Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
36. semoga Hidup selamanya...


__ADS_3

Sarapan sudah selesai, semua kembali ke kamar masing masing untuk bersiap, ya, rencananya hari ini mereka akan mengunjungi Felisya. Namun Melody tak bisa ikut karna teman lamanya datang dan pasti banyak hal yang akan mereka bicarakan.


Karna itu, selepas membereskan piring kotor, mereka bersantai di belakang rumah, duduk di kursi panjang dekat kolam renang.


"jadi, bagaimana kau bisa tau rumah kami?" tanya Melody memulai pembicaraan. Namun lagi lagi Aldrich datang mengganggu.


"hey istriku!" panggilnya sudah siap dengan pakaian rapi.


"ya suamiku" Melody tersenyum penuh kesabaran, dia berjalan menghampirinya.


"aku akan pergi, tapi aku belum isi ulang semangatku"


Aldrich merentangkan tangannya dan langsung mendapat pelukan hangat dari Melody.


"hati hati di jalan, titip salam untuk Felisya" senyumnya sambil mengelus ngelus punggung Aldrich.


"oke, sampai jumpa!" senyumnya langsung saja melepas pelukannya dan pergi.


Melody menghembuskan nafasnya lega, sekarang tidak akan ada yang mengganggunya lagi. Namun baru saja ia berbalik untuk menghampiri Resya kembali, tiba tiba Aldrich muncul lagi hanya untuk sekedar memberi kecupan singkat di bibirnya.


"Aldrich!" teriak Melody mulai kesal, bukan karna apa apa, tapi ia tidak nyaman karna ada Resya yang memperhatikan mereka.


"apa? aku hanya ingin mencium istriku sendiri, apa itu salah?" tanya Aldrich polos.


"tidak, sudah sana pergi!" Melody mendoring paksa Aldrich untuk pergi, sedangkan pria itu pergi dengan tawa geli karna melihat wajah istrinya yang tampak kesal.


Reiga yang melihat Aldrich tertawa itu merasa heran, apa yang di tertawakannya?


"jangan temui ibumu sekarang" cegahnya begitu ia tiba di sampingnya.

__ADS_1


"kenapa?"


"dia sedang kesal"


Reiga menghembuskan nafas kasar. "ayah pasti menjahilinya lagi"


Aldrich kembali terkekeh, lalu merangkul pundak Reiga, berjalan beriringan menuju mobil yang sudah di parkir di depan rumah.


"ayolah, wanita senang di perlakukan seperti itu, karna itu Felisya sangat menyukaimu"


"aku tidak jahil seperti ayah" elak Reiga tak terima.


"massa? " tanya Aldrich tak percaya.


Entahlah, Reiga merasa kalau dia tidak pernah memperlakukan Felisya sama seperti Aldrich memperlakukan Melody. Gadis itu saja yang cerewet dan berlebihan.


...-------SKIP-------...


Jangan goyah hanya karna diriku


Sepertinya Shayla mengingat dengan baik kalimatnya, semoga saja Daren bisa hidup selamanya...


"Kita sudah sampai" ucap Aldrich membuyarkan lamunan Reiga.


Mereka pun turun dari mobil dan meminta izin terlebih dahulu pada pimpinan Asrama untuk menemui Felisya. Setelah itu mereka di perbolehkan untuk menemuinya.


"Kakak!" Senyum Felisya merekah saat melihat kedatangan pria yang paling dicintainya itu, dia berlari untuk memeluk Reiga, bahkan seperti tak menyadari kalau Alice dan Aldrich juga datang mengunjunginya.


"lepaskan, kita baru saja bertemu kemarin!"

__ADS_1


"memang, tapi aku semakin merindukan kakak lebih dari kemarin-kemarin"


"ekhm, ada yang melupakan ayah ibunya di sini" dehem Aldrich menyindirnya.


Felisya langsung melepas pelukannya dari Reiga, dan melirik pada sang ayah yang sudah cemberut tanda cemburu.


"kalian juga datang?, aku senang sekali" dia beralih memeluk Aldrich dan Alice bersamaan.


"Mama Melody tidak ikut?" tanyanya saat menyadari tak ada kehadiran Melody.


"tidak sayang, Melody sedang kedatangan temannya" jawab Alice


Felisya hanya ber oh ria, dia menghampiri Reiga kembali.


"Shayla dan Kak Daren tidak datang?"


Reiga menggelang pelan.


"benar kan aku bilang, Dia itu pasti berbohong, waktu itu bilang akan sering mengunjungiku, tapi sekarang hanya dia satu satunya yang tidak datang" ocehnya langsung saja mendapat jentikan manis dari Reiga.


"aww, Kakak berhenti melakukan itu, kalau bibirku besar bagaimana nanti?, kakak mau aku terlihat seperti bebek?" ocehnya lagi sambil mengusap ngusap bibir kecilnya.


Ah sudahlah, Reiga tidak perlu bicara apapun lagi, mau bicara atau tidak, Felisya tetap tidak akan bisa menghentikan mulutnya.


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2