
Setelah makan siang, mereka masih menaiki beberapa wahana. Saat adzan ashar tiba, mereka memilih kembali istirahat sambil melaksanakan salat ashar. Setelah itu, mereka menaiki wahana bianglala sebagai penutup acara bermain di dufan hari ini sebelum mereka mengelilingi seaworld. Saat ini mereka sudah memasuki kawasan seaworld. Arkana sangat antusias melihat beberapa jenis ikan yang ada di dalam sana. Di setiap tempat Arkana meminta sang Bunda untuk mengabadikannya dengan sebuah foto.
"Bunda fotoin aku disini ya Bun." Ujar Arkana.
"Baiklah sayang. pose nya mana." Arkana membuat pose untuk foto dirinya.
"Ayo Bunda, kita keliling lagi." Ajak Arkana pada bundanya.
"Bunda aja yang di ajak. Tante gak di ajak keliling nih." Ujar Yola.
"Di ajak dong tante. Ayo tante." Balas Arkana.
"Kakak. Bianca ikut." Ujar Bianca sambil berjalan ke arah Arkana.
Mereka pun berkeliling kembali di dalam seaworld.
"Mas. Kok aku ngerasa ada yang ngikutin kita ya dari tadi saat kita memasuki dufan." Ujar Adinda sambil celingak celinguk mencari orang yang mencurigakan.
"Perasaan kamu aja kali sayang. Udah yuk jalan lagi." Ucap Vino menenangkan padahal ia sendiri menyadari hal itu. Ia berkata demikian agar Adinda bisa sedikit tenang dengan acara hari ini.
Saat Adinda menghampiri Yola dan yang lainnya Vino segera melangkah mendekati Raka.
"Ka, gue ngerasa ada yang ngikutin sejak kita di dufan tadi. Gue kira ini cuma perasaan gue aja. Tapi Adinda juga ngerasain itu. Ia bahkan barusan bilang kalau ada yang ngikutin kita. Gue gak tau siapa yang dia incer. Gue juga gak tau siapa yang ngikutin kita. Gue mohon tolong jaga Arkana. Gue juga bakal kasih tau yang lain takutnya bukan gue atau Adinda yang jadi incerannya. Biar yang lain juga sedikit hati hati." Ujar Vino sedikit berbisik di telinga Raka. Raka langsung mengedarkan pandangannya dengan berpura pura melihat hewan laut yang ada di sekitarnya.
"Gue gak liat yang mencurigakan sih Vin." Balas Vino.
"Makanya dari itu. Dia pasti pinter banget sembunyi." Tambah Vino.
Melihat Vino dan Raka saling berbisik, Kevin dan Axel mendekati Vino dan Raka.
"Ada apa pada bisik bisik?" Tanya Axel
"Ada yang gak beres?" Sambung Kevin
"Gue tadi sempet liat orang sedikit mencurigakan. Pas gue liat ke arah belakang dia sembunyi. Pas gue jalan dia ngikut jalan. Sampe sekarang sih dia kayak yang masih ngikutin. Tapi gue juga gak bisa pastiin yang mana orangnya. Awalnya gue kira itu cuma perasaan gue aja. Tapi barusan Adinda bilang ke gue kalau ada yang ngikutin kita. Entah siapa yang dia incer. Tapi gue minta tolong jaga keluarga kalian. Tolong jaga diri kalian. Sumpah perasaan gue gak enak." Jelas Vino
__ADS_1
"Pulang aja kalau gitu. Gue takut nanti ada hal yang tidak diinginkan." Ucap Axel.
"Gue juga pengennya tadi langsung balik. Tapi gue gak tega liat Arkana. Dia lagi seneng banget. Gue gak mau ngerusak hari yang dia tunggu tunggu." Tambah Vino.
"Lo tau gak siapa orang yang ngikutin kita?" Tanya Axel.
"Kalau gue tau udah dari tadi gue tampol." Jawab Vino
"Ya udah kita saling menjaga. Jangan sampe ada yang lengah. Kita bersikap biasa aja. Jangan sampai dia curiga kalau kita udah tau dia ngikutin kita." Timpal Kevin.
"Iya bener. Kita bersikap biasa aja." Ujar Raka.
