
Mereka telah sampai di kediaman Vino. Mereka masuk dengan sambutan dari kedua orang tua Vino. Namun, Adinda tak dapat menemukan Arkana di dalam rumah ini.
"Assalamualaikum Mah, Pah." Ujar Adinda sambil mencium punggung tangan Mamah dan Papah, diikuti Vino di belakangnya.
"Wa'alaikum salam. Kalian udah pulang. Mamah kira kalian menginap di sana." Ujar Mamah saat Adinda dan Vino memasuki ruang tv.
"Gak Mah, lagian Arkana tadi pulang lebih dulu sama Kak Raka. Oia sekarang Arkana nya mana Mah?" Tanya Adinda
"dia belum pulang dari tadi. Mungkin dia lagi sama Papahnya."
"Ya udah kalau gitu aku masuk dulu ke kamar Mah, Pah."
"Iya sayang."
Adinda masuk ke dalam kamar tamu, dan Vino masuk ke dalam kamarnya. Rasanya ia ingin segera meresmikan kembali hubungannya dengan Adinda. Adinda segera membersihkan dirinya begitupun dengan Vino. Setelah selesai secara bersamaan keduanya memghampiri Mamah dan Papah di ruang tv. Vino memilih duduk di atas karpet di depan orang tuanya. Sedangkan Adinda mendudukan dirinya di sofa single. Tak lama ponsel Adinda berdering adanya pesan masuk dari Raka dan grup 'Cewek Kece'. Ia lebih dahulu membuka pesan dari Raka.
Raka :
Assalamualaikum Din, maaf Arkana Kakak bawa ke rumah. Nenek sama Kakek nya pengen ketemu sama Arkana. Ga apa apa kan?"
Adinda :
Wa'alaikum salam. Iya Kak, Ga apa apa kok. Titip salam buat Ibu sama Ayah. Maaf aku belum sempat ke sana. Mudah mudahan besok aku bisa ketemu sama Ibu dan Ayah.
Raka :
Iya Din, Ayah sama Ibu nanyain anak gadisnya terus tuh. Ibu sama Ayah pasti senang besok bisa ketemu kamu.
Adinda :
Iya Kak, aku juga gak sabar pengen ketemu sama Ibu dan Ayah. Ya udah Kak, aku titip Arkana ya. Kalau dia rewel hubungi aku aja ya Kak.
Raka :
Tenang aja Din. Selama sama Papahnya dia anteng kok. Gak rewel sama sekali malah.
Adinda :
Iya aku percaya. Maaf ya Kak kalau Arkana merepotkan.
Raka :
Gak usah ngomong gitu. Dia anak aku juga. Aku kan Papahnya. Udah dulu ya Din, Arkana pengen di temenin main tuh.
Adinda :
Iya Kak, Makasih ya.
Raka :
sama sama gadis kecilku.
Tak lama Adinda membuka pesan dari grup 'Cewek Kece'
Safira :
Din gimana hari ini?
Vivian :
Iya Din gimana. Sumpah gue penasaran banget.
Safira :
Wah. jiwa kepo kita meronta nih. Adinda mana sih. Lama banget ngejawabnya.
Yola :
Ada apaan emang? Kepo juga gue. Hehe.
Safira :
Gue juga penasaran kelanjutannya gimana.
Yola :
Awalnya aja gue gak tau. Ceritain dulu dong. Please...
Safira :
Jadi tadi tuh Kak Vino sama Adinda pas dateng mereka kayak lagi berantem gitu. Pada diem dieman. Nah gue kan kepo. Jadi gue tanya sama kak Raka yang satu mobil sama mereka. Ternyata dengan gilanya Kak Vino nyuruh Adinda buat nikah sama Kak Raka. Padahal kita tau pasti perasaan dia sama Kak Vino kayak gimana. Ya pasti lah Adinda marah.
Yola :
Kenapa Kak Vino kayak gitu ya?
__ADS_1
Safira :
Kata Kak Raka lagi nih, katanya Kak Vino punya firasat bakalan pergi jauh dalam waktu dekat ini. Entahlah gue gak ngerti.
Vivian :
Gue juga gak ngerti sama jalan fikiran Kak Vino kayak gimana. Secara gampangnya dia ngomong gitu sama Adinda.
Yola :
Wah. bener bener ya Kak Vino. Terus gimana?
Safira :
Gue juga gak tau. Adinda belum konfirmasi apapun sama kita. Kita chat sekarang aja gak dia tanggepin.
Vivian :
Atau mereka masih membahas masalah mereka itu ya?
Yola :
Setahu gue Kak Raka punya pacar kan yang masih menempuh pendidikan di luar sana. Kalo gak salah Kaka Marcela.
Safira :
Nah itu juga yang bikin gue penasaran. Gimana jadinya ini.
