Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
11. Aku mencintaimu.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


Sepertinya suasana hati Aldrich masih belum membaik, apalagi sekarang dia nampak stres dan sering kerja lembur. Sehingga jarang pulang kerumah dan mencari kesenangan diluar sana.


Bahkan saat ini dia mulai mengikuti kebiasaan buruk ayahnya dulu, yakni menyewa seorang wanita untuk menjadi penghangat ranjangnya malam ini, dia sudah menunggunya di kamar hotel.


CEKREK!


Seorang wanita masuk, rambutnya tergerai panjang, dengan pakaian ketat menampakan lekukan tubuhnya, ditambah paras cantik dan senyum menawan juga bola matanya yang secerah langit.


Ah benar, dia adalah Melody. Dia berjalan bak model ke arahnya tanpa menghentikan senyum menggodanya itu.


"Melody?" tanya Aldrich cukup terkejut.


wanita itu menyeringai, menampakan wajah manisnya. Jangan tanyakan bagaimana ini bisa terjadi, yang jelas Melody tidak akan membiarkan suaminya menyentuh orang lain.


"apa dua istri masih tidak cukup untukmu?" tanyanya tersenyum miring.


Aldrich terdiam, sama sekali tak berkutik.


"maafkan aku Suamiku...aku tidak pernah melihatmu dengan benar selama ini" ucapnya dengan wajah tertunduk, ia memegang jemari Aldrich yang dingin.


"aku tidak melihat siapa orang yang selama ini selalu berkorban untukku, selalu memberiku yang terbaik dan rela melakukan apapun demi kebahagiaanku, egois jika aku tak mengakuinya, aku suka saat kau memanjakanku, aku suka saat kau menyentuhku, dan aku juga suka sikapmu yang sangat lembut padaku, selama ini...kau tidak pernah membuatku menangis, aku yang keterlaluan tentang semua ini, dan setelah apa yang terjadi, aku merenungi semuanya..dan aku...aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi..Aku mencintaimu..."jelasnya.

__ADS_1


Aldrich masih bergeming, ia menatap dalam bola mata indahnya dan dapat dipastikan jika ada kesungguhan dari ucapannya. Perlaham,.diapun mengelus pelipisnya dan tersenyum.


"katakan sekali lagi!"


"Aku mencintaimu" ucapnya lebih keras


"sekali lagi!"pintanya untuk menegaskan.


"Aku mencintaimu"


"terus katakan!"


"Aku mencintaimu Suamiku!"


ah, dia mengatakannya lebih dari sekali, dan itu membuat Aldrich merasa sangat lega. Ia pun merentangkan kedua tangannya dan tersenyum hangat.


"maafkan aku!"dekapan Melody kali ini bukan hanya dekapan hampa seperti biasanya, tapi sebuah ketulusan hati, dia sudah mengikrarkan dalam hatinya untuk memberikan cinta pada Orang yang selama ini selalu ada untuknya.


Dan malam inipun mereka berjanji untuk tetap saling menyayangi, bersikap adil, sampai tidak ada kecemburuan antara mereka.


"Tolong...aku sesak!" ucap Melody yang sedari tadi berusaha melepas pelukannya.


"apa kau rela mati dipelukanku?" tanya Aldrich tiba tiba teringat sesuatu.

__ADS_1


"aku ingin kau yang mati duluan!" tiba tiba kata itu terlontar begitu saja.


"kenapa?"


Melody mendongak untuk menatap wajah penasaran Aldrich. "Karna aku tahu, kau akan tiada tanpa diriku"


Aldrich terkekeh, "bagus kalau kau mulai mengerti" ucapnya sambil mengapit dagu Melody, menariknya agar jarak diantara mereka lebih intim.


Bibir itu sudah bergerak, bersiap mendaratkan sebuah ciuman, namun lagi lagi Melody menolak dengan memeluknya. Dia tak bisa lakukan itu karna Reiga sedang menunggunya diluar, dan dialah yang memberi tahu tentang semua yang akan dilakukan Aldrich di sini.


"kau tidak serius dengan ucapanmu, lepaskan!" pria itu kembali merajuk .


"apa kita tidak bisa lakukan ini di rumah?" tanya Melody.


"aku ingin secepatnya!"


"Reiga menunggu di luar!"


"biarkan saja!"


akhirnya Melody mengalah, dia menuruti semua keinginan Aldrich malam ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2