Dokter Hatiku

Dokter Hatiku
EMPAT PULUH TIGA


__ADS_3

Adinda sampai di Bandung, saat ini mereka sengaja datang ke kediaman orang tua Vino. Karena Oma dan Opa Arkana ingin bertemu dengan Arkana.


"Assalamualaikum. Mah.. Pah.. liat deh siapa yang dateng" Seru Vino setengah berteriak.


"Ayah jangan teriak teriak. Ini rumah bukan hutan. Kata Bunda gak baik kalau teriak teriak di dalem rumah." tegur Arkana sedangkan Vino hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali


"Tuh Vin dengerin anak kamu. Ayah kamu emang sering teriak teriak di rumah Kan." Ujar Mamah Falia menyambut cucu kesayangannya. "Kamu apa kabar sayang?" Lanjutnya sambil memeluk Arkana.


"Arkan baik Oma. Opa mana?"


"Opa lagi ke rumah sakit. Ayo masuk." Ujarnya sambil melepas pelukan Arkan dan beralih pada Adinda. " Kamu apa kabar Din?" Lanjutnya sambil memeluk Adinda.


"Baik mah. Maaf Dinda baru kesini lagi. Dinda kangen banget sama Mamah."


"Ga apa apa sayang. Mamah juga kangen sama kamu Nak. Kamu tidur disini kan selama di Jakarta?"


"Kayaknya aku tidur di apart aja mah. Gak enak kalo ngerepotin disini."


"Kamu bilang apa sih Din. Pokoknya Mamah gak nerima penolakan. Kamu harus tidur disini selama di Jakarta. Mamah juga kan pengen deket sama cucu mamah."


"Iya mah iya. Aku sama Arkana tidur disini."


"Nah gitu dong. Kamu mau tidur di kamar mana? Atau mau tidur sama Vino lagi? Mamah setuju banget kalau kalian kembali kayak dulu."


"Harus ijab dulu dong mah. Masa iya main tidur bareng aja." Ujar Vino


"Ya udah kapan kalian siap buat ijab? Biar Mamah yang siapin semuanya."


"Mah.." Tegur Vino lagi dengan suara yang lembut.


"Iya iya. Itu kan cuma harapan Mamah." Ujar Mamah


"Doain aja yang terbaik buat kita ya Mah." Ucap Adinda menengahi anak dan ibu yang sedang berdebat di depannya. "Kamu tidur sama Bunda aja ya. Atau mau tidur sendiri?" Tanya Adinda kepada Arkana.


"Arkan mau tidur sama Ayah aja Bun. Boleh kan?" Tanya Arkana


"Boleh sayang." Jawab Adinda

__ADS_1


"Ya udah ayo jagoan Ayah kita ke kamar. Kita melepas rindu." Ucap Vino


"Gak salah ajak anaknya buat melepas rindu? Gak akan ajak Bundanya aja?" Ucap Mamah Falia sambik terkekeh.


"Nanti Mah. Aku halalin dulu. Itupun kalau dia nya mau. Ayo jagoan." Ujar Vino sambil berlalu menuju kamarnya dengan Arkana yang berada di gendongannya.


"Gimana Din. Udah ada kode tuh." Ucap Mamah sambil menggoda Adinda


"Doain aja mah. Aku ke kamar dulu mah." Ucap Adinda sambil berlalu ke arah kamar tamu karena tak kuat di goda terus menerus oleh Mamah Falia.


Hari sudah sore, saat ini Adinda sedang berkutat dengan peralatan dapur. Ia sedang menyiapkan makan malam untuk semua orang yang ada di rumah ini. Ia serasa sedang bernostalgia berada di dapur ini lagi. Keadaan dapur masih sama seperti terakhir dia meninggalkan rumah ini. Hanya ada beberapa tambahan alat saja. Begitupun keadaan rumah ini, isinya masih sama bahkan letak perabotannya pun masih sama. Tak lama setelah selesai memasak, Adinda segera berlalu ke arah kamarnya untuk membersihkan dirinya. Selang 15 menit ia telah selesai membersihkan dirinya. Ia sekarang sedang menata meja makan untuk makan malam mereka. Tak lama terdengar suara deru mobil yang menandakan bahwa Ayah Andrew telah pulang.


"Wah. Ada putri kesayangan Papah nih. Apa kabar Din?" Tanya Papah saat menuju meja makan.