Mereka kembali berkeliling bersama dengan keluarga mereka. Terakhir sebelum keluar, Arkana ingin kembali ke under water tunnel. Setelah itu mereka kembali ke arena touch pool karena Arkana ingin sekali lagi menyentuh bintang laut. Setelah merasa puas, mereka keluar dan menuju salah satu restoran di arena tersebut untuk mengisi perut mereka. Mereka memesan beberapa hidangan untuk makan malam mereka.
"Bunda, Ayah, Papah makasih ya udah bawa aku kesini. Aku seneng banget hari ini. Terlebih kita berangkat bareng bareng." Ujar Arkana.
Arkana duduk di samping Raka dan di depan Adinda. Sedangkan Vino duduk di sebelah Adinda. Karena tempat lumayan penuh, Jadi mereka tidak mendapatkan meja panjang seperti tadi siang. Alhasil mereka duduk di 3 meja yang berbeda namun tidak terlalu berjauhan.
"Sama sama sayang. Apapun bakal Ayah lakukan asal kamu senang." Ucap Vino.
"Ini udah malem Kan." Ucap Adinda
"Tapi aku mau bunda." Rengek Arkana
"Kasih aja. Ga apa apa kok." Sahut Raka
"Kalau dia sakit gimana Kak?" Tanya Adinda
"Ga akan Din. Percaya sama kakak." Lanjut Raka
Adinda lalu memesankan ice cream dengan ukuran sedang yang berisi ice cream coklat dan vanila kesukaan Arkana. Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. Mereka memakan makanan itu dalam diam. Mereka asik dengan makanan di hadapan mereka. Setelah selesai, Arkana memakan ice creamnya. Namun tanpa di sengaja, ice cream itu tumpah mengenai bajunya.
"Maaf Bunda aku gak hati hati." Ujar Arkana menyesal karena sudah mengotori pakaian nya.
"Ga apa apa sayang. Kamu juga kan gak sengaja. Sini Bunda lap dulu." Jawab Adinda
__ADS_1
Adinda membersihkan tumpahan ice cream yang berada di baju Arkana. Melihat hal itu, Raka berniat mengambilkan baju Arkana di dalam mobil.
"Mau kemana Kak?" Tanya Adinda
"Kakak mau ambil baju Arkana dulu. Kasian bajunya kotor." Balas Raka
"Gak usah kak. Nanti aku aja yang ambil. Soalnya itu gabung sama baju aku kak." Ucap Adinda.
"Baiklah kalau gitu."
Raka duduk kembali di kursinya, dan Adinda berdiri untuk mengambil pakaian Arkana.
"Pinjem kunci mobil sebentar mas. Aku mau ambil baju Arkana dulu." Ucap Adinda
"Ayo aku antar." Ujar Vino
"Gak usah. Aku udah gede loh. Aku berani kok sendiri. Kamu disini aja mas. Temenin Arkana."
"Arkana kan ada papahnya."
"Udah gak usah. Kamu disini aja. Biar aku pergi sendiri."
"Baiklah." Pasrah Vino
Adinda pergi setelah mendapatkan kunci mobil Vino. Namun Vino tak bisa tenang karena ia merasa was was akan orang yang mengikuti kegiatan mereka hari ini.
"Gue gak enak hati ini. Gue samperin Adinda dulu ya." Ujar Vino kepada Raka. "Sayang, Ayah nemenin Bunda dulu ya." Ucap Vino sambil mengelus kepala Arkana.
"Kok di temenin Ayah, Bunda kan udah gede. Udah bisa sendiri."
"Mobilnya jauh sayang dari sini. Di luar juga udah mulai agak gelap. Kasian dong bunda jalan sendiri."
"Ya udah deh boleh. Aku nunggu disini aja sama Papah."
Vino segera keluar dari restoran menuju mobilnya. Ia sudah melihat Adinda yang sedang membuka bagasi mobilnya. Vino sedikit membulatkan matanya saat melihat seseorang di belakang Adinda yang sedang mengarahkan pisau ke arah Adinda. Vino sontak langsung berlari melindungi Adinda. Alhasil ia yang terkena tusukan pisau tersebut tepat di bagian perut. Adinda menjerit meminta pertolongan untuk Vino yang terkena luka tusuk di perutnya. Kebertulan saat itu ada security yang sedang berpatroli dan langsung mengamankan pelaku. Adinda langsung menghubungi Raka. untuk meminta bantuan.
__ADS_1