Dokter Hatiku

Dokter Hatiku
DUA PULUH


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Yola dan Safira segera menuju kamar rawat Adinda. Mereka melihat dokter Raka baru keluar dari ruang rawat Adinda.


"Siang dokter." Sapa Safira.


"Siang. Kalian temannya Dinda?" Balas Raka


"Iya dok. Kami boleh masuk?" Tanya Safira lagi.


"Masuk aja. Cuma dia lagi tidur." Jawab Raka lagi


"Saya kira dokter baru periksa dia." Ucap Yola


"Awalnya niatnya gitu. Tapi liat dia lagi tidur jadi ga tega buat banguninnya. Nanti aja saya kembali lagi." Lanjut Raka.


"Dokter Vino nya kemana? Kok gak ada?" Tanya Safira saat membuka kamar rawat Adinda.


"Dia lagi operasi sekarang." Jawab Raka.


"Oh." Safira dan Yola hanya ber oh ria.


"Ya udah saya tinggal dulu. Saya masih ada pekerjaan." Ujar Raka.


"Iya dok."


Setelah Raka pergi Safira dan Yola masuk ke dalam kamar rawat Adinda.


"Lah ni anak kayaknya belum makan. Makanannya masih awet gini. Baru ke ambil sedikit banget." Ujar Safira saat membuka nampan makan Adinda


"Dia lagi gak bisa makan. makan sedikit aja pasti keluar lagi." Jawab Yola


Mereka hanya menonton televisi sambil menunggu Adinda bangun. Tak lama Adinda bangun dari tidurnya.


"Kalian udah lama disini? Kok gak bangunin gue." Tanay Adinda


"Gue gak tega bangunin lo." Jawab Yola


"Nih pesenan lo." Ujar Safira


"Makasih. Kalian baik banget." Balas Adinda dengan mata yang berbinar.


"Lo udah baikan sama Vino?" Tanya Yola


"Udah. kemaren suster Mira ngejelasin ke gue." Balas Adinda sambil memakan brownis nya

__ADS_1


"Cerita dong. kepo gue." lanjut Yola


"Jadi kemaren kan gue bilang sama lo pada kalo Vino bawa suster Mira. Jadi dia menjelaskan kalo foto yang ada di video yang waktu itu di putar itu tuh hanya rekayasa dia aja. Dia ngelakuin itu karena dia berada di bawah ancaman seseorang. Ya gue interogasi dong kemaren. Dan setelah gue terus mendesak dia. Dia akhirnya bilang kalo yang nyuruh dia tuh Manda. Kalian ingat Manda gak?"


"Mantan tunangan Vino itu" Jawab Yola


"Yaps betul. Manda ngancam suster Mira kalo suster Mira gak mau ngikutin perintahnya dia bakalan nyakitin orang tuanya di kampung. Nah sekarang gue jadi khawatir sama orang tua suster Mira. Gue takut Manda beneran nyakitin orang tua suster Mira kalo tau semua rahasianya udah kebongkar. Gue ngasih dua pilihan sama suster Mira buat ngelindungin orang tuanya. Pertama gue bakalan suruh orang buat jaga mereka atau mereka ke Jakarta dan tinggal di butik ya itung itung jagain butik kalo malem. Suster Mira lagi berusaha bawa orang tuanya kesini. Tapi susah buat bujuk mereka. Gue juga lebih tenang kalo orang tua suster Mira tinggal di butik. Setidaknya mereka terpantau dan gue juga bakal tempatin orang buat jaga. Gimana menurut kalian?"


"Bagus juga ide lo. Manda ternyata lebih gila dari yang gue pikir." Ujar Yola


Mereka asik mengobrol sampai tiba jam makan siang. Suster Mira mengantarkan makan siang Adinda ke ruang rawatnya.


"Permisi. Saya mau mengantarkan makan siang untuk Nyonya Adinda." Ucap suster Mira sambil masuk ke ruangan Adinda.


"Ga usah formal gitu. Ini temen temen gue. Kenalin ini Yola yang itu Safira. dan ini suster Mira."


"Salam Kenal." Ujar Yola dan Safira bersamaan. Setelah itu mereka terkekeh karena kekompakkan mereka.


"Kompak banget kayak upin ipin." Ujar Adinda. Suster Mira hanya tersenyum melihat tingkah Adinda dan teman temannya.


