
Keesokan harinya seperti biasa Vino pergi ke rumah sakit untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang dokter. Tak lupa ia mengantar Adinda ke butiknya terlebih dahulu. Lalu ia berlalu ke rumah sakit. Ia telah sampai di depan ruangan nya. Sampai tiba tiba ada suara yang mengejutkannya dari arah belakangnya.
"Cie... Pengantin baru. Liburnya lama banget. Pasti ngurung terus istrinya ini." Ujar Kevin
"Tau aja lo. Pengen ya. makanya cepet nikah. jangan jomblo terus." Jawab Vino.
"Dih. mentang mentang udah punya istri."
Tiba tiba ada suster yang berlari ke arah Vino.
"Dok maaf mengganggu. Dokter sedang dibutuhkan di UGD saat ini dok. Ada kecelakaan bis yang terguling dok." Ucap suster tersebut
"Baik sus, terima kasih. saya bersiap dulu." Jawab Vino
"Wah.. sambutan hangat buat lo dari rumah sakit. Buruan gue juga mau liat. Siapa tau butuh bantuan gue. Buruan gue tunggu."
Vino pun berlalu ke dalam ruangannya. Lalu ia memakai snelli dan menggantungkan stetoskop di lehernya. Setelah itu ia berlari menuju UGD diikuti Kevin di belakangnya. Di hari pertamanya masuk ke rumah sakit ia langsung di sibukkan dengan pasien kecelakaan.
Di tempat lain Adinda langsung mengecek pekerjaan yang sempat tertunda. Ia menanyakan kepada Yola perihal butiknya saat ia tinggalkan.
"Gimana Yol selama gue gak kesini ada kendala gak?"
"Gak ada kok. Gue bisa handel semua dengan baik. Oia ada pelanggan yang minta desain gaun pernikahan. Tapi ia mau lo yang desain. Dia bilang sih nanti siang dia kesini. Soalnya gue kasih tau dia kalo lo udah masuk hari ini."
"Ok deh. Dia yang kesini kan gak perlu gue yang pergi."
"Iya dia yang kesini."
"Ok. Gue mau beli kopi di cafe depan. lo mau ikut gak?"
"Boleh. Ayo."
Mereka pun berjalan menuju cafe untuk membeli kopi. untuk mereka dan beberapa karyawan yang sedang berada di butik mereka.
"Gimana nih malam pertamanya? Gue penasaran tau."
"Daripada penasaran mending merasakan. Buruan nikah makanya."
"Dih.. tau deh yang udah nikah. Bukannya gue gak mau nikah. calonnya aja gak ada. Gimana gue mau nikah."
"Cari dong. jangan pesimis kayak gitu. lo itu cantik. ya meskipun lebih cantik gue." Ujar Adinda sambil terkekeh.
"Nanti kita makan siang baren Vivian sama Safira ya. Udah lama loh kita gak makan barengan. Mumpung masih ada waktu buat ngasih tau mereka. mumpung baru jam setengah sebelas"
__ADS_1
"Gue tanya Vino dulu ya. Tadi dia ngajak makan siang bareng soalnya. Bentar gue telfon dulu."
Adinda menelfon Vino untuk menanyakan perihal makan siang. Namun tidak di angkat oleh Vino. Setelah ia menelfon yang ke tiga kali barulah Vino menjawab.
"Halo sayang kenapa?" Tanya Vino di seberang sana
"Kita jadi makan siang bareng gak?"
"Maaf sayang. Aku lagi sibuk. Ada bis yang terguling. banyak korban juga yang harus di tangani. maaf ya sayang."
"Ga apa apa kok sayang. Aku makan siang bareng sahabat aku aja ya kalo gitu. Boleh?"
"Boleh sayang. Ya udah aku lanjut periksa pasien dulu ya sayang."
"Ok sayang. Jangan lupa makan ya."
"Siap sayang."
Vino pun langsung menutup telfonnya. Adinda langsung menyuruh Yola untuk menghubungi Ke dua sahabatnya yang lain.
Saat jam makan siang, mereka berkumpul di restoran favorit mereka. Mereka hanya terlibat obrolan ringan. Lalu tiba tiba Manda datang ke arah Adinda.
"Pengantin baru kok makan masing masing. pasti udah berantem ya. Gue tau sih. Vino tuh cuma cocok sama gue." Ujar Manda saat mendekati meja Adinda dan para sahabatnya.
