
Keesokan harinya Vino tetap menghampiri Adinda di butiknya.
"Sayang.. Tolong dengerin aku dulu.. jangan diemin aku kaya gini Sayang.. Aku mohon."
"Mau apa lagi sih kamu ke sini? Aku bilang bawa buktinya. baru aku percaya sama kamu."
"Aku bakal buktiin sama kamu sayang. Tapi aku mohon jangan diemin aku kayak gini. Kita pulang ke rumah yah.."
"Bawa dulu buktinya. Baru aku mau pulang ke rumah. Mending sekarang kamu pulang. Aku banyak kerjaan."
"Aku tunggu kamu di rumah sayang. Aku mohon kamu pulang ya."
"Aku gak janji."
Setelah percakapan itu Vino keluar dari ruang kerja Adinda. Ia memilih ke rumah sakit untuk menemui suster Mira. Sesampainya di rumah sakit ia bertemu dengan Raka, Kevin serta Axel yang berjalan beriringan menuju kantin.
"Kenapa muka lo kusut banget kayak yang belum di setrika?" Tanya Axel
"Adinda lagi marah sama gue." Jawab Vino
"Marah kenapa? Lo bikin ulah?" Tanya Kevin
"Ada video dan foto gue bareng suster Mira." Jawab Vino lagi
"Video apaan?" Tanya Raka penasaran
"Jadi kemaren pas acara fashion show Adinda. Ada yang muter video yang isinya foto foto gue sama suster Mira. Fotonya kayak layaknya sepasang suami istri gitu. Ada juga foto gue lagi kayak yang lagi cium suster Mira. Gue juga bingung. Padahal gue gak pernah macem macem di belakang Dinda. Dia marah dan gak mau pulang." Jelas Vino Sekarang mereka berada di kantin rumah sakit.
"Lo inget gak adegan ciuman lo itu di mana?" Tanya Axel
"Gue inget itu pas gue nganterin dia pulang karena dia sakit. Itu di depan rumah dia. Tapi gue berani sumpah gue gak cium dia." Balas Vino
"Bisa aja karena posisi pengambilan fotonya yang pas jadi seolah olah lo cium suster Mira." Ucap Raka
"Bener juga. Bisa jadi tuh kayak gitu Vin. Kalo lo emang beneran gak cium suster Mira." Lanjut Kevin.
"Lo pada bantuin gue buat nyari bukti ya. Pleasee..." Ucap Vino. "Gue bingung harus mulai nyelidikin dari mana kalo sendiri."
"Baiklah.. Kita bantu lo." Ucap Raka dan yang lain nya hanya menganggukkan kepalanya.
Tak lama ponsel Raka berbunyi tanda ada pesan masuk.
Adinda :
Dokter Raka hari ini ada jadwal pemeriksaan gak?
Raka :
Emang kenapa Din?
Adinda :
Aku mau periksa kandungan aku dok.
Raka :
Kamu hamil? Tapi kok Vino gak bilang apa apa.
Adinda :
__ADS_1
Dia belum tau dok. Soalnya aku lagi sebel sama dia. Aku males ketemu sama dia. Dokter jangan bilang bilang kalau aku yang hubungi dokter ya. Terus jangan bilang juga kalo aku lagi hamil.
Raka :
Loh kok gitu Din? Dia pasti seneng banget denger kamu hamil
Adinda :
Nanti aja aku yang kasih tau. Kalo aja dia gak berulah. Pasti udah aku kasih tau waktu itu. Padahal aku udah siapin kejutan buat dia. Malah aku yang terkejut sama video mesum dia.
Raka :
Kamu yakin itu asli? Gimana kalo Vino cuma di jebak?
Adinda :
Aku juga gak yakin dok. Aku cuma pengen dia buktiin aja ke aku. Ya udah dok. Nanti sore aku ke rumah sakit.
Raka :
Baiklah. Aku tunggu. Kamu langsung ke ruangan aku aja ok. Bilang aja ke suster yang jaga kalo kamu udah ada janji sama aku.
Adinda :
Baik dok. Makasih ya. Sampai ketemu nanti dok.
Raka :
Iya. Sampai ketemu nanti juga.
Chat Adinda dan Raka berakhir. Raka mendapat tatapan aneh dari para sahabatnya.
"Kepo Lo." Jawab Raka asal
Di tempat lain Adinda sedang muntah muntah efek dari kehamilnya. Semenjak hamil tak ada makanan yang bisa masuk ke dalam perutnya. Setiap ada makanan yang masuk pasti langsung ia muntahkan lagi.
