Dokter Hatiku

Dokter Hatiku
DUA PULUH LIMA


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Vino akan memulai awal minggu dengan rutinitasnya di rumah sakit. Adinda juga berencana akan ke butik untuk menemui klien yang ingin bertemu secara langsung dengan Adinda.


"Mas hari ini aku ke butik ya. Harus ketemu klien soalnya. Aku janji temu di butik."


"Iya. Minta jemput ya. Jangan pergi sendiri."


"Iya mas. Tapi pergi sendiri juga ga apa apa kok."


"Ya kalo bisa minta jemput aja. Kalo gak kamu bisa telfon aku. Kalo aku luang aku bisa anterin kamu dulu."


"Iya mas."


"Ya udah aku berangkat dulu ya sayang." Ujar nya sambil mengecup kening Adinda lalu berjongkok di depan perut Adinda yang terlihat besar. "Anak Ayah jangan nakal ya Nak di dalem perut Bunda." Lalu mengusap dan mengecup perut Adinda.


Terasa pergerakan dari bayi mereka saat Vino mengelus dan mencium perut Adinda. Vino langsung tersenyum dan memberikan ciuman bertubi tubi. Bayi di dalam perut Adinda pun semakin bergerak lincah.


"Kamu udah bisa ngerespon Ayah ya Nak. Baik baik ya sayang. Ayah gak sabar nunggu kamu Nak. Ayah pergi dulu ya." Vino mengelus perut Adinda dan langsung berdiri berhadapan dengan Adinda.


"Kalo gak inget dinas mending di rumah deh. Ngelonin isteri sama bayi kita. Aku seneng banget dia aktif banget geraknya."


"Iya mas. Alhamdulillah. Dia nya sehat makanya gerak nya aktif banget."


"Beneran sayang. Jadi males buat berangkat ke rumah sakit."


"Ga boleh gitu. Itu udah kewajiban kamu mas. Udah sana pergi. Nanti keburu siang loh."


"Ya udah. Nanti kalo gak ada yang anter kabarin aku ya. Kalo lagi senggang aku bisa buat anter kamu dulu."


"Iya. Udah sana."


"Iya sayang iya. Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam."


Adinda masuk ke dalam rumah. Seperti biasa ia langsung mengirim chat ke grup 'Cewek Kece'


Adinda :


Ada yang bisa jemput gue gak nanti? Sekitar jam 10. Gue mau ketemu klien di butik jam 11.


Yola :


Sorry. Gue lagi ke Bandung. Ada sedikit masalah di cabang yang di Bandung.


Adinda :


Kok lo gak bilang kalo ada masalah disana? Masalah apa?


Yola :


Cuma ada kesalah pahaman aja kok antara klien sama salah satu pegawai kita. Nanti gue kabarin lagi. Gue masih di jalan ini.


Safira :

__ADS_1


Sorry gue ada pemotretan jam 10. Belum tau selesai nya jam berapa.


Vivian :


Gue juga gak bisa. Ada hewan yang darurat.


Adinda :


@Yola. Hati hati di jalannya. jangan lupa kabarin gue ya.


@Safira. ga apa apa. lo kerja aja yang bener.


@Vivian. Ga apa apa vi. Itu udah kewajiban lo.


Safira :


Makasih pengertiannya sayangku


Vivian :


Makasih pengertiannya sayangku (2)


Safira :


Kebiasaan Main copy aja.


Vivian :


Setelah selesai chat dengan para sahabatnya ia memilih untuk membersihkan dirinya dan bersiap siap untuk pergi ke butiknya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Ia mengirim chat pada Vino suaminya.


Vino :


Mas. Sahabat ku pada berhalangan semua jadi gak bisa anter aku ke butik. Mas sibuk gak?


Lama Adinda menunggu balasan dari Vino tapi tak kunjung ada balasan. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 pagi.


"Kalo pake ojol pasti lama nunggu lagi. Berangkat sendiri aja deh. pelan pelan aja. Semua pasti baik baik aja kok." Batin Adinda.