"Papah udah pulang" Ujar Adinda sambil mencium tangan Papah. "Kabar aku baik Pah. Aku kangen loh sama Papah." Ujar Adinda


"Sini Papah peluk. Papah juga kangen sama putri Papah." Papah Andrew lantas memeluk Adinda dengan penuh kasih sayang.


"Duh.. Pemandangannya gak enak banget sih. Aku aja yang jauh jauh jemput ke Bandung gak dapet pelukan kayak gitu." Ujar Vino sambil menggendong Arkana.


"Kamu bukan muhrim nya lagi Vin. Kalo Papah ga apa apa. Papah kan Papah nya Adinda." Ujar Papah Andrew dengan masih memeluk Adinda


"Opa.. Aku juga pengen di peluk Opa. Lepasin Bunda nya. Peluk aku aja." Rengek Arkana.


"Eh ada cucu Opa ternyata. Sini sayang. Opa peluk kamu sekarang." Papah Andrew melepas pelukannya dengan Adinda dan berganti memeluk Arkana.


"Pah, mau makan dulu atau mau mandi dulu?" Tanya Mamah Falia kepada Papah Andrew.


"Ih.. Opa belum mandi. Bau acem dong." Ujar Arkana


"Kamu juga bau acem." Goda Papah Andrew


"Aku udah wangi Opa. Aku barusan udah mandi. Sana Opa mandi dulu. Nanti peluk aku lagi." Ucap Arkana sambil melepas pelukan Opanya.


"Iya deh iya. Opa mandi dulu sekarang." Ujar Papah Andrew sambil berlalu ke arah kamarnya.


Saat ini, Mamah Falia, Vino, Arkana dan Adinda sudah menunggu Papah Andrew di meja makan sambil bercengkrama. Tak lama Papah Andrew menghampiri meja makan dan ikut bergabung. Mereka memulai makan malam.

__ADS_1


"Ini bukan masakan Mamah ataupun masakan Bibi. Pasti kamu yang masak?" Ujar Papah Andrew.


"Iya Pah, ini masakan aku. Gak enak ya Pah?" Tanya Adinda


"Enak banget malah."


"Tuh kan aku bilang juga apa. Masakan kamu enak. Malah semakin enak dari terakhir aku makan masakan kamu." Timpal Vino


"Kalian kenapa gak balikan lagi aja sih?" Tanya Mamah Falia


"Aku malah kemarin nyuruh Adinda biar nikah sama Raka." Ucap Vino dengan entengnya.


"Maksud kamu apa sih Vin?"


"Aku juga gak tau kenapa, aku selalu ngerasa bakalan pergi jauh. Aku cuma ingin Adinda dan Arkana ada yang jaga selama aku pergi. Cuma itu Mah."


"Pergi kemana maksud kamu?"


"Aku juga gak tau Mah. Itu cuma firasat aku aja. Aku juga gak tau kenapa perasaan aku selalu bilang kalau aku bakal pergi ninggalin semuanya."


"Kamu jangan suka ngomong yang aneh aneh Vin." Ujar Mamah Falia dengan sedikit membentak.


"Udah udah. Di pending dulu ya debatnya. Kamu besok mau main kemana Kan?" Tanya Papah Andrew menengahi


"Gak tau Opa. Aku pingin liat akuarium besar. Terus aku juga pengen liat binatang yang kitanya keliling pake mobil Opa bukan jalan kaki. Di Bandung kan kita kelilingnya jalan kaki. Nah kata tante Safira nanti Arkan mau di ajak ke kebun binatang tapi kita kelilingnya pake mobil." Ujar Arkana membuat Papah Andrew sedikit bingung


"Maksudnya dia di ajak ke taman Safari sama Safira. Terus dia pengen banget ke seaworld." Jelas Adinda


"Terus kapan kamu bisa mainnya?" Tanya Papah Andrew


"Gak tau Opa. Nunggu tante Safira kalo ke kebun binatang. Kalau ke akuarium besar nanti sama Ayah." Jelas Arkana.


"Ayah usahain secepatnya kita pergi ke akuarium besar. Sekarang kita tidur yuk. Udah malem loh ini." Ujar Vino mengajak Arkana


"Gak kerasa ya. Udah malem aja. Padahal lagi asik ngumpul kayak gini." Ujar Papah Andrew.


Adinda segera membereskan meja makan dan mencuci beberapa piring serta gelas yang kotor. Sedangkan yang lain sudah beranjak ke kamar masing masing. Setelah selesai Adinda juga segera menuju ke kamarnya untuk mengistirahatkan badannya.

__ADS_1


__ADS_2