
Hari ini adalah tanggal 24 Juli. Hari dimana Adinda dan Vino akan melaksanakan ijab qabul untuk yang ke dua kalinya. Kali ini acara sangat sederhana dan hanya di hadiri oleh keluarga dan sahabat terdekat saja. Adinda saat ini mengenakan kebaya modern berwarna putih. dengan hiasan kepala dan make up natural membuat Adinda terlihat sangat cantik. Vino pun memakai jas berwarna putih, celana bahan putih dengan kemeja berwarna putih juga. Vino pun tampilannya sangat menawan. Vino terlihat sangat gagah dan berkarisma. Para tamu undangan pun sangat terpesona dengan pria kecil yang sangat tampan. Yang mempunyai wajah tak kalah tampan dari sang Ayah. Arkana saat ini memakai tuxedo berwarna putih. Dengan celana berwarna putih pula. Arkana terlihat sangat tampan. Dan sangat menggemaskan. Arkana menjadi pusat perhatian saat ini. Mengalahkan Adinda dan Vino yang seharusnya menjadi raja dan ratu pada hari ini.
Adinda masih di dalam kamar dan masih mempersiapkan dirinya. Tak lama Raka beserta kedua orang tuanya datang menghampiri Adinda.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" Seru Adinda
Saat pintu terbuka dan menampakan sosok seorang Kakak dan kedua orang tua bagi Adinda, Adinda langsung bangun dari duduk nya dan memeluk mereka satu persatu. Dimulai dari Ibu, Ayah dan Raka.
"Selamat sayang. Kamu akan menjadi seorang isteri lagi. Ingat pesan Ibu. Jangan pernah membantah apa kata suami kamu. Kamu juga harus selalu mengahargai dan menghormatinya. Jangan pernah kamu memandang rendah terhadap suamimu." Ucap Ibu sambil memeluk Adinda.
"Iya bu, Dinda bakal selalu mengingat pesan ibu. Dinda sayang sama Ibu. Makasih udah anggap Dinda seperti puteri Ibu." Balas adinda.
"Udah dong pelukannya. Ayah juga kan pengen peluk puteri Ayah yang cantik ini." Ujar Ayah. Adinda langsung melepaskan pelukan Ibunya dan menghampiri Ayah dan memeluknya.
"Puteri Ayah sangat cantik. Pesan Ayah hanya satu sayang. Jika sampai Vino melukai perasaan kamu lagi. Kamu harus bilang sama Ayah. Ayah bakal bikin perhitungan sama dia. Ok sayang. Ayah hanya ingin lihat kamu bahagia." Lanjut Ayah.
"Iya Ayah. Terimakasih sudah sangat menyayangi Dinda dan mau menganggap Dinda sebagai puteri Ayah. Dinda sayang Ayah." Balas Adinda dengan air mata yang sudah mengenang di pelupuk matanya.
"Jangan nangis. Nanti riasan kamu rusak loh." Ujar Raka merusak suasana.
"Kakak gak pengen di peluk sama aku?" Tanya Adinda, Raka langsung merentangkan tangannya dan Adinda masuk ke dalam dekapan Raka.
"Adik ku sudah akan menikah lagi. Selamat ya. Ingat, kalau ada apa apa harus cerita sama Kakak. Jangan di pendam sendirian. Kamu punya Kakak sekarang. Ok sayang nya Kakak." Ucap Raka
"Siap Kak. Makasih udah selalu menjaga aku. Makasih udah menyayangi dan melindungi aku. Makasih Kak atas semua perhatian dan waktu kamu yang terbuang karena aku. Aku sayang banget sama kamu Kak." Balas Adinda.
"Aku lebih sayang banget sama kamu Din. Kamu itu adik aku yang paling cerewet, paling ngeselin, paling manja. paling segalanya pokoknya." Lanjut Raka.
__ADS_1
"Itu pujian atau sindiran Kak?" Tanya Adinda sambil mengerucutkan bibirnya. Membuat yang lainnya tertawa dan Adinda pun ikut tertawa.
Setelah itu, Ayah, Ibu dan Raka keluar dari ruangan Adinda. Lalu masuk Mamah Falia dan Papah Andrew ke dalam kamar Adinda.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk." Ujar Adinda
"Sayang, Kamu cantik sekali." Ucap Mamah Falia saat sudah berada di kamar Adinda.
"Mamah bisa aja. Oia Mah, Arkana mana ya mah? Aku belum lihat dia dari tadi." Tanya Adinda.
"Dia dari tadi sama Ayahnya. Sekarang jadi rebutan sodara sodaranya Vino. Dia tampan sekali Dinda. dan sangat menggemaskan. Makanya dia banyak banget fans nya di luar. Papah juga kalah sama pesona Arkana." Balas Papah Andrew.
