Dokter Hatiku

Dokter Hatiku
DELAPAN


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu sejak ia menerima lamaran dari Mamah Falia untuk Vino. Hari ini adalah hari yang sangat sibuk bagi Adinda. karena ia sedang mempersiapkan acara Fashion Show untuk menampilkan baju rancangannya. Saat sedang gladi bersih ia mendapatkan telfon dari Vino. Ia mengatakan tidak bisa hadir di acaranya Adinda karena ia harus melakukan operasi darurat. Adinda sebenarnya sedikit kecewa tapi ia juga tidak bisa egois.


Saat ini acara yang di gelar Adinda berjalan sangat lancar. sesuai dengan harapannya. Saat Adinda di minta naik ke atas panggung untuk memberikan sambutannya. Ia kaget karena di tengah tengah ia memberi sambutan ada spanduk besar yang terbuka tepat di depannya. dengan tulisan. Will you marry me? Ia hanya bisa menatap tulisan yang ada di depannya. tiba tiba seseorang menaiki panggung. Membuat para pengunjung bertepuk tangan.


"Bukannya kamu ada operasi? kok bisa ada di sini."


"Ini operasi yang aku maksud. Aku ingin melamar kamu dengan benar."


Tiba tiba ruangan yang awalnya riuh dengan tepuk tangan seketika menjadi hening saat Vino berlutut di hadapn Adinda dengan membuka kotak beludru berwarna merah yang berisikan cincin dengan berlian kecil di atasnya.


"Aku tau pertemuan kita di awali dengan sebuah tragedi. Tapi sejak saat itu aku sudah merasa yakin bahwa kamu lah jodohku. Adinda Maheswari maukah engkau menjadi pendamping hidupku? Maukah engkau berjalan beriringan denganku sampai akhir hayat yang memisahkan kita? Maukah engkau menjadi ibu dari anak anak ku kelak? Adinda Maheswari.. Will You Marry Me?" Ucap Vino sangat lancar meskipun hatinya bergejolak karena ia sangat gugup saat ini.


"Iya aku bersedia Vin. aku bersedia menjadi pendamping hidupmu. Aku akan berjalan bersamamu sampai hanya maut yang memisahkan kita. Aku bersedia menjadi ibu dari anak anakmu. Aku bersedia menikah denganmu Vino Abraham Dinata."


Mendengar jawaban dari Adinda membuat semua yang berada disana bertepuk tangan. Lalu Vino berdiri dan menyematkan cincin ke jari manis Adinda. Acara pun berlanjut dengan sangat lancar. Lalu ia di hampiri oleh Mamah dan Papah Vino.


"Sayang.. selamat atas keberhasilan acara kamu nak." Ujar Mamah Falia.


"Selamat Nak. Terima kasih karena sudah mau menerima Vino sebagai calon suami kamu." Ucap Papah Andrew sambil mengelus sayang kepala Adinda.


"Aku yang harusnya berterima kasih. kalian udah mau nerima aku yang bukan siapa siapa." Balas Adinda.


Setelah itu ia mendapat pelukan dari Papah Andrew.


"Pah. Adinda calon istri aku loh. kok papah main peluk peluk aja." Ujar Vino.


"Ini anak gadis papah sekarang. Kamu mau nikahin dia? Ayo minta izin dulu sama Papah."Balas Papah Andrew.

__ADS_1


"Papah apaan sih. kok aku jadi kaya anak tiri gini sih. kemarin mamah yang over protektif sama Adinda. Sekarang papah juga ikut ikutan. Kalian gak pernah memperlakukan aku kayak kalian memperlakukan Adinda kayak gini loh."


"Dia cemburu sayang. Ayo sayang kita berkeliling." Ucap Papah Andrew sambil mengenggam tangan Adinda.


Adinda berkeliling menghampiri tamu undangan ditemani papah Andrew. Banyak juga yang memberikan selamat atas keberhasilannya di bidang fashion juga memberikan selamat atas lamaran yang ia terima.


