosnya.
"Terus Ayah peluk siapa dong?"
"Peluk Bunda aja." Seru Arkana membuat Vino sedikit salah tingkah dan membuat yang lain tertawa melihat Vino sedangkan Adinda hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya.
Setelah semua urusan di rumah sakit selesai mereka segera berangkat menuju Taman Safari. Mereka menggunakan 2 mobil. Safira dan Kevin ikut ke mobil Vivian dan Axel tentu bersama anak mereka. Dengan Axel yang menyetir dan Kevin di kursi depan. Sedangkan para istri dan anak mereka berada di kursi belakang. Sedangkan di mobil yang satunya dengan Vino yang menyetir dengan Adinda di sebelahnya. Sedangkan Raka duduk di bangku belakang dengan Arkana atas permintaan Arkana.
Saat sedang di perjalanan Arkana sudah tertidur dengan kepala di pangkuan Raka. Tiba tiba Vino membuka suaranya.
"Ka, kalo lo nikah sama Adinda gimana? Lo mau gak?" Tanya Vino membuat Adinda menghela nafasnya.
"Lo ngomong apa sih Vin. Jangan suka aneh aneh deh." Jawab Raka dengan sedikit geram dengan pertanyaan Vino
"Gue percaya lo bisa jagain Adinda dan Arkana."
"Emang lo mau kemana? Mau kabur lo?"
"Gak tau, yang pasti perasaan gue selalu bilang kalau gue bakalan pergi jauh. Gue gak bisa ninggalin Adinda dan Arkana gitu aja." Jelas Vino
"Gue gak bisa. Dan gue gak mau. Gue mau lo yang jaga Adinda dan Arkana. Tebus semua waktu yang udah lo sia sia kan. Adinda itu adik gue. Gila aja gue nikahin adik gue sendiri."
"Lo kan jomblo. Makanya gue nyuruh gini."
"Eits.Sembarangan bilang gue jomblo. Calon gue udah nunggu meskipun masih di luar sana."
"Siapa emang? Kok gue gak tau."
"Namanya Marcela. Dia masih menempuh pendidikan dia di luar sana. Nanti kalau dia udah selesai gue kenalin sama lo."
__ADS_1
"Itu bukan alesan buat nolak permintaan gue kan?"
"Gue serius Vin. Tanya aja Adinda kalau gak percaya."
"Serius Din?" Tanya Vino Adinda hanya menganggukkan kepalanya. "Kok lo gak ngasih tau kita kita. Tapi kok kamu bisa tau Din?"
"Aku udah sering ketemu sama Kak sela. Dia orangnya baik. Cantik lagi. Mungkin itu alesan Kak Raka gak kenalin kaka Sela sama kalian." Ucap Adinda.
"Kenapa emang?" Tanya Vino penasaran.
"Ya takut di ambil lah. Secara kan kamu itu gak tahan godaan kalau liat cewek cantik." Sindir Adinda
"Kok aku ngerasa di pojokin ya."
"Ya maaf kalau ngerasa."
"Tapi kok kamu enteng banget ya ngomongnya."
"Kamu juga enteng banget nyuruh aku nikah sama Kak Raka."
"Ya kan biar ada yang jaga kalian. karena.." Ucapan Vino terpotong dengan suara Adinda
"Nah tuh tau. Makanya aku mau kalian tuh nikah."
"Kamu bisa seenteng itu ngomong kayak gitu? Kamu gak mikirin perasaan aku kayak gimana dengan kamu ngomong gitu?"
"Ya karena aku mikirin masa depan kamu sama Arkana Din."
"Alasan. Kalo kamu udah nemuin perempuan lain buat kamu jadiin istri ngomong aja. Gak usah nyuruh nyuruh aku buat nikah segala. Gak usah pikirin omongan Mamah sama Papah. Kalau emang mau nikah ya nikah aja." Ucap Adinda dengan kesal.
"Aku gak ada niat mau nikah lagi sama yang lain Din. Serius."
