
Tak terasa hari yang di tunggu tunggu tinggal menunggu waktu. Tinggal beberapa jam saja mereka akan melangsungkan pernikahan mereka. Sekarang waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. tinggal menunggu waktu sekitar 7 sampai 8 jam hingga hubungan mereka resmi menjadi suami istri.
Vino yang saat ini tak bisa tidur karena gugup mengahadapi hari esok. mencoba mengirim pesan kepada Adinda.
Vino:
Sayang.
Vino menunggu selama beberapa menit tak ada jawaban Vino berfikir mungkin Adinda sudah tertidur.
Adinda :
Kenapa?
Vino :
Kamu belum tidur? atau aku yang ganggu tidur kamu?
Adinda :
Aku baru mau tidur. Baru selesai mengecek beberapa hal. kamu belum tidur?
Vino :
Aku gak bisa tidur sayang. aku gugup banget. Kamu gugup gak?
Adinda :
Aku baru ngerasa gugup sekarang. Mungkin karena aku sejak tadi sibuk mempersiapkan beberapa hal.
Vino :
Kamu di rumah kan sekarang gak lagi di luar kan?
Adinda :
Aku tidur di hotel malam ini. biar bisa cek segala sesuatunya. Sekalian biar besok gak ribet lagi. Kenapa emang?
Vino :
Tau gitu aku juga tidur di hotel. biar kita bisa ketemu.
Adinda :
__ADS_1
Inget.. kata mamah kita itu lagi di pingit. jadi belum boleh ketemu.
Vino :
Tapi kan aku kangen kamu. Udah seminggu loh kita gak ketemu. Aku VC boleh ya?
Adinda :
Gak usah Vin. aku ngantuk. boleh gak aku tidur duluan?
Vino :
Ya udah kalau kamu mau tidur. Mimpi indah sayangku.
Adinda :
Kamu juga harus tidur ya. biar muka kamu besok seger. Mimpi indah juga sayang.
Vino :
Baiklah. aku bakal berusaha tidur. Sampai ketemu besok.
Setelah itu mereka mulai memejamkan matanya. mereka berselancar di alam mimpi. Untuk menyambut hari esok yang sangat mereka tunggu.
Di tempat lain, Tepatnya di rumah Vino. mereka juga tengah sibuk mempersiapkan segala hal. Mereka sedang bersiap untuk berangkat ke acara pesta pernikahan mereka.
"Gak usah gugup Vin." Ujar papah Andrew
"Papah kayak gak pernah merasakan saja. bukannya papah juga waktu dulu sama gugupnya yah waktu nikah sama mamah." Jawab mamah Falia
"Ya sudah ayo berangkat. sepertinya anakmu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan calonnya." Lanjut papah Andrew
Mereka pun berjalan dengan mobil beriringan yang berisi kerabat dan sahabat Vino. Sesampainya di hotel tempat di langsungkannya pernikahan Adinda dan Vino. Mereka di sambut oleh beberapa orang dari pihak WO. Ia di arahkan menuju meja untuk di langsungkannya acara ijab kabul. Vino duduk berhadapan dengan pihak Kantor Urusan Agama karena Adinda sudah tidak ada sanak saudara yang bisa menjadi wali nikahnya. Di sisi kiri dan kanan meja ada saksi Sedangkan bangku di sisi kanan Vino belum terisi, karena pemilik kursi itu belum menampakan dirinya. sebab acara ijab baru akan di laksanakan sekitar 10 menit lagi.
10 menit telah berlalu. Kini Adinda menampakan dirinya dengan dan di apit oleh sahabatnya. Vivian di sebelah kanan, Safira di sebelah Kiri sedangkan Yola di belakang dengan memegang gaun pengantin Adinda yang memiliki ekor cukup panjang. Terpancar rona bahagia dari wajah Adinda. Ia selalu menampakkan senyumnya. Setelah sampai di depan meja untuk akad. Ia mendudukan dirinya di samping Vino. Sedangkan para sahabatnya mendudukan diri di kursi yang sudah tersedia di belakang meja akad bersama orang tua Vino dan kerabat serta sahabat Vino. Ijab Kabul pun di laksanakan. Terdengar suara seseorang dari pihak Kantor Urusan Agama mengucapkan ijab disusul Vino dengan sangat lancar.
