Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
19. Aku tidak merebutnya.


__ADS_3

sudah 3 hari Daren tidak masuk sekolah karna sakit, ada beberapa kegiatan menyenangkan yang ia lewatkan. termasuk kedekatan Reiga dengan Shayla. yah, meski dia tahu, kalau mereka sudah pacaran, namun kedekatan mereka tetap seperti biasanya.


"menurutku kakak dan Shayla sudah terlalu dekat! itu tidak baik untuk persahabatan kakak dan Kak Daren!" jelas Felisya saat mereka sedang menikmati jam istirahat di balkon.


"aku tidak merebutnya!" Reiga memberi penjelasan menurut sudut pandangnya. Namun dimata yang lain itu tetap salah.


"tapi kak, kalau kak Daren tahu tentang kakak yang mencium Shayla diperpustakaan kemarin, kakak fikir dia tidak akan merasa kecewa?" Felisya mengingatkan.


Reiga terdiam, mengingat hal kemarin diperpustakaan. Saat Shayla hendak mengambil buku di rak atas dan tak bisa menggapainya karna terlalu tinggi, Reiga datang mengambilkan dan tak sengaja jarak mereka menjadi intim seperti itu, sampai tanpa sadar Reiga mulai terbuai karnanya. dan saat itu juga Felisya datang menegur.


"kalau tidak diberitahu, dia tidak akan tahu!" Ucapnya langsung saja pergi.


Hatinya terasa mengganjal, seperti memang ada kesalahan yang dia lakukan. Namun setelah di fikir lagi, Shayla memang tidak keberatan dengan semua itu.


kali ini Felisya yang bertindak, meskipum manja dan cengeng, ia tidaklah suka akan pengkhianatan. Lebih baik Daren segera mengetahui hal ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bel tanda pulang sudah berbunyi, semua berhamburan keluar kelas, tak terkecuali Felisya yang ingin cepat cepat ke rumah Daren untuk menjelaskan semuanya.

__ADS_1


"icha kau mau kemana?" tanya Shayla buru buru menarik tangannya.


"kau tidak peduli soal Kak Daren? dia sudah 3 hari tidak masuk sekolah, apa kau tidak berniat untuk membesuknya?" tanyanya to the point.


Shayla termangu, "aku sudah menanyakan alamat rumahnya, tapi dia tidak beritahu!"


"kenapa tidak tanyakan padaku atau kakakku? bilang saja kau hanya mencari cari alasan!" Suaranya mulai naik.


"ada apa denganmu? kenapa kau marah begitu?" tanyanya tak habis fikir.


"tentu saja aku marah, bagaimana tidak? kau bilang padaku kau menyukai Kak Daren, dan sekarang kau sudah menjadi pacarnya, lalu kenapa kau masih mau didekati oleh kakakku sampai kau memberinya harapan!" Felisya semakin berapi api.


"harapan? apa maksudmu?" tanyanya pura pura bodoh.


kali ini Shayla terdiam, tak bisa menjawab lagi karna semua yang diucapkan Felisya benar adanya.


"sebenarnya siapa yang kau sukai? kakakku atau kak Daren?" tanya Felisya sekali lagi.


"..."

__ADS_1


"inilah sifat yang kubenci darimu!" Felisya berlalu meninggalkan Shayla yang diam termenung.


Felisya berjalan tergesa gesa melewati gerbang sekolah, namun langkahnya terhenti saat reiga datang menghampiri.


"Felisya tunggu dulu!" Reiga berlari dan menarik tangannya.


"kenapa kak? kakak takut jika aku mengadukan hal ini pada kak Daren?"


Pria itu menggelang. "dia sedang sakit, kondisinya sedang lemah, jangan katakan apapun yang membuatnya kecewa" jelas Reiga membuat Felisya memikirkan kembali tindakannya.


"kakak benar, tapi kakak harus melupakan perasaan kakak pada Shayla. Dia sudah milik orang lain!"


para siswa yang lalu lalang menguping pembicaraan mereka mulai berbisik bisik tetangga.


Reiga langsung saja menarik tangan Felisya dan membawanya masuk ke mobil. Membicarakan ini di rumah lebih baik rasanya.


"kamu kenapa sih?" tanyanya saat mereka tiba dirumah.


"aku hanya tidak suka melihat kakaku sendiri bermain main dibelakang sahabatnya!"

__ADS_1


"aku tidak merebutnya!" Reiga mengulangi kata yang sama.


jangan salahkan dia, salahkan saja cinta karna kedatangannya tidak tepat.


__ADS_2