Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
24. Titip dia untukku 2


__ADS_3

"hahaha..." Daren tertawa renyah sambil menepuk bahu Reiga.


"kenapa?" tanya Reiga tak mengerti.


"aku tahu kok hubunganmu dengan Shayla!" senyumnya.


"jadi kau sudah tahu?"


"aku senang karna kau berkata jujur padaku, seandainya kau tidak mengatakan ini lebih awal, aku akan sangat kecewa padamu" ucapnya tersenyum getir


"maaf" hanya itu yang bisa Reiga ucapkan, dia masih tertunduk penuh rasa malu dan bersalah.


"yang aku tahu, saat Dihari pertama Shayla masuk Ekskul melukis bersmamu, lalu di padang ilalang tentang Lady bird, dan dimalam saat aku akan mengajaknya, dan tentang ciuman di perpustakaan waktu aku tidak sekolah, Aku tahu..Aku tahu semuanya!" jelasnya membuat Reiga tercengang.


Siapa yang memberitahunya?


"untuk kejadian beberapa minggul lalu, aku menguntit kalian, tapi untuk kejadian ciuman itu, Felisya yang beri tahu!"jelasnya menjawab hal yang hendak ia tanyakan.


"apa yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku?" Reiga menyerahkan diri sepenuhnya.


"jadilah pacarnya!"


Apa?


Reiga langsung mendongak, memastikan kalau dia tidak salah dengar dengan apa yang dikatakan Daren barusan.


"meski hubungan kami baru seumur jagung, tapi aku mencintainya, sangat, hanya saja aku tidak pernah melihat Shayla senyaman saat bersamamu" Daren menjeda kalimatnya, mengatur nafasnya yang terengah engah. "aku ingin melihatnya terus bahagia.."

__ADS_1


"aku hanya punya waktu sebentar lagi, biarkan aku mengisi sisanya dengan kebahagiaan, sebelum aku benar benar pergi dari dunia ini" matanya mulai berair


"apa maksudmu?" tanya Reiga masih belum mengerti.


"aku selalu ingin tidak terlihat menyedihkan dimata siapapun, hanya dihadapanmu, hanya kau yang boleh tau kalau hidupku tidak akan lama lagi, aku mohon berjanjilah padaku untuk tidak memberitahu siapapun termasuk Shayla tentang penyakitku ini!"


"Daren..." Reiga yang mulai paham hanya bisa menatap Daren dengan tatapan tidak percaya, Masih terlihat jelas dimatanya jika dia masih ingin melakukan banyak hal.


"bisakah kau lakukan itu untukku? sebagai bukti persahabatan kita selama ini?" senyumnya seraya menyodorkan telapak tangan kanannya.


"titip dia untukku, apapun yang terjadi, jangan biarkan dia sendiri!" ucapnya lagi.


Wush!


diiringi angin, semua selalu terasa memilukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Reiga pulang sendiri, Karna Felisya mengirimkan pesan diponselnya kalau dia pulang dijemput Aldrich.


Suasana dirumah tampak hening, orang orang sepertinya masih sibuk bekerja, Apalagi Melody yang masih sibuk mengurus pernikahan temannya itu.


"kakak sudah pulang?" teriak Felisya berlari menuruni anak tangga dan langsung menghambur ke pelukan Reiga.


"dimana semua orang?"


"ayah sedang pergi bersama ibu!"

__ADS_1


baguslah, sepertinya hubungan mereka membaik.


"jangan lepaskan!" rengeknya saat Reiga hendak melepaskan pelukan menyesakan adiknya ini.


"sekarang ibu tidak mengizinkanku dekat dekat dengan kakak, tapi itu hanya akan berlaku dihadaoan ibu saja, dibelakang ibu aku bisa lakukan apapun bersamamu!" jelasnya.


"dengarkan saja ibumu!" nasihat Reiga.


"tidak mau!" ia semakin erat memeluknya.


"gerah!"


Reiga sedikit mendorong Felisya dengan paksa, dan langsung menatap manik cokelatnya dengan tajam.


"jangan menatapku begitu, aku hanya ingin memelukmu saja!"


"hm!"


"kakak tidak akan mendapat pelukan ini lagi setelah aku me-"


Srep!


Reiga langsung menutup mulut Feliaya dengan tangannya. Mengingat ucapan Daren tadi jadi berfikir kalau dia akan mengucapkan kata "meninggal"


dia langsung memeluk Felisya kedalam pelukannya lagi. "jangan katakan itu!"


"apa? aku hanya akan bilang, kalau kakak tidak akan mendapatkan pelukanku lagi setelah aku menikah nanti!"

__ADS_1


Menikah? tuh kan dia aneh lagi, dia bilang mencintainya, tapi mengatakan akan menikah, berarti bukan dirinya. Dasar adiknya ini..


__ADS_2