
Hari ini hari libur, semua keluarga ada dirumah, begitu juga dengan Reiga yang masih setia memeluk gulingnya. Dia malas melakukan apapun hari ini.
tapi kenyamanannya harus terganggu saat Felisya datang dengan pakaiannya yang sudah rapi dan wangi.
Dia langsung menarik paksa selimut yang masih membungkus tubuh Reiga.
"bangun kak, kau harus mengantarku ke Mall" pintanya terdengar memaksa.
Pria itu tak acuh dan kembali tidur sambil menutup wajahnya dengan bantal.
"Kakaaak!" Felisya menjewer telinga Reiga sampai dia benar benar bangun.
Apa yang terjadi ketika orang yang sedang enak tidur dibangunkan secara paksa? tentu sebagian orang akan marah, tak terkecuali Reiga, dia langsung membentaknya dengan kasar.
"Berhenti bersikap murahan dihadapanku!, kau bisa minta antar pada ayahmu kan, cepat pergi" usirnya tanpa berfikir kalau dia akan menyakiti perasaannya,
"Aku benci padamu!" Teriaknya lebih keras lagi, matanya sudah memerah dan tangannya mengepal kuat.
"terserah!" Karna terlanjur emosi, dia tak peduli dengan kemarahan adiknya dan membiarkan dia pergi nerlalu.
15 menit kemudian....
TAP!
TAP!
TAP!
BRAKK!
tiba tiba saja seseorang datang membuat kerusuhan dengan mendobrak pintu kamarnya.
"BANGUN!" bentaknya membuat Reiga terperanjat kaget, keluarga yang lainpun datang ke kamarnya karna mendengar keributan.
"ada apa sayang?" tanya Alice tidak mengerti.
"tidak biasanya kau marah begitu!" sahut Melody turut bicara.
Aldrich tak menjawab, hanya menatap Reiga dengan urat leher yang sudah mengeras, sorot matanya menusuk begitu dalam.
"apa yang kau katakan pada putriku?!" geramnya.
Reiga mengerutkan alisnya, yah, dia baru ingat dan menyadari kalau tindakannya itu salah.
"aku..."dia menggantung kalimatnya, tak tahu harus berkata apa.
__ADS_1
"beraninya kau mengatakan putriku gadis murahan, Kau sendiri tidak tahu bagaimana asal usulmu yang tidak jelas, bagaimana ibumu dimasa lalu, dan-"
"Aldrich!" teriak Melody memotong pembicaraannya, sungguh, dia tidak mau masa kelamnya dulu sampai mempengaruhi hubungannya dengan Reiga.
Tapi Aldrich tak mendengarkan, dia terus mengoceh memakinya.
"dan kau adalah anak tidak sah!!.."
PLAK!
Refleks, Melody langsung menaparnya dengan sangat keras.
"Cukup!, jangan katakan apapun lagi, kumohon..." seperti biasa, gadis itu tidak pernah bijak dan selalu tidak berdaya saat menghadapi masalah apapun.
"aku tahu kondisi hatimu sedang tidak baik baik saja, aku tahu kau sedang marah padaku, kau boleh melampiaskan kekesalan dan kekecewaanmu padaku, tapi tidak pada putraku Aldrich, jangan katakan apapun padanya" ucapnya lagi.
keadaan menjadi hening, kedua pria itu hanya diam dan masih saling menatap, sampai akhirnya, Reiga memutuskan pergi tanpa mengatakan sepatah katapun. Yah, dia pergi menemui Felisya yang saat ini sedang terisak di sofa.
"maafkan aku!" Reiga bermaksud meraih Felisya kedalam pelukannya, namun gadis itu menolak.
"kakak bodoh, kakak tidak berguna, aku membencimu!" teriaknya terus saja menangis.
Gadis yang aneh, terkadang sikapnya yang masih seperti anak kecil ini membuat Reiga frustasi, sejak dulu dia yang selalu mengalah demi kebahagiaannya. Tapi sekarang, satu kesalahan saja membuat kehangatan keluarga jadi hancur dalam sekejap.
Namun Reiga tetap tak menyerah, karakter Melody yang lembut, ada dalam dirinya.
...------SKIP------...
Setelah adanya sedikit pertengkaran dirumah, Reiga pergi menggunakan mobilnya untuk mencari angin diluar, dia pergi kemana saja untuk menenangkan dirinya.
Namun sebelum itu, dia mampir dulu ke sebuah TOSERBA untuk membeli minuman yang dapat menyegarkannya.
Usai mengambil yang diinginkan, dia pergi untuk membayar ke kasir, namun hal yang tak diduga, ternyata kasir cantik itu adalah Shayla.
"Hai.." sapanya.
"sedang apa?" tanya Rei terdengar bodoh.
"aku kerja part time disini, tapi karna hari ini libur sekolah, aku masuk pagi, dan sekarang waktunya pulang!" jawabnya sambil menyerahkan kembali toko pada Sang Manager, dan merekapun keluar bersama.
"aaah ternyata Daren tidak bisa menjemputku"ucapnya saat dia melihat layar ponselnya.
"kalian sudah berteman dekat?" tanya Reiga berharap jika mereka tak punya hubungan apapun selain teman biasa saja.
"ahaha tidak juga, Manager toko ini ternyata Saudaranya Daren, jadi dia sering berkunjung ke sini, dan karna kami sudah berteman, dia selalu menemaniku beberapa hari ini" jelasnya.
__ADS_1
"bilang saja teman dekat" batinnya merasa dibodohi.
"denganku saja!"
"kemana?"
"pulang"
"hemm..."Shayla meletakan jari telunjuk di dagunya. "boleh, sebagai tanda terimakasih aku akan membawamu ke suatu tempat sebelum pulang, bagaimana?"
Reiga hanya mengangguk dan menuruti arahannya saja dan membawanya berhenti disebuah tempat yang begitu sederhana. Bekas ladang sawah yang mengering dan ditumbuhi ilalang ilalang serta rumput liar yang belum menjulang tinggi
"ini tempat favoritku!" senyumnya.
merekapun duduk bersama menikmati hembusan angin sepoi sepoi.
Tak ada pembicaraan apapun, sampai seekor kumbang kecil dengan warna polkadot itu hinggap dihidung mungil Shayla.
"woah, apa ini?" tanya gadis itu merasa terkejut.
Reiga mengambil kumbang itu dan meletakannya ditelaoak tangan.
"ini Ladybird kan?" tanya Shayla memastikan, dia langsung meraih kumbang itu.
"orang bilang, Lady bird turun dari surga!"
"sungguh?" tanya gadis itu dengan polosnya.
"iya, dia turun dari surga untuk menyampaikan pesan mereka yang sudah berbahagia disana pada orang yang merindukan mereka dibumi!"
Shayla tersenyum lebar menatap kumbang itu, matanya berkaca kaca, lalu melirik pada Reiga.
"itu artinya, ibuku yang ada diatas sana menyampaikan pesannya pada ku kan? terima kasih Rei, rasa rinduku mulai berkurang, aku lebih baik sekarang"
Reiga tak mengira jika responnya sedalam itu, dia agak merasa bersalah karna sebenarnya itu hanya karangannya saja. namun tidak ada salahnya juga jika Shayla merasa lebih baik. Ini awal yang bagus untuk memulai hubungan lebih dekat lagi kan?...
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...----------------...