Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
7. Tidak biasanya.


__ADS_3

Mentari sudah muncul dan menyudahi mimpi mereka, Seperti biasa keadaan rumah disibukan dengan aktifitas masing masing. Tak terkecuali Reiga yang kali ini sudah siap dengan seragam rapinya. Dia tidak mau terlambat lagi dengan menunggu Felisya selesai mandi.


"kakak, kemarin itu kalian bicara apa?" tanya Felisya sebelum ia masuk kamar mandi.


Mengingat kemarin tentang Felisya yang nakal, Reiga menatap tajam padanya.


"apa kak?"


"awas kalau kau kurang ajar pada guru lagi!"


PELETAK!


Reiga menyentil bibir Felisya seperti yang dilakukannya kemarin.


"kakaak!" rengek Felisya menyentuh bibirnya. matanya sudah berkaca kaca


Percayalah, rasanya memang sakit, bahkan bibirterasa membengkak setelahnya.


"dasar cengeng!" cibirnya langsung saja pergi, tapi sebelum melewati pintu, sesuatu melayamg mengenai kepalanya.


SLEWEER!


DUGH!


"akh!" ringis Reiga lalu memegang kepalanya yang sakit, ternyata itu lemparan spesial dari Felisya, sebuah sepatu yang sudah lama tergeletak disana.


"kena kau, Wleee!" ucapnya sambil menjulurkan lidah tanda mengejek, lalu cepat cepat masuk dan menutup pintu.

__ADS_1


"dasar!" gumam Reiga tak peduli dan langsung turun kelantai bawah untuk sarapan bersama.


Disana sudah ada Melody yang sibuk menyiapkan sarapan bersama Alice, lalu datanglah Aldrich yang duduk bersamaan dengannya.


"pagi Yah!" sapa Reiga terlebih dahulu.


"hem!" Aldrich menyahut malas, tidak seperti biasanya.


"mau tambahkan omletnya?" tanya Alice setelah ia mengambil sepiring nasi untuknya.


"aku mau roti saja!" ucapnya lagi lagi terdengar aneh.


"baiklah kalau begitu aku ambil selainya dulu" Alice berjalan sedikit mengangkang menuju dapur, membuat langkahnya menarik perhatian Melody.


"Alice?!" panggilnya.


Alice berhenti dan berbalik, "ya Melody?"


"i i ini..." jawab Alice gugup, wajahnya sudah merah merona. Membuat Melody mengerti setelah melihat ekspresi wajahnya.


"ah ya, aku mengerti..."cengirnya nampak seperti orang bodoh. ia melirik pada Aldrich yang tak merespon. Melody yakin, dia masih kecewa tentang hal itu.


Sekarang semuanya siap, mereka tinggal menunggu Felisya turun untuk sarapan bersama.


"Selamat pagi ayah, aku menyayangimu, muah!" riangnya memeluk dan mencium Aldrich terlebih dahulu, setelah itu melakukan hal yang sama pada yang lainnya.


"ayah, kenapa pagi ini wajah ayah sudah jelek begitu? apa ayah tidak dapat jatah dari mama Melody dan ibu malam ini?" goda Felisya sambil menyantap sarapannya.

__ADS_1


"Hentikan omong kosongmu Icha!" tegur Alice seperti biasanya.


"ayolah bu, wajah ayah memerah, haha" Felisya kembali riang, tapi tetap tak dapat respon Aldrich. tidak seperti biasanya saat mereka akan sebelas dua belas membahas hal mesum.


Hening!


Felisya tak lagi bicara, sekarang semua orang menyadarinya jika ada sesuatu yang terjadi.


"aku selesai!" Aldrich segera pergi setelah menghabiskan sepotong rotinya.


"Ada apa dengan ayah kalian? apa terjadi sesuatu?" tanya Alice yang merasa penasaran dari semalam. Sementara respon mereka hanya mengedikkan bahu tanda tidak tahu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya disekolah, Reiga segera mengantar Felisya ke kelasnya.


"Pelukan!!!" baru saja dia akan memeluk Reiga, dia langsung menahannya.


"tidak!"


"tidak terus, sekali kali kau yang memelukku duluan kak!" dengusnya kesal.


"tidak, setelah kau berjanji tidak akan menjahili gurumu seperti kemarin lagi!"


dengan cepat Felisya mengangguk, dan langsung saja mendapat pelukan yang ingin didapatnya.


Cup!

__ADS_1


"jaga dirimu!" Reiga pergi setelah memberi kecupan singkat di dahinya.


Perhatian kecil itu, bukan hanya membua Felisya semakin menyayanginya, namun para siswi yang melihatnya juga terasa meleleh. Ingin berada di posisi Felisya saat ini.


__ADS_2