
Hari ini tepat hari Sabtu. Adinda, Vino, Arkana serta para sahabat mereka berencana pergi ke seaworld. Adinda sedang menyiapkan barang bawaan untuk Arkana juga dirinya dan juga Vino. Setelah itu mereka sarapan tanpa ke dua orang tua Vino. Karena mereka sedang melakukan perjalanan ke luar kota.Tiba tiba ponsel Adinda berdering tandanya ada pesan masuk. Yang ternyata dari grup 'Cewek Kece'
Safira :
Guys.. guys.. Udah siap belom nih. Anak gue udah gak sabar pengen berangkat.
Adinda :
Mau langsung ketemu di tempat atau kumpul dulu?
Yola :
Gue bareng Safira. Soalnya gue gak ada yang nganter. Bawa mobil sendiri gak boleh sama Bimo
Adinda :
@Yola ketemu di sana atau kumpul dulu nih?
@Vivian lo gimana?
Safira :
Ketemu di tempat aja deh. Soalnya gue jemput bumil dulu. Rumah Yola kan searah ke sana.
Adinda :
Ok deh. Gue OTW sekarang.
Vivian mana sih. Kok gak nongol nongol
Vivian :
Hadir.. Pada kangen ya sama gue.. Hehe..
Gue mau OTW. Kak Raka gimana? Jadi ikut gak?
Adinda :
Dia udah bareng gue.
Vivian :
Ok deh. Gue OTW. Sampai ketemu di ancol.
Safira :
Ok.
Adinda :
Ok (2)
Yola :
Ok (3)
Adinda pun pergi bersama dengan Vino yang menyetir dan Arkana di kursi belakang bersama dengan papahnya. Arkana sangat antusias dengan kepergiannya kali ini. Ia sudah sangat lama ingin pergi ke seaworld. Baru saat ini keinginannya akan terwujud. Di sepanjang perjalanan senyuman tak luntur menghiasi wajah Arkana.
"Kamu seneng Kan bisa pergi ke akuarium besar?" Tanya Raka.
"Seneng banget Pah." Ujar Arkana.
"Sayang, gimana kalau kita main dulu ke dufan nanti agak sore baru kita ngeliat akuarium besar." Ucap Vino sambil menyetir.
"Boleh Ayah. Nanti disana bisa naik wahana. Asik.. Aku seneng banget Ayah. Makasih ya Ayah." Balas Arkana.
"Sama sama sayang. Kabarin yang lain dulu Din. Biar nanti yang lain gak kaget." Titah Vino kepada Adinda.
Adinda segera membuka aplikasi chat nya dan mengirim chat kepada para sahabatnya lewat grup 'Cewek Kece'
Adinda :
__ADS_1
Guys.. guys.. Gimana kalau nanti kita ke dufan dulu. Arkana pengen naik wahana dulu soalnya. Itupun kalau kalian mau. Kalau kalian mau duluan ke seaworld juga ga apa apa kok.
Safira :
Gue ikut. Gue udah lama gak main main.
Yola :
Gue juga ikut. Gue pengen naik tornado.
Vivian :
Gue juga ikut aja.
Adinda :
Jangan gila Yol, inget kandungan.
Yola :
Hehe.. Bercanda sayang.. Segitu sayangnya lo sama gue.
Adinda :
Gue sayang sama ponakan gue.
Vivian :
Setuju gue sama lo Din.
Yola :
Kalian jahat.
Safira :
Tanggung jawab woy. Dia mewek ini.
Adinda :
Safira :
Tapi boong..
Adinda :
Sialan lo, gue udah takut dia beneran mewek.
Yola :
Hahaha.. Emang enak di kerjain.
Adinda :
Anak gue protes nih, katanya gue terlalu fokus sama ponsel. 5Sampe ketemu di tempat tujuan sayang sayang ku..
Safira :
Ok.
Yola :
Ok. (2)
Vivian :
Ok. (3)
Adinda meletakkan ponselnya di dalam tas tangan miliknya. Dan Arkana langsung protes pada Adinda.
"Bunda, pasti kalau udah ngobrol sama tante yang lainnya pasti asik sama ponselnya."Protes Arkana.
__ADS_1
"Tau dari siapa Bunda lagi ngobrol sama tante tante kamu?" Tanya Adinda
"Papah yang bilang."