"Gue tau kok. makanya gue ngomong. Biasanya kan lagi anget angetnya pengantin baru tuh pasti selalu pengen bersama. Lah ini belum juga satu bulan udah makan masing masing aja." Lanjut Manda lagi
"Daritadi kok gue ngedenger ada yang ngomong ya. Tapi kok perasaan gak ada siapa siapa selain kita. Mending kita pergi yuk. Kayaknya ada setan deh disini." Ujar Adinda sambil beranjak dari kursinya.
"Bukan setan Dinda. Tapi Iblis." Sambung Vivian.
Adinda dan para sahabatnya keluar dari restoran. Ia melihat mobil Vino di depan butiknya. Saat melihat Adinda Vino langsung menghampiri Adinda. dan mengecup kening istrinya itu.
"Duh jadi iri.." Ujar Yola dengan sengaja dengan suara yang agak keras agar terdengar oleh Manda dan berhasil. Manda sekarang sedang memandang dengan pandangan tak suka kepada Adinda.
"Berisik lo. Jangan norak deh La." Ujar Adinda
"Jiwa jomblo gue meronta dong. liat adegan mesra di depan mata." Sambung Vivian
"Kayaknya ada yang kebakar tuh hatinya. Liat kemesraan pengantin baru ini." Lanjut Safira
"Kalian ini. Udah deh. kan gue bilang gak usah di layanin orang kayak gitu. nanti juga capek sendiri." Ucap Adinda
"Kenapa sih sayang? kok sahabat sahabat kamu agak aneh."
__ADS_1
"Ada Manda di dalem dan tadi dia nyinyirin aku gara gara kita gak makan bareng." Jelas Adinda sambil berbisik.
"Dia ngomong apa emang?"
"Ya gitu deh dikiranya kita tuh gak harmonis cuma gara gara gak makan siang bareng. Kadang suka lebay ya pemikirannya. setiap orang kan punya kesibukan. Gak makan bareng bukan berarti ada apa apa kan." Lanjut Adinda.
"Ya udah gini aja buat buktiin ke dia kalau kita tuh harmonis." Vino langsung mengecup bibir Adinda saat melihat Manda sedang memandangnya.
"Vino apa apaan sih kamu. Malu tau." Ujar Adinda.
"kacang.. kacang. kacang.. Kita di kacangin nih." Ujar Safira
"Wah jadi obat nyamuk nih." Sambung Vivian
"Jadi ngiri." lanjut Yola.
Adinda hanya terkekeh mendengar penuturan para sahabatnya. Vino langsung memeluk Adinda dari belakang. Tak lama kemudian Manda keluar dari restoran melewati Adinda dan Vino yang sedang bermesraan dan para sahabat Adinda.
"Ga usah pamer kemesraan di depan umum. Ngapain coba mesra mesraan di depan banyak orang. Lebay banget sih." Ujar Manda
"Perasaan tadi ada yang nyindir nyindir gara gara Adinda dan Vino gak makan bareng. di bilang lagi berantem. Pas liat hubungan Adinda dan Vino baik baik aja malahan mesra seperti biasanya malah meradang." Sindir Safira
"Ada yang kebakar tuh hatinya. Panas pasti." Ujar Yola
"Harus di siram tuh biar gak tambah gede kebakarannya." Sambunh Vivian
Manda melangkah pergi dengan hati yang kesal. Sedangkan Vivian, Yola dan Safira hanya tertawa melihat tingkah Manda.
"Kok kesini? bukannya lagi sibuk ya?" tanya Adinda
"Udah selesai kok. tadinya mau ngajak makan bareng. ternyata udah selesai. Aku makan di kantin rumah sakit aja deh kalau gitu."
"Makan di butik aja yah. Biar makanannya di bungkus aja. Gimana?"
"Boleh deh."
"Din gue cabut dulu ya harus buka klinik juga." Ujar Vivian.
"Gue juga ada pemotretan. Gue juga cabut ya." Sambung Safira.
"Gue balik ke butik duluan ya Din." Lanjut Yola.
"Ya udah kalian hati hati ya." Balas Adinda sambil masuk ke dalam restoran di ikuti Vino di belakangnya.
__ADS_1
Setelah memesan makan siang untuk Vino mereka kembali ke butik untuk makan. Sedangkan Adinda hanya duduk menemani Vino yang sedang makan.