
Seperti halnya Gray dan Angelica, Resya juga tidak percaya . Tapi kalau kenyataannya sudah begitu, apa yang bisa dia lakukan? Lagipula tujuan utamanya adalah menemui Melody.
"kalau begitu, Reiga saja yang mengantarku pada Melody!" ucapnya mengubah keputusan.
Reiga hanya mengangguk patuh dan mereka langsung berpamitan.
kedatangan Reiga bersama Resya ke kediaman keluarga Aldich jelas membuat Melody terkejut. Tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Ma, ini-" baru saja Reiga hendak memperkenalkan Resya, Melody lebih dulu datang dan memeluk teman lamanya.
"aku minta maaf Melody...Aku minta maaf, tolong maafkan aku..." Tangis Resya pecah dalam pelukannya.
"Serpihan masa lalu perlahan kembali, aku senang kau kembali membawa cinta untukku" Melody berbisik penuh rasa haru.
Mereka larut dalam pertemuan takdir, saling memeluk erat, bukan untuk menusuk di belakang, tapi sebagai sebuah penyesalan.
"Tuhan begitu adil, saat aku berusaha memisahkanmu dengan Glan dan merebutnya, Tapi sekarang, tuhan memberi ikatan yang lebih kuat sebagai ibu dan anak, apa yang bisa aku lakukan? Bahkan jika hatiku mulai berubah, aku tetap tidak akan bisa merebutnya" Resya tersenyum tipis sambil mengelus pipi Reiga yang berdiri di sampingnya.
"Rei, Tante Resya naksir padamu!" canda Melody pada anaknya yang selalu memasang wajah serius itu.
"Mama..." rengeknya merasa tak nyaman.
Resya terkekeh, dan kenbali mengelus pipinya. "seratus persen mirip"
"Ekhm, ada yang mengabaikan kita Alice" dehem Aldrich pada Alice yang sibuk menyantap sarapan paginya.
Melody langsung saja melirik, suami bocahnya itu sudah memberi kode agar dia kembali duduk ke kursi.
"kau pasti belum sarapan kan? Ayo kita sarapan bersama!"
__ADS_1
"tidak terima kasih, aku-"
"sudah ayo duduk, jangan tidak tidak, ayo Rei!" Melody menarik tangan keduanya dan menyiapkan kursi untuk mereka. dan melayani ke duanya. Sedikit berbincang lebih membuat Resya nyaman dan mulai beradaptasi dengan keluarga mereka.
Namun mulai ada drama di tengah tengah obrolan.
"Melody aku mau itu!" seru Aldrich saat Melody hendak memakan rotinya.
"apa?"
"roti yang mau kau makan itu!"
Melody menatap roti yang hendak di makannya. "ini hanya tersisa untukku, bukankah kau sudah memakan banyak tadi?"
"ambil punyaku saja" sahut Alice hendak memberikan rotinya. Namun Aldrich menolak.
"aku mau yang punya Melody, selai kacang lebih enak"
"Ya sudah" Melody memberikan roti berisi selai kacang itu pada Aldrich.
"aku juga mau itu Ma!" sahut Reiga.
Melody langsung menarik kembali roti yang hendak di berikannya.
"tapi aku yang memintanya duluan!" protes Aldrich.
"oke oke, aku akan ambil yang baru!"
"tidak!" seru keduanya bersamaan.
__ADS_1
melihat Drama keluarga ini, Alice hanya bisa memutar bola mata jengah dan mencoba tak peduli, lain halnya dengan Resya yang menatap seru tingkah mereka. Tak ada malunya, di depan tamu kepala keluarga bertingkah seperti itu.
Melody tampak bingung harus di berikan pada siapa roti terakhirnya, melihat itu Resya langsung mengambil alih.
"berikan itu padaku Melody!"
Dan ya, tamu adalah raja, harus di layani dengan sebaik baiknya, Akhirnya Melody memberikan roti itu pada Resya.
Mereka fikir Resya akan memakannya, tapi dia malah membagi dua roti tersebut dan memberikan masing masing potongannya pada Reiga dan Aldrich.
"ah ya benar, kenapa tidak terfikirkan dari tadi" ucap Melody merasa bodoh.
"Terkadang, kita tidak bisa memberikan cinta kita yang utuh kepada satu orang, karna yang lain juga membutuhkannya, tapi kalau kau bisa membaginya, maka semua orang akan bahagia. Karna cinta itu bukan untuk di beri, tapi di bagi. Benar kan Melody?" jelas Resya.
ucapan yang terlontar dari mulut Resya mampu menampar mereka semua dengan tangan tak kasat mata.
"dengar itu wahai istri istriku!" ucap Aldrich merasa di dukung. Namun dia malah mendapat tatapan tajam dari keduanya. Membuat Reiga tak kuat menahan tawa, begitu juga Resya.
ternyata benar, seiring berjalannya waktu, banyak hal yang mereka fahami dan membuat Resya benar benar berubah nenjadi gadis PEMBICARA BIJAK.
Tapi satu hal yang tidak akan pernah Melody sadari jika Resya tak mengatakan itu padanya.
Cinta bukan untuk di beri, tapi di bagi!
dan itulah yang Melody jalani sekarang, dia bisa merasakan kebahagiaan dengan berbagi cinta. Kenapa ia tak menyadarinya sejak dulu? Mungkin tidak akan ada perpecahan antara dia dan pamannya.
Dan Mungkin karna alasan itulah Resya datang untuk meminta maaf.
...-----------...
__ADS_1
...-----------...