Adinda mengendarai mobilnya menuju butik. Ia mengendarai dengan sangat hati hati. Ia juga tak ingin terjadi apa apa dengan bayi di dalam kandungannya. Tak butuh waktu lama ia sudah sampai di butik. Karena kebetulan jalan raya sedang tidak macet. Dan hanya sedikit kendaraan menjadikan perjalanan Adinda lancar. Sesampainya di butik ia langsung di sambut oleh Kedua orang tua Mira yang masih tinggal di butik. Karena Manda terkadang masih berusaha mencelakai keluarga suster Mira.


Pernah suatu hari Ibu dari suster Mira hampir tertabrak mobil yang dikendarai oleh Manda. Pernah juga Ayah suster Mira dengan sengaja di serempat saat sedang berjalan. Adinda belum bisa menjebloskan Manda ke penjara karena kurangnya bukti. Karena di tempat kejadian Ibu dan Ayahnya suster Mira tak terlihat oleh kamera CCTV. Dengan itu Adinda memperkerjakan 2 orang bodyguard untuk menjaga keselamatan keluarga suster Mira. Karena suster Mira jujur padanya,orang tua suster Mira yang jadi sasaran. Adinda merasa bertanggung jawab atas hal itu.


"Kamu kok bawa mobil sendiri Nak?" Tanya ayah suster Mira


"Ga apa apa Pak. Aku gak mau ngerepotin orang terus. Yang lain pada berhalangan. Vino kayaknya lagi sibuk di rumah sakit."


"Bapak cuma gak mau terjadi apa apa sama bayi kamu Nak."


"Iya Pak. Makasih udah khawatir sama aku. Ibu mana Pak?"


"Kayaknya lagi masak di atas."

__ADS_1


"Aku ke atas dulu ya Pak."


Saat Adinda hendak berjalan menuju atas untuk menemui Ibu suster Mira langkahnya terhenti karena ada seseorang yang masuk. Tak lain adalah klien nya. Adinda dan klien tersebut asik berbincang masalah desainer Adinda. Adinda di ajak kerja sama dengan merek mereka, tapi Adinda masih harus memikirkan matang matang tentang kerja sama itu. Mereka berbincang cukup lama. Sampai tak terasa waktu menunjukkan pukul 3 sore. Klien tersebut pamit dengan harapan bisa bekerja sama. Setelah kepulangan klien nya Adinda tertidur di sofa ruang kerjanya. Saat waktu menunjukkan pukul 5 sore ponselnya berdering tanda adanya chat masuk.


Vino :


Kamu berangkat sendiri sayang?


Adinda :


Iya mas. Yang lain lagi pada sibuk. Kamu juga kayaknya sibuk banget mas.


Vino :


Iya sayang. Banyak pasien hari ini di poly. Terus tadi jam 3 aku operasi. Ini juga baru selesai. Urusan kamu udah selesai?


Adinda :


Udah mas. Ini juga mau pulang.


Vino :


Tunggu aku sayang. Aku ke butik sekarang.


Adinda :


Terus mobil aku gimana?


Vino :


Kamu simpen di butik aja kan bisa


Adinda :


Iya mas kalo gitu aku tunggu ya.


Adinda menunggu kedatangan Vino. Tak lama Adinda kembali terlelap di sofa ruang kerjanya. Vino datang dengan sedikit mengendap ngendap karena kata Bapak suster Mira Adinda tertidur di ruang kerjanya.


Adinda mengerjapkan matanya saat merasa ada tangan yang membelai kepalanya. Saat membuka mata ia tersenyum melihat wajah suaminya.


"Maaf aku ganggu kamu tidur ya?"


"Ga kok mas. Mas udah lama?"


"Baru aja kok. Mau pulang sekarang?"


"Ayo mas. Pulang sekarang aja. Tapi mampir beli sushi dulu ya mas."


"Iya sayang. Yuk kita pulang. Mumpung belum terlalu malam."


"Baiklah. Ayo mas."


Sebelum meninggalkan butik tak lupa Adinda berpamitan kepada ayah dan Ibu suster Mira. Setelah itu mobil mereka melesat ke restauran sushi sesuai keinginan Adinda. Setelah semua keinginan Adinda terpenuhi mereka pulang ke rumah dan beristirahat untuk menyambut hari esok.

__ADS_1


__ADS_2