
Kali ini Reiga yang enggan melepas pelukan Felisya, mereka sudah merekat seperti lem super dengan kuat.
"kakak, ibu melihat kita!" bisiknya begitu menyadari kalau Alice memperhatikan dari kejauhan.
"tidak apa apa!" ucapnya sama sekali tak merubah posisinya.
Alice berjalan dengan elegannya menghampiri mereka, membuat Felisya sedikit takut. Bukan takut dia marah, tapi takut kalau Alice akan memisahkan Reiga darinya.
"ekhm, panas sekali ya!" dehem Alice sambil mengambil segelas jus dimeja.
"Ibu benar tidak merestui kalau kami pacaran?" tanya Reiga membuat Felisya terkejut, begitu juga dengan Alice. Yang awalnya mengira kalau dia tidak akan setuju dengan permintaan anaknya ini.
"ibu rasa hubungan kalian cukup sampai disini saja, Felisya, ibu akan mendaftarkanmu ke sekolah asrama besok!" ucapnya langsung menegaskan.
"Ibu!.." Felisya langsung melepas pelukannya dan beralih memeluk Alice manja. Matanya sudah berbinar.
"aku tidak bisa bu, jangan kirim aku kesana!" dia mulai merengek.
"pulang sekarang!" Alice menarik tangan Felisya sedikit kasar dan langsung membawanya pergi keluar. Kebetulan tidak ada Aldrich disini, tidak ada orang yang lebih mendramatiskan keadaan ini.
Hanya Melody yang langsung datang menghampiri.
"kenapa Rei?" tanyanya sambil memegang pundak Reiga.
__ADS_1
"ibu tidak merestui hubungan kami"
"Apa?!" Melody bertanya sedikit berteriak, membuat beberapa orang juga melirik padanya.
"maksudnya? kau dan Icha? kalian..."
"hem"
"Tidak boleh, kau ini bicara apa? ayo! kita bicarakan ini di rumah!"
Mereka pulang sebelum pesta berakhir dan langsung membahas hal ini secara kekeluargaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"maksudnya kalian saling suka?" tanya Aldrich santai, menurutnya ini hal yang normal dan tak perlu dipermasalahkan.
"tidak, tapi aku menyukai kakak" jawab Felisya jujur.
"kau suka dia?" tatapan Aldrich beralih pada Reiga.
Pria itu terdiam, tidak tahu harus menjawab apa, namun dari tatapannya Aldrich dapat mengerti jika dia tak bisa membohongi perasaannya.
"tidak, aku tidak mengizinkan kalian pacaran!" tegas Aldrich akhirnya.
__ADS_1
Dia juga tidak bisa membiarkan putrinya terus mengejar bayangan sang kakak, toh dia akan juga mengerti setelah pemikirannya dewasa nanti.
"ya ampun ayah juga.." seru Felisya begitu memelas.
"dengar itu! Kami semua setuju kau sekolah asrama!"
"Mama, apa mama juga tidak akan memihakku?" Felisya melirik pada Melody.
"untuk kali ini tidak icha, mama rasa keputusan ini akan membuatmu mengerti!"
mengetahui tak ada yang membelanya membuat Felisya kecewa dan marah. "kalian tidak sayang padaku!"
"dengqr sayang, pacaran itu butuh dua orang yang saling suka, apa kau pernah tanya Reiga? apa dia suka padamu juga?"
"Aku tidak butuh jawaban kakak ayah, Yang aku tau aku suka padanya dan ingin dia jadi milikku" ucapnya kukuh.
"cukup!, ibu tidak ingin ada perdebatan lagi, Ibu tetap akan mengirimmu ke sekolah asrama agar kamu mandiri dan tidak manja terus, apapaun alasanmu, keputusan mama sudah final, tidak bisa diganggu gugat!" sahut Alice sama keras kepalanya.
"kakak lakulan sesuatu!, aku tidak ingin pergi, aku tidak mau sekolah asrama, aku ingin bersamamu..hiks..hiks.." dia mengguncang lengan Reiga sambil menangis.
Membuatnya sedikit tak tega, namun juga ia ingin yang terbaik untuk adiknya, jika diteruskan begini, lama lama dia juga bisa mencintai adik tirinya lebih dari sekarang.
Shayla dan Felisya, kedua nama itu terkadang silih berganti mengisi hatinya. dan ia tidak ingin mempermainkan keduanya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...