"Mending lo ke dokter deh. Periksa lagi kandungan lo. Soalnya lo bener bener gak makan apapun. Gue hawatir sama lo dan bayi di kandungan lo." Ujar Yola.
"Iya nanti sore gue janji mau ketemu dokter Raka. Udah gue chat tadi. Katanya nanti sore aja. sekitar jam 4."
"Mau gue anter?"
"Ga usah. Lo pulang aja. Gue bisa sendiri kok. gue naik taksi aja."
"Kalo ada apa apa lo harus telfon gue ya."
"Iya iya. Bawel banget sih."
"Kan gue sayang sama calon keponakan gue."
"Iya deh iya. Gue mau tidur aja ya. Gak enak banget badan gue rasanya."
"Ya udah naik aja sana."
"Bangunin gue jam 3 sore nanti ya. Takutnya gue kebablasan."
"Siap Bu bos. Udah sana istirahat aja."
Adinda pun naik ke kamarnya. Ia merebahkan dirinya di atas kasur dan tak lama kemudian ia pun terlelap. Sore pun tiba. Waktu menunjukkan pukul 3 sore.
__ADS_1
"Din.. bangun. Ini udah jam 3 loh. Bukannya lo mau ke rumah sakit?"
"Iya gue bangun."
Saat bangun tidur Adinda merasakan pusing yang luar biasa dan ia juga merasakan perutnya bergejolak menandakan ia akan memuntahkan isi perutnya kembali. Dan Dinda pun langsung masuk ke kamar mandi.
"Hoekk.. Hoekk.." Dinda memuntahkan isi perutnya lagi di wastafel.
"Gue anter aja ya ke rumah sakit nya. Gue kawatir kalo lo pergi sendiri."
"Ga usah. Gue gak mau ngerepotin lo."
"Gue anter sampe lobi rumah sakit deh sekalian gue pulang. lo masuk sendiri kalo emang lo gak mau di anter."
"Baiklah baiklah. Maksa banget sih."
"Ini juga buat kebaikan lo. Lo pucet banget soalnya."
"Ya udah gue siap siap dulu."
Adinda masuk ke dalam untuk membersihkan dirinya. Dan berharap ia akan menjadi lebih segar setelah mandi. Tak lama Adinda selesai dengan kegiatan mandi nya. Setelah itu Dinda yang di antar Yola menuju rumah sakit. Sesampainya di lobi Adinda langsung masuk ke dalam sedangkan Yola langsung menancap gas mobilnya menuju rumahnya.
"Sayang. Kamu lagi apa di depan ruangan Raka?"
"Aku mau periksa."
"Jangan Jutek gitu dong sama suami. Dosa loh."
"Bodo amat. Udah sana. Aku mau masuk dulu."
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk." Ujar Raka
"Kok gak ada suster yang jaga di depan dok?"
"Jangan manggik dokter dong. Panggil Raka aja. Lagi ke kamar mandi dulu."
Lalu Vino ikut masuk ke dalam ruang periksa kandungan. Tempat praktek Raka.
"Ngapain kamu ikut masuk?" Tanya Adinda jutek.
"Aku mau tau kesehatan kamu sayang." Jawab Vino
"Ya udah yuk periksa" Ucap Raka
Adinda langsung berbaring di atas tempat periksa. Raka langsung menyiapkan alat USG untuk pemeriksaan Adinda. Raka menggerakkan alat USG di atas perut Adinda. Vino yang sedikit tau langsung berujar.
"Kamu hamil sayang? Kok gak ngasih tau aku sih."
"Niatnya aku tuh mau ngasih kejutan ke kamu waktu acara fashion show. Malah aku yang di kasih kejutan sama kamu."
"Maaf sayang. Aku beneran gak ngelakuin itu. Kamu pulang ya."
"Aku bilang sebelum kamu punya buktinya aku gak akan pulang."
"Berantem nya nanti lagi ya. Yuk sekarang ikut ke meja. Ada yang harus aku jelasin."
Setelah duduk di depan meja Raka menjelaskan hasil pemeriksaan Adinda. Raka menjelaskan jika Adinda harus di rawat karena tubuh Adinda kekurangan cairan dan kurang nutrisi. Dengan sigap Vino langsung memesan kamar VIP untuk Adinda di rawat inap.
__ADS_1