"Bunda cuma ngasih tau kalau kita mau ke dufan dulu naik wahana sebelum kita ke akuarium besar. Makanya Bunda ngobrol dulu sama tante tante kamu." Jelas Adinda
"Oh." Arkana mengangguk anggukkan kepalanya. "Terus pada mau ikut gak Bun?"
"Mau katanya. Tante Yola malah mau naik gajah gajahan sama kamu."
"Asik. Arkana udah gak sabar pengen naik wahana."
Setelah itu Arkana melanjutkan memakan cemilannya. Adinda hanya sibuk melihat pemandangan di luar jendala mobil. Sedangkan Raka dan Vino sedang membahas persoalan rumah sakit yang tidak Adinda mengerti. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan. Mereka masih menunggui Safira, Yola dan Vivian yang belum sampai ke tempat mereka berjanji temu sebelum masuk ke dufan. Tak selang lama Safira datang bersama Yola dan Bianca. Sedangkan Kevin masih memarkairkan mobil mereka.
"Lama banget sih Bianca datengnya." Ujar Arkana.
"Iya sayang Tadi nunggu tante Yola lama." Safira yang menjawab.
Tak lama Kevin datang bersama Axel, Vivian dan Nathan.
"Udah kumpul semua, ayo masuk Pah. Ayo Pah." Ajak Arkana sudah tidak sabar.
"Iya sayang. Ayo. Kita beli tiket masuknya dulu ya." Jawab Raka
Setelah mereka membeli tiket, mereka mulai menaiki wahana yang bisa dinaiki oleh anak anak. Arkana terlihat sangat senang bisa menaiki wahana disini. Wajahnya terus menampilkan senyuman kebahagiaan. Setelah lama bermain, kini memasuki waktu salat dzuhur dan makan siang. Mereka memilih makan siang di dalam arena.
"Ya udah yang salat giliran. Sekarang para Ayah dulu yang salat. Nanti gantian kita para ibu dan calon ibu yang salat. Biar anak anak ada yang jaga." Jelas Adinda.
"Siap." Ujar beberapa dari mereka.
Para lelaki pergi ke musola untuk salat dzuhur dan para ibu juga calon ibu mulai memesan makanan untuk anak mereka terlebih dahulu. Setelah para Ayah selesai, kini giliran para wanita yang menunaikan salat. Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada yang memperhatikan mereka. Terutama Adinda.
Setelah mereka selesai mereka makan siang di meja yang di buat memanjang agar cukup untuk semua.
"Bun, di perutnya tante Yola kan ada dede bayinya. Di perut Bunda kapan ada dede bayinya?" Tanya Arkana
"Jawab Din. Udah minta adik tuh Arkana." Ujar Safira.
"Buruan Vin gercep." Sela Kevin.
"Kalian tuh ya. Suami isteri kompak banget." Ucap Adinda.
"Kita kan sehati. Ya gak Say?" Kata Kevin sambil menaik turunkan alisnya.
"Takut tuh Vino." Kini Axel yang berbicara.
"Belum muhrim. Mesti di halalin dulu." Vino menjawab.
"Buruan halalin dong." Raka pun ikut menimpali.
"Sabar napa. Gue juga sabar kok nunggu. Kok malah kalian yang gak sabar." Vino menjawab.
"Gimana Din. Tuh Arkana minta ada bayi di perut lo." Yola menggoda Adinda.
"Gak bisa gue." Jawab Adinda.
"Kenapa?" Vivian ikut berbicara.
"Suami aja gak ada, gimana bisa hamil." Adinda melanjutkan.
"Kode tuh Vin. Minta di hamilin dia." Ucap Safira.
"Sialan lo. Gue gak minta ya." Ujar Adinda
"Din. Bahasanya. Banyak anak kecil disini." Ujar Raka.
"Hehe.. Lupa Kak." Jawab Adinda
"Gini nih. Kalo udah kumpul bahasanya gak bisa disaring." Vino menimpali.
"Teh kali di saring." Axel menimpali.
__ADS_1
"Bun maksudnya halalin apa Bun?" Tanya Arkana.
Mereka mulai diam menyusun kata kata yang mungkin bisa dimengerti Arkana. Mereka menjelaskan sedikit demi sedikit sampai rasa penasaran Arkana mulai menghilang.