"Kalian gak cape debat mulu? Gue kok jadi kayak lagi nonton debat capres ya. Rame soalnya." Ujar Raka bermaksud menengahi perdebatan antara Vino dan Adinda.
Adinda memalingkan wajahnya melihat ke arah luar jendela. Tanpa terasa air mata nya keluar begitu saja. Dan langsung saja ia usap. Namun Raka masih bisa melihat Adinda yang menghapus air matanya. Setelah perdebatan itu, Adinda menjadi lebih diam dan hanya menanggapi perkataan orang di sekitarnya dengan seperlunya saja. Setelah sampai dan membeli tiket, mereka mengelilingi Taman Safari untuk melihat hewan satwa yang ada di sana. Arkana tentu saja sangat senang karena ia bisa melihat beberapa hewan yang mendekati mobil yang ia naiki. Setelah selesai berkeliling, Mereka berencana bermain dahulu di sekitaran Taman Safari.
"Dinda kenapa sih Kak?" Tanya Safira kepada Raka.
__ADS_1
"Tadi di jalan Adinda sempet debat sama Vino. Gila aja Vino nyuruh kakak nikah sama Adinda." Jelas Raka.
"Serius. Dia gak sadar apa kalau Adinda masih menutup hatinya rapat rapat demi dia?"
"Kakak juga gak tau. Dia itu bego atau oon. Masa dia gak ngerasa setelah debat tadi. Jelas jelas Adinda ngasih kode kalau dia gak mau nikah sama orang lain." Ujar Raka sedikit geram. "Ya udah sana ajak anak anak buat main dulu. Biar kita para lelaki disini." Lanjutnya
Para ibu dan anak itu sudah mulai membaur dengan para pengunjung di sana. Mereka akan menonton beberapa atraksi dari beberapa hewan di taman Safari tersebut. Sedangkan para lelaki hanya menunggu di suatu tempat.
"Vin lo kenapa sih ngomong gitu sama Dinda?" Tanya Raka.
"Emang dia ngomong apa Ka?" Tanya Axel
"Dia nyuruh gue nikah sama Dinda. Gila kan dia." Balas Raka
"Lo gak salah Vin?" Tanya Kevin
"Entahlah, di satu sisi gue gak rela Dinda sama orang lain. Tapi perasaan ini selalu muncul. Perasaan kalau gue bakalan pergi jauh dan gak akan bisa balik. Perasaan ini buat gue gak tenang." Jelas Vino
"Lo tau gak kalau Adinda masih menaruh harapan sama lo?" Ujar Kevin
"Jangan sok tau lo." Balas Vino
"Gue serius. Waktu itu gue gak sengaja dengar obrolan Adinda dengan Safira, kalo dia gak bisa buka hatinya untuk orang lain karena nama lo masih ada di hati dia. Safira sempat ingin menjodohkan Adinda tapi Adinda tolak mentah mentah. Sekarang lo dengan entengnya ngomong gitu. Itu sama aja nyakitin hati dia untuk yang kesekian kalinya. Lo gak mikirin itu Vin?" Jelas Kevin dan Vino hanya diam.
"Dia aja tadi sampe nangis Vin setelah debat sama lo." Vino langsung menatap Raka dengan mata yang membulat.
"Serius Ka?" Tanya Vino
"Dua rius malah." Jawab Raka
"Kok gue gak tau?" Tanya Vino lagi.
"Itu karena lo lagi nyetir dan Adinda juga sengaja membelakangi lo dan lebih milih liat ke arah jendela luar. Gue liat karena gue tepat di belakang dia." Jelas Raka
"Nanti lo sama Arkana pulang bareng Axel aja ya. Sorry gue titip Arkana. Gue mau ngomong sesuatu sama Dinda."
"Siap. Mobil lo masih kosong kan? Gue sama Arkana duduk di paling belakang aja." Tanya Raka kepada Axel
__ADS_1
"Bisa kok. Tenang aja." Jelas Axel.
Mereka pun larut dalam obrolan para lelaki sambil menunggui para ibu dan anak yang sedang berkeliling.