"Papah gak kalah kok. Di umur Papah yang sekarang. Papah masih tampan dan gagah menurut aku. Iya kan Mah?" Ujar Adinda.
"Kamu ngatain Papah tua ya."
"Tapi secara gak langsung kamu ngatain Papah udah tua."
"Papah loh yang bilang kalau Papah tua. Aku gak sebut Papah tua kok."
"Kamu tuh ya. Udah berani ngatain Papah."
"Tapi aku sayang banget kok sama Papah. Serius deh. Aku gak bohong." Ujar Adinda sambil memeluk Papah Andrew
"Meskipun tua. Papah tetap pria paling tampan di hati Mamah." Ucap Mamah Falia menengahi.
"Bisa aja kamu Mah." Balas Papah Andrew dengan wajah sedikit merona. Melihat sikap dan ekspresi Papah Andrew membuat Adinda dan Mamah Falia tertawa.
__ADS_1
"Kalian itu kayak Ayah dan anak kandung. Kalau yang gak tau pasti mikirnya Vino itu menantu kita dan Dinda anak kandung kita." Ujar Mamah Falia lagi.
"Ini kan puteri kesayangan Papah. Mamah jangan cemburu ya." Jawab Papah Andrew.
"Dih Mamah gak akan cemburu kok. Masih ada Vino yang bisa mamah peluk." Jawab Mamah Falia lagi.
"Aku seneng deh liat Mamah dan Papah kayak gini. Harmonis banget. Semoga aja aku sama mas Vino kedepannya bisa seperti Mamah dan Papah." Ujar Adinda dengan air mata yang sudah membendung di pelupuk matanya. Entah kenapa hari ini Adinda sangat gampang mengeluarkan air matanya.
"Kalian pasti bisa sayang. Kalian harus jadikan kejadian yang lampau sebagai pelajaran. Agar hubungan kalian semakin kuat." Ucap Mamah Falia sambil ikut memeluk Adinda. Jadi mereka bertiga sekarang saling berpelukan.
Arkana masuk ke dalam kamar Adinda. Saat melihat Bunda, Oma dan Opanya saling berpelukan, Arkana langsung berlari dan merengek ingin ikut di peluk mereka.
"Arkana juga pengen di peluk." Rengek Arkana.
"Jagoan Opa pengen di peluk juga. Sini Opa peluk." Jawab Papah Andrew.
"Pengen di peluk sama Oma dan Bunda juga. Tadi juga Bunda di peluk sama Opa dan Oma." Rengek Arkana lagi.
"Baiklah.. Sini sayang." Papah Andrew langsung menggendong Arkana, Mamah Falia dan Adinda langsung ikut dalam pelukan tersebut. Jadilah mereka berempat berpelukan. Arkana langsung tertawa geli saat Opa Andrew menciumi wajah Arkana bertubi tubi.
"Ada apa Arkana masuk kesini? Bukannya lagi asik jadi rebutan di depan?" Tanya Adinda.
"Oia, Oma sama Opa di panggil sama Papah Raka. Katanya acaranya udah mau di mulai." Jawab Arkana
Tak lama setelah itu Mamah Falia dan Papah Andrew keluar dari ruangan Adinda karena acara ijab Qabul akan segera dilaksanakan.
"Gue kok gugup sih. Kayak baru pertama kali aja." Batin Adinda.
Tak lama kemudian terdengar Vino mengucapkan ijab Qabul untuk kedua kalinya dalam hidupnya. Setelah Vino mengucapkan ijab Qabulnya, Adinda keluar kamar dengan Arkana yang menggenggam tangannya. Setelah itu Arkana memberikan tangan Bundanya kepada Ayahnya. Lalu Arkana segera berlalu ke arah Raka dan duduk di pangkuan Raka.
__ADS_1
Adinda saat ini sudah duduk di kursi sebelah Vino. Mereka segera menandatangani berkas pernikahan mereka. Lalu di ikuti dengan pemakaian cincin. Vino memakaikan cincin ke tangan Adinda. Begitupun sebaliknya, Adinda memakaikan cincin ke tangan Vino. Setelah itu Adinda mencium punggung tangan Vino dan Vino mencium kening Adinda. Semua momen tersebut tak lupa mereka abadikan. Ada juga foto Arkana sedang di cium kedua orang tuanya. Ada juga foto Adinda yang sedang di cium dua jagoannya. Dan ada juga Vino yang sedang di cium dua malaikat hidupnya. Mereka sangat bahagia hari ini. Terutama Vino. Hari ini adalah hari yang paling di tunggu tunggu Vino setelah mereka bercerai dulu.