
Assalamualaikum, Aku Aisyah, masih penulis abal abal yang berusaha merangkai kata, maaf kalau hari ini dan kedepannya aku lama buat Up, soalnya di kehidupan SMA kelas 3 ini wah sekali,😂 harus mempersiapkan diri buat segala sesuatunya...
tapi insyaallah, cerita ini gak bakal berhenti ditengah jalan, meskipun alurnya masih ngaler ngidul gak jelas dan konfliknya muter muter, tapi sebuah cerita pasti punya endingnya baik happy ending ataupun sad ending...
selamat membaca, jangan lupa like dan komen di setiap episodenya, karna jujur, aku Up kalo udah ada yang komen minta lanjut😂 Soalnya takut ditinggalin sama readers setia hehe...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah kepergian Melody dan Aldrich yang membujuk Alice untuk tidak pergi, akhirnya wanita itu memutuskan untuk tetap tinggal di sini.
"lihat saja, apa yang bisa aku lakukan nanti!" gumamnya begitu tinggal dia seorang diri di kamarnya.
hati manusia terkadang berubah ubah dalam waktu dan kondisi tertentu, begitupun dengan Alice, jika yang dikatakan Aldrich bahwa dirinya sudah terlambat mengambil keputusan, tapi dia bisa mengambil keputusan yang lain. Apapun itu.
Mencintai Aldrich adalah sebuah kesalahan besar baginya, namun mereka sudah terlanjur bersama dan memiliki seorang anak. bukan kah semua akan indah bila hanya ada mereka bertiga di rumah ini? apakah dia harus menyingkirkan Melody dan Reiga? membuat Melody buruk dihadapan Aldrich dan Reiga? lalu hubungan mereka akan kacau sehingga membuat Melody pergi dan tidak mengusik kehidupan mereka lagi. lalu mereka hidup bahagia.
dan untuk memulai rencananya esok pagi, dia perlu istirahat malam ini.
â– â– â– â– â– â– â– â–
__ADS_1
Malam yang semakin larut, sunyi mulai menyergap membawa orang orang pecinta malam masuk ke alam damai mereka. Di iringi dengan semilir angin yang dingin, Reiga tampak asyik dalam lamunannya sendiri.
bayangan masa depan memang tak kunjung terlihat, meski semua orang pasti sukses, tapi dirinya takut jika yang diharapkannya selama ini tidak pernah jadi kenyataan.
Cekrek!
pintu terbuka lebar, masuklah Melody sambil membawa segelas susu untuknya.
"ma, aku sudah besar, jangan bawa susu setiap malam ke kamarku!" ucapnya dengan wajah memelas.
Melody hanya mengulum senyum dan meletakan susu di meja. Lalu beralih menghampiri Reiga yang duduk dibalik jendela menikmati angin malam.
"tidurlah!" perintahnya lagi.
Reiga menggelang pelan, wajahnya sudah lesu, entah apa yang sedang ia fikirkan.
"kenapa? kau punya masalah lagi dengan Shayla?" tanya Melody.
Reiga kembali menggelang, "apa mama pernah merasakan itu sebelumnya?"
__ADS_1
"apa? cinta segitiga?"
"iya, apa yang mama lakukan ketika harus memilih?"
Melody tak segera menjawab, ia berfikir sejenak, memangnya apa yang dulu dia lakukan? tentu saja tidak ada! dia tidak pernah bisa memutuskan apapun, sehingga semua harus terlepas, terlalu menyerahkan diri pada takdir bukanlah hal yang baik, tuhan memberikan setiap insan kesempatan untuk mengubah takdir mereka jauh lebih baik.
"mama...hanya bingung, dan tidak melakukan apapun, seperti yang kau tau, semua berakhir seperti ini" jelasnya dengan tatapan sendu.
"mungkin itu yang Shayla rasakan sekarang" batinnya.
"oh..Begitu..."
"sudahlah, sekarang fokus saja pada sekolahmu, bercinta secukupnya saja, yang penting pelajaranmu tidak terganggu!"
benar juga!
kenapa dia harus repot repot memikirkan gadis yang belum tentu jodohnya, rasanya tidur lebih baik untuk menyambut harapan baru besok pagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1