Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
1. Reiga Algalasta


__ADS_3

Assalamualaikum...Oke gays aku bakal ngejelasin kembali bagaimana persalinan Melody secara detail....


dan buat kalian yang blm baca Don't forget me 1 boleh dibaca dulu, suapaya ngerti alurnya


HAPPY READING😚


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Tahukah kalian jika di dunia ini terdiri dari fragmen-fragmen cerita yang terkadang bisa kita otak atik dan rubah alurnya?


Misalnya, seorang anak kecil yang hidupnya penuh penderitaan, makan tiga hari sekali, lalu dibuang oleh orang tuanya namun kemudian menjadi seorang miliuner kaya dan paling berpengaruh didunia.


Atau sebaliknya, seorang pangeran kaya yang sangat manja, rakus, dan egois, yang akhirnya terusir dari kerajaannya karna rakyat yang menentang dirinya. Semua itu mungkin saja terjadi.


Namun bagaimana jika sebuah janin bisa tumbuh dari ruh orang yang sudah meninggal sehingga melahirkan anak yang persisi seperti hidupnya dahulu? dengan kata lain, itu disebut reinkarnasi.


"Aaaaaaahhh!" Seorang wanita mengerang kesakitan, mengerahkan seluruh tenaganya untuk melahirkan bayi yang sudah ia kandung 9 bulan lamanya.


2 jam sudah berlalu, namun proses persalinannya masih belum selesai juga.


"Melody! kau pasti bisa!" ucap sang suami pada istri tercintanya seraya menggenggam kuat kuat lengannya.


"tidak bisa...aku...tidak bisa!" keluhnya putus asa.

__ADS_1


seorang suster terus memberikan instruksi, namun Melody tetap diam, dia sudah tidak punya tenaga lagi.


Namun dia tidak boleh menyerah begitu saja, Melody mulai menarik nafas dalam, memejamkan mata, dan melihat sekilas kilatan peristiwa dimana ia bisa bahagia bersama Glan dan anaknya. Semua itu memberinya dorongan kekuatan.


"Aaaaaaahhhh!" erangnya sekuat tenaga.


"Oaaaaa....Oaaa...Oaaaa..." suara tangis bayi memecah keheningan dan kekhawatiran mereka yang ada didalam.


Sang suster segera mengambil bayinya dan diberikan kepada Melody untuk disusui.


"Selamat ya, bayinya laki laki!"


"Anakku!" Melody menangis penuh rasa haru, bahagia bercampur pilu membuat dadanya terasa panas. Ini Janji Alga untuk kembali padanya, Janji 5 tahun yang lalu, janji yang Selalu Melody tunggu, Alga yang dulu pergi, sudah terlahir kembali!.


"Selamat datang Reiga Algalasta!"


itulah nama yang sudah Melody persiapkan sebelum anaknya lahir.


...****************...


Aldrich sang suami begitu setia menemani istri tercintanya, berkali kali ia kecup dahi Melody dan menatapnya penuh rasa cinta.


"Aldrich..." ucapnya begitu ia membuka mata.


"iya sayang? ada sesuatu yang kau butuhkan?" tanyanya begitu sigap.


Melody menggelang lemah, air mata tak henti hentinya jatuh.


"jangan menangis Melody!" Aldrich menghapus air matanya lembut.


"Aku bahagia...Alga kecilku...hiks..." tangisnya pecah.

__ADS_1


Aldrich hanya tersenyum penuh rasa haru, tidak tahu apa yang harus dia katakan, yang bisa ia lakukan saat ini hanya selalu ada disampingnya.


TAP


Tap


Tap


langkah kaki beberapa orang terdengar dari balik pintu. Masuklah beberapa orang dan menghampiri Melody.


"kau baik baik saja?" tanya wanita yang tak lain adalah Alisya, sahabatnya. Kini dia tidak bersama ibunya, karna ibunya sudah meninggal 6 bulan yang lalu karna penyakit.


"aku baik!" Melody tersenyum lemah. Kondisi fisiknya masih belum pulih sepenuhnya.


"syukurlah, aku sangat khawatir saat mendengar persalinanmu yang memakan waktu berjam jam lamanya!" Sahut Alice, Istri kedua Aldrich yang langsung saja memeluk Melody penuh kelegaan.


Sementara para wanita saling berangkulan, Aldrich keluar dari ruangan dan mendapati beberapa dua wanita yang juga menunggu didepan pintu.


"Bagaimana keadaan Melody?" tanya Nyonya Anjani, ibu tirinya.


"baik ma, dia sedang beristirahat!" ucapnya.


Namun wanita disebelahnya tidak berkata apapun, yah, Nyonya Vera, sejak awal dia memang tidak menyukai Melody, dia datang hanya memberikan makanan untuk putranya.


"kau boleh mencemaskan orang lain, tapi perhatikan juga dirimu!" ucapnya seperti biasa berbicara dengan tegas.


Pria yang sekarang berusia 27 tahun itu hanya menyengir kekanak kanakan, lalu menerima pemberian Nyonya Vera.


"terima kasih ma, kau yang terbaik! Muah!" Aldrich langsung berlari setelah meninggalkan kecupan di pipi Nyonya Vera yang langsung menggelangkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang masih seperti bocah diusia yang seharusnya mulai beranjak itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2