"Salam kenal juga" Balas suster Mira "Loh kok sarapan nya cuma di makan sedikit sih. Lo gak makan?" Lanjutnya


"Makan kok. Meskipun cuma bisa sampe suapan ke lima." Balas Adinda


"Sampe sekarang sih ga muntah lagi." Adinda


"Ya udah di makan makan siangnya." suster Mira


"Bawa lagi aja gih. Bisa gak?" Adinda


"Ya ga bisa lah. Lo harus makan." suster Mira


"Tenang aja. Dia udah abis kue brownis setengah dus tuh." Ucap Yola sambil menunjuk dus brownis yang ada di depan Adinda.


"Hehehe.. Abis gue laper. Tapi kalo liat nasi bawaan nya mual mulu." Balas Adinda.


"Lumayan lah. Tapi tetep harus di makan ya makan siang nya. ya sedikit sedikit aja. Ok." Ucap suster Mira dibalas anggukkan kepala oleh Adinda. "Ya udah gue lanjut tugas dulu ya. kalo butuh apa apa jangan sungkan hubungi gue. bye."


Suster Mira keluar dari ruang rawat Adinda. Tak lama suara ponsel Safira berdering. Ternyata dia lupa kalo hari ini ada pemotretan.


"Din sorry gue harus pergi. Gue lupa ada pemotretan. Sorry ya." Ujar Safira


"Ga apa apa pergi aja. Itu udah kewajiban lo." Balas Adinda.

__ADS_1


"Perlu di anter gak?" Tawar Yola


"Duh baiknya sayangku. Tapi gak usah kasian Adinda sendiri disini. Gue pesen taksi online aja." Balas Safira


Tak lama dokter Raka, Dokter Kevin dan dokter Axel datang melihat perkembangan Adinda. Mereka menyapa sahabat dari Adinda.


"Jangan rindu sama gue. Rindu itu berat." Lanjut Safira sambil terkekeh.


"Dih.. Najis gue rindu sama lo." Ujar Yola.


"Amit amit sampe harus rindu sama lo." Sambung Adinda.


"Yakin.. Nanti nyesel loh udah bilang najis terus amit amit. Kan pasti malu buat bilang kalo kalian kangen sama gue ." Balas Safira sambil membereskan barangnya.


"Yakin seyakin yakinnya. Udah sana pergi. Berisik lo." Ucap Adinda


"Wah.. Sadis memang. Tadi pagi aja ngechat nanya siapa yang mau nemenin. giliran udah di temenin malah di usir. Sungguh ya kalian gak punya hati." Ucap Safira sambil mendelikan matanya.


"Cie.. Cie.. marah nih ceritanya." Ujar Adinda sambil terkekeh.


"Gak marah kok. cuma sedikit ngambek aja." Balas Safira.


"Sama aja pe'a lo." Balas Yola.


Safira hanya terkekeh mendengar penuturan Yola "Udah ah gue pergi dulu. Taksi gue udah nunggu di bawah. Bye." Lanjut Safira sambil berlalu keluar dari kamar rawat Adinda sambil melambaikan tangannya.


Raka, Kevin dan Axel hanya tersenyum. mendengar interaksi Adinda dan sahabatnya. Raka langsung memeriksa keadaan Adinda.


"Gimana masih muntah gak?" Tanya Raka


"Udah gak muntah alhamdulillah. Cuma kalo makan nasi sih gak tau ya." Balas Adinda.


"Emang tadi lo gak makan nasi?" Tanya Axel


"Gak dok. Tadi makan nasi cuma bisa sampe lima suap doang langsung mual. Pas makan brownis abis sampe setengah dus tapi gak ngerasa mual." Jawab Adinda sambil cengengesan.


"Ga apa apa. apa pun yang bisa di makan makan aja. Tapi tetep usahakan makan yang bergizi." Ujar Raka.


"Siap bos." Ucap Adinda sambil memberikan hormat


"Ya udah kita pamit ya." Ujar Kevin.


"Makasih udah sering tengokin Dinda." Ujar Adinda.

__ADS_1


Mereka bertiga keluar ruangan Adinda. Sedangkan Vino sangat sibuk hari ini. hanya sesekali ia melihat Adinda. Adinda hanya mengobrol dengan Yola sampai hari lumayan larut. Setelah Vino kembali menemani Adinda, Yola izin pulang karena hari sudah malam.


__ADS_2