"Saya terima nikah dan kawinnya Adinda Maheswari binti Bagas Maheswari dengan mas kawin seperangkat alat salat dan emas putih seberat 50 gram di bayar tunai." Ucap Vino dengan lantang
Para saksi mengucapkan sah. Lalu Adinda mencium tangan Vino dan Vino mengecup kening Adinda. Serangkaian acara adat di laksanakan sampai tiba acara resepsi. Mereka bersama menuju kamar hotel untuk mengganti pakaian mereka
"Sayang. aku bahagia banget hari ini. Makasih sayang udah nerima aku."
"Kok kamu jadi lebay gitu sih Vin."
__ADS_1
"Aku bahagia banget sayang. emang kamu gak bahagia?"
"Aku juga bahagia sayang. Aku suruh Yola buat ambil makan buat kita ya? soalnya aku belum sempet makan ini."
"Ok. Biar aku aja yang telfon kamu ganti baju dulu aja. baju kamu kan ribet."
Adinda masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya. Sedangkan Vino duduk di Sofa di ruang tv menunggu makanan mereka tiba. Yola datang dengan membawa makan untuk sepasang pengantin baru.
"Nih makan untuk kalian. Adinda mana?" Tanya Yola
"Dia lagi ganti baju. Simpen di meja dulu aja Yol. Makasih ya." Ujar Vino
"Bahagia banget muka lo Vin."
"Ya pasti lah. secara gue dapet wanita yang gue pengen. Lo juga cepet nyusul."
"Gue belum ada calonnya Vin. jadi nanti aja lah."
"Sahabat gue juga pada jomblo loh. lo mau yang mana ntar gue jodohin."
"Ini bukan jaman siti nurbaya. gak perlu lo jodoh jodohin gue. kalau udah waktunya juga pasti dateng."
Tak lama Adinda keluar dari kamar setelah mengganti pakaian nya.
"Wah cantik sekali istriku ini." Ujar Vino sambil berlalu menuju kamar untuk mengganti pakaiannya.
Adinda mulai memakan makan yang Yola ambilkan untuknya. Tak lama Vino pun datang dan ikut makan bersama Adinda. sedangkan Yola sudah kembali ke tengah tengah tamu undangan. Pihak WO memberitahukan bahwa 15 menit lagi acara resepsi akan dilangsungkan. Mereka menghabiskan makan mereka lalu merapikan pakaian serta make up sebelum masuk ke dalam acara resepsi. Acara yang di langsungkan sangat meriah. banyak yang memberi ucapan selamat kepada pengantin baru itu. hingga tak terasa akhir acara pun tiba. Mereka mengucap syukur karena acara hari ini berlangsung dengan lancar.
Adinda dan Vino memasuki kamar yang sudah di persiapkan. saat masuk ke dalam kamar. lampu kamar dalam keadaan mati. hanya ada lilin yang menuntun langkah mereka menuju kamar untuk tidur. Tercium aroma terapi yang di timbulkan dari pembakaran lilin yang ada di kamar mereka. di sepanjang jalan mereka di taburi kelopak bunga mawar merah. Terpancar raut bahagia dari Adinda dan Vino.
Saat memasuki kamar mereka melihat kelopak bunga mawar merah bertaburan di lantai dan di atas kasur kelopak bunga mawar itu membentuk lambang hati.
"Sayang kamu jangan nolak ya. kamu udah siap kan?" Tanya Vino
"Maaf sayang. aku lagi kedatangan tamu bulanan aku."
"Kamu bohong kan?"
"Serius sayang. kamu perlu bukti?"
"Iya lah aku perlu bukti. Ayo aku bantu buka pakaian kamu. Biar aku bisa intip kamu bohong atau bener."
Vino merealisasikan omongannya. ia membantu membuka pakaian Adinda dan menggendong Adinda ke kamar mandi. ia berusaha mengintip omongan Adinda tadi. dan ternyata Adinda tidak berbohong kepadanya. Mereka mandi secara bergiliran. Setelah itu mereka masuk ke kamar untuk mengistirahatkan badan mereka yang lelah. malam ini tidak terjadi hal apapun. mereka hanya tidur sambil berpelukan sampai pagi menjelang.
__ADS_1