Di sisi lain, Vino sedang mengambil minuman tiba tiba ada seorang wanita yang menghampirinya.


"Vino" Sapa Wanita itu


"Manda." Ya wanita itu adalah Manda wanita masa lalu Vino


"Vin.. Aku kangen kamu. Bisakah kita kembali seperti dulu?"


"Maaf Manda aku udah gak ada perasaan apa apa sama kamu."


"Manda. aku sama dia itu serius. bukan sandiwara. Aku benar benar cinta sama dia. dia dunia aku sekarang. Maaf aku gak bisa mewujudkan keinginan kamu. aku permisi."


Vino beranjak dari tempatnya dan segera menghampiri Adinda. Manda melihat kedekatan Adinda dan Vino membuat hatinya bergejolak ingin memisahkan mereka.


"Liat aja kalian gak akan pernah bahagia. aku akan memisahkan kalian bagaimana pun caranya." Batin Manda.


Acara hari ini selesai. Adinda mengadakan makan malam bersama crew yang membantu suksesnya acara ini. Tak lupa para sahabatnya yang ikut hadir. dan juga Vino beserta orang tuanya yang menambah rasa bahagia di hati Adinda. Saat semua sudah berkumpul Adinda mengucapkan terima kasih kepada semua crew.


"Terima kasih hari ini. berkat kerja keras kalian acara hari ini bisa sukses tanpa ada kendala yang berarti. Sekali lagi terima kasih semuanya." Ucap Adinda.


"Keberhasilan acara ini adalah keberhasilan semua crew yang bertugas. Sebagai hadiah makan malam hari ini saya yang bayar. Sebagai bentuk ucapan selamat kepada Calon menantu saya. Ayo ambil makanan yang kalian inginkan. ga usah sungkan." Kini papah Andrew yang berbicara.

__ADS_1


Semua crew bertepuk tangan mendengar ucapan Papah Andrew. Mereka makan malam dengan perasaan gembira. mereka senang atas keberhasilan kerja keras mereka. dan juga mereka merasa senang karena bos mereka sudah tidak sendiri lagi. Setelah acara makan malam selesai Vino mengantarkan Adinda kembali ke rumahnya. Vino selalu tersenyum setelah Adinda menerima lamarannya hari ini.


"Kamu kenapa sih senyum senyum sendiri kayak gitu. Takut tau liatnya."


"Kamu kira aku gila? Aku bener bener bahagia hari ini. akhirnya aku bisa meminang wanita yang aku impikan."


"Ya abis kamu senyum senyum sendiri aja dari tadi."


"Emang kamu gak bahagia hari ini?"


"Aku bahagia pake banget. pertama acara yang aku tunggu tunggu berakhir sukses. dan yang paling bikin aku bahagia kejutan dari kamu. makasih ya udah memberikan kebahagiaan sama aku."


"Kita sampe. Ayo turun."


"Ini yang tuan rumahnya siapa sih?"


"Hehe.. Aku juga sebentar lagi jadi tuan rumah disini." Jawab Vino sambil terkekeh.


Mereka masuk ke dalam bangunan butik. saat sampai di depan pintu rumah Adinda yang terletak di lantai 3 bangunan tersebut Vino langsung memeluk Adinda dari belakang.


"Terima kasih sayang. Aku gak sabar untuk menikah sama kamu."


"Sabar dong. jika sudah waktunya kita pasti bersama."


Adinda lalu membalikam tubuhnya menjadi menghadap ke arah Vino. Adinda mencium pipi Vino, membuat senyuman di bibir Vino makin mengembang. Vino membalas dengan menciumi seluruh permukaan wajah Adinda dan berakhir di bibir ranum Adinda.


"Aku sayang kamu Adinda."

__ADS_1


"Aku juga sayang kamu Vino."


__ADS_2