Adinda :
Berisik kalian. Ngegibah mulu hobinya. Heran deh.
Safira :
Ngegibah juga orangnya tau. Gak ngegibah di belakang lo kan yang penting.
Adinda :
Terserah lo deh.
Vivian :
Jadi gimana sama Kak Vino sekarang? Cerita dong. Penasaran gue.
Adinda :
Yola :
Maksud lo? Masing masing atau barengan? Yang jelas dong.
Safira :
Jangan bilang dia tetep maksa lo buat nikah sama Kak Raka.
Vivian :
Kasian dong Kak Sela.
Adinda :
Gue gak setega itu ya ngerebut pacar orang. Lagian dia tuh Kakak gue. Gak mungkin kan gue nikah sama Kakak gue sendiri.
Safira :
Kakak ketemu gede.
Adinda :
Emang.
Yola :
Pertanyaan gue belum di jawab woy.. Jawab dulu napa. Jangan ngegantungin kayak gini.
Safira :
Wah sifat bar bar Yola sudah kembali.
Yola :
Sok tau lo.
Adinda :
Debat mulu heran deh. Mau di kasih tau gak nih?
__ADS_1
Yola :
Mau
Safira :
Mau (2)
Vivian :
Mau (3)
Yola :
Kebiasaan copas mulu.
Safira :
Biarin.
Yola :
Serah deh. Jadi apa jawaban lo Din?
Adinda :
Ya intinya kita mencoba membuka lembaran baru. Kita bakal memulai semua nya dari awal.
Safira :
gue ikut seneng sayang ku.. Kesabaran lo membuahkan hasil.
Yola :
Selamat sayang ku. Semoga lancar ya buat kedepannya.
Adinda :
Aamiin..
Vivian :
Selamat sayang ku. Semoga Allah kasih jalan yang terbaik buat hubungan lo sama Kak Vino.
Adinda :
Makasih doanya. Gue udahan dulu ya. Mau ngobrol sama Mamah sama Papah dulu. Bye.
Adinda pun menyimpan ponselnya di atas meja. Lalu Vino sudah beralih duduk di depan Adinda saat ini. Masih di karpet bukan di sofa
"Mah, Pah ada yang mau aku omongin." Ujar Vino
"Ada apa Vin?" Tanya Papah.
"Kalau aku sama Adinda berencana kembali seperti dulu gimana Pah, Mah?" tanya Vino
"Gimana apa nya? Maksud kamu seperti dulu tuh yang mana? Yang kalian saling mencintai atau kalian dengan kehidupan masing masing?" Tanya Papah
"Ya bersatu lagi Pah. Kalau mau masing masing aku gak perlu minta pendapat Mamah sama Papah." Balas Vino.
"Semua keputusan ada di tangan kalian. Papah cuma bisa kasih dukungan aja. Papah cuma bisa mendoakan yang terbaik buat kalian." Ujar Papah
"Alhamdulillah.. Akhirnya doa Mamah selama ini di kabulkan. Makasih ya Din masih mau nerima anak Mamah yang kurang ajar ini." Tambah Mamah.
"Mah, jangan jatuhin anaknya dong." Ujar Vino sedangkan adinda hanya tersenyum
"Ya udah Papah sama Mamah mau ke kamar dulu. Awas jangan macem macem. Kalian belum resmi." Ujar Papah.
"Siap Pah." Jawab Vino.
Kini Adinda dan Vino masih di ruang tv. Tiba tiba sifat manja Vino mulai terlihat kembali.
"Sayang duduk di sana yuk." Ajak Vino sambil menarik tangan Adinda untuk pindah ke sofa yang lebih panjang.
Adinda hanya menuruti dan sekarang ia sudah duduk di sofa yang panjang. Tiba tiba Vino merubah posisinya menjadi tidur terlentang dengan meletakkan kepalanya di paha Adinda.
"Kamu tadi chat sama siapa sih? Asik bener keliatannya."
"Sama Kak Raka minta izin Arkana nginap di sana. Terus lanjut di grup cewek kece."
"Ngebahas apa?"
"Mereka gibahin aku."
"Maksudnya?"
__ADS_1
"Baca aja lah chat nya."
Tanpa di suruh dua kali Vino sudah mengambil ponsel Adinda dan membaca isi chat di ponsel Adinda. Tanpa sadar tangan Adinda terulur mengusap ngusap kepala Vino membuat Vino tersenyum sedangkan Adinda masih fokus dengan tontonannya. Sampai waktu menunjukkan pukul 10 malam, Adinda pamit untuk tidur. Sebenarnya Vino masih ingin berlama lama seperti ini. Namun ia juga merasa kasihan kepada Adinda yang pasti kelelahan dengan aktifitasnya hari ini. Akhirnya mereka menuju ke kamar masing masing dan lanjut berkelana ke alam mimpi masing masing.