
Pelajaran sudah usai, Reiga dan Daren bergegas menuju parkiran dan buru buru memarkirkan mobilnya.
"kalau kau meninggalkan adikmu dia bisa marah nanti!" nasihat Daren saat Reiga hendak melajukan mobilnya.
"biarkan saja!" ucapnya tak acuh.
"heeeeeyyyyyy!" teriak cempreng suara dari belakangnya.
"buka!" teriak Felisya sambil mengetuk ngetuk kaca mobil.
Dengan malas Reiga membukanya dan menatapnya tidak suka.
"Kakak mau ke rumah ka Daren kan? jangan pulang larut ya, aku akan pulang bersama Shayla" ucapnya tak diduga duga.
"hem, pulang pakai apa?"
"Naik Bis, o iya, aku akan belajar bersama dirumahnya, jadi nanti kakak pulang jemput aku ya, ku kirim alamatnya lewat ponsel" cerocosnya tanpa jeda. Membuat Reiga hanya mangguk mangguk dan langsung saja pergi.
"apa begitu caramu memperlakukan wanita?" tanya Daren saat mobil sudah melaju kejalanan.
"bagaimana lagi?"
"pertanyaan bagus, aku guru yang tepat untuk mengajarimu soal wanita!" cengirnya sambil menepuk bahu Daren.
"omong kosong" Reiga mencibir.
Daren terus saja memgoceh tidak jelas, sebagai seorang pria, berbicaranya itu terlalu melewati batas, bahkan Reiga berfikir kalau tidak akan ada wanita yang betah dengannya.
Cekiiiitt!
JEDUK!
Reiga tiba tiba menginjak pedal rem secara mendadak.
"Apa kau gila? berhenti mendadak ditengah keramaian begini?" tanya Daren waswas.
__ADS_1
"berhenti bicara, aku tidak tahu kemana jalan menuju rumahmu"
"aih, kau memang bukan temanku, sana minggir! biar aku yang menyetir" dengusnya merasa kesal
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
15 menit kemudian...
Rumah Daren yang lumayan besar, namun terlihat sepi tidak ada orang.
"aku tidak tinggal sendiri, orang tuaku sedang bekerja, yah kau taulah mereka selalu sibuk!" jelasnya menjawab pertanyaan yang hendak diajukan Reiga.
"kita langsung ke ruang kerja ayah saja, soalnya aku tidak punya infocus!" ajak Daren langsung bergegas, diikuti oleh Reiga dibelakangnya.
Mereka mulai mempersiapkan materinya dengan santai, sedikit berbincang membuat jarak diantara keduanya perlahan hilang.
"Marga mu tidak sama dengan marga ayahmu kan? lalu dimana ayah kandungmu?" tanya Daren seketika membuat Reiga terdiam.
Selama ini, Melody tidak pernah menceritakan siapa dan dimana ayah kandungnya, Melody selalu bilang dia tidak perlu tahu karna meskipun Dijelaskan, dia tetap tidak akan percaya. Namun semakin dewasa ia pun semakin penasaran tentang siapa ayahnya.
"entahlah" jawabnya singkat.
Reiga hanya mengangguk, ia kembali fokus pada pekerjaannya. Namun baru beberapa saat, seseorang datang mengetuk pintu.
"Ren? sedang apa kau diruang kerja ayah?" tanya seorang pria yang tak menyadari keberadaan Reiga, karna lampu ruangannya sengaja dimatikan, membuat penglihatan jadi remang remang.
CETREK!
Daren menyalakan saklar lampu.
"kami sedang kerja kelompok ayah!"
Mengetahui kalau itu ayahnya Daren, Reiga langsung berdiri dan berbalik, lalu membungkuk dengan hormat.
"selamat sore om, saya temannya Daren!" sapanya.
__ADS_1
HENING!
Karna dia tak merespon, Reiga mengangkat kepalanya, menatap pria paruh baya yang malah mematung menatapnya dengan mata berkaca kaca.
Dia berjalan kearahnya dan mengelus rambut hitam pekat Reiga, menempelkan dahinya didahi Reiga sama seperti yang dulu ia lakukan pada sang adik.
"Om baik baik saja?" tanya Reiga berusaha menjauh dari orang aneh tersebut. Sementara Daren hanya diam, tidak memgerti apa apa.
"siapa namamu?" tanya pria itu yang tak lain adalah Gray. Pamannya.
"R Rei..Reiga Algalasta!" jawabnya gugup.
BRUK!
Gray memeluknya erat, sangat erat sampai membuat Reiga tercekik, dia menangis, bahunya bergetar. Entah apa yang terjadi, meski tidak mengerti apa apa, Reiga tetap membalas pelukannya dengan hangat.
"Bagaimana semua ini bisa terjadi? katakan padaku!" tanyanya semakin membuat Reiga tidak mengerti.
"Aku tidak mengerti maksudmu"
"bagaimana kau bisa terlahir kembali, dengan wajah dan karakter yang sama!"
Reiga semakin dibuat bingung, dia benar benar tidak tahu harus menjawab apa, dan memilih untuk melepaskan pelukan pamannya.
"maaf om, tapi aku tidak mengerti semua perkataanmu!" ulangnya berharap pria itu dapat mengerti.
Gray terdiam, masih tidak mempercayai hal ini, namum dia ingin memastikan satu hal tentang apa yang terjadi beberapa tahun lalu saat Melody tidak pernah mengunjunginya lagi.
......................
...----------------...
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Jangan lupa folow ig author😂
~yeniaisah191