
Masih di dalam kamar Melody, sepertinya ciuman itu sudah usai, dengan hati hati Reiga mengintip, menunggu waktu yang tepat untuk bisa masuk supaya tidak terlihat memergoki mereka lagi.
Tapi lagi lagi waktunya terasa tidak tepat, sekarang mereka berdebat, membicarakan hal sepele.
"eh kau mau kemana?" tanya Aldrich begitu melihat Melody beranjak dari ranjangnya.
"aku harus..Aww!" baru saja Melody melangkahkan satu kakinya, ia langsung hilang keseimbangan dan menyadari kalau kakinya itu terkilir.
"kan, sudah kubilang kita harus ke dokter!" seru Aldrich sigap menopang tubuh Melody.
"tapi aku harus ke sana dulu!"
"kesana kemana?"
Melody berdecak sebal"ke tempat dimana kau tidak bisa ikut bersamaku!"
"iya tapi kemana?"
"ke sana!" Melody memberi kode sambil menunjuk ke arah kamar mandi dengan meninggikan dagunya, tapi Aldrich tetap tak faham.
"ke sana kemana Melody?" teriaknya merasa gemas.
Reiga yang mengintip menahan tawanya, dasar orang tuanya itu, ke kamar mandi saja penuh drama.
"ke sana, pokoknya kau tidak bisa ikut!"
"iya, tapi ke sana kemana?" pria itu sudah frustasi.
"ke sana Aldrich!" kali ini Melody menunjuk letak kamar mandinya.
"oooh kenapa tidak bilang dari tadi? Malah berbelit belit tidak jelas!" ketusnya. Kemudian ia menggendong Melody.
"eh..."
"apa? Aku hanya akan mengantarmu sampai depan pintu saja!"
Melody cekikikan, tak kuasa menahan tawanya saat melihat wajah kesal Aldrich.
__ADS_1
"terima kasih!" senyumnya saat mereka sudah tiba di depan pintu kamar mandi, perlahan lahan Melody masuk dan menutup pintu.
Aldrich setia menunggunya di depan pintu sambil terus meracau. "ke sana, ke sana, aku fikir dia mau kemana"
Merasa keadaan mulai aman, Reiga pun mengetuk pintu dan masuk.
"hay ayah!" sapanya ramah.
Cih, Aldrich langsung memalingkan wajahnya, tak sudi melihat anak tirinya.
"aku datang bukan untuk melihat wajahmu!" ucapnya begitu kasar.
"aku tau"
"aku akan merebut ibumu darimu!" Aldrich mengancam.
"lakukan saja"
"aku akan membuat ibumu melupakanmu!"
"aku akan merebut apa yang sudah kau rebut dariku!" sorot mata itu semakin tajam, ombak dimatanya seakan bergemuruh.
Cekrek!
Pintu kamar mandi terbuka, keluarlah Melody yang sudah menyeringai, tidak menyadari keberadaan Reiga, dan tidak mendengar pembicaraan mereka karna dari dalam hanya terdengar air dari kran.
"sudahlah, apa kau sekesal itu hanya karna aku sudah bermain main?" tanyanya sambil mencubit kedua pipi Aldrich dan menariknya ke sana kemari, lucu sekali.
"Melody jangan seperti ini!" Aldrich menghempaskan tangannya risih. Dia masih tampak kesal.
Melody cemberut dan mengalihkan pandangannya, di situlah ia baru melihat keberadaan Reiga yang sudah berdiri mematung menatap dirinya.
"Rei...kapan kau pulang?" musim kembali bersemi di wajahnya, Melody bermaksud untuk berjalan ke arahnya, tapi lagi lagi kakinya itu merasa sakit.
"aww!"
Anak dan ayah itu sigap menopang tubuh Melody bersamaan.
__ADS_1
"Mama kenapa?"
"ya ampun, semakin membengkak saja, Mama tadi jatuh dari tangga, sepertinya kaki kiri mama sedikit terkilir" jawabnya sibuk memeriksa kaki kirinya yang mulai membengkak.
"anak macam apa kau ini, menjaga ibumu sendiri saja tidak becus!" cibir Aldrich.
"hey, jangan asal bicara!" sergah Melody tak terima .
"pergilah Ma, ayah datang untuk menjemputmu!"
"ap-"
"Mama jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku, dan mama bisa mengunjungiku kapan pun mama mau!"
"tap-"
"aku tetap akan memaksanya untuk kembali!" ucapan Melody lagi lagi terpotong, oleh Aldrich yang kembali menggendongnya.
"kau tidak bisa membantahku lagi, Melody, kau tidak akan berdaya!"
Tak berdaya terus, Melody memang selalu tak berdaya, baik itu dulu, sekarang ataupun nanti. Karakter wanita itu tidak akan pernah berubah.
"Aldrich turunkan, kau tidak bisa memaksaku lagi, turunkan aku!" berontaknya.
Tanpa basa basi Aldrich berlalu begitu saja, membawa ibunya pergi menjauh, tapi Reiga meyakini satu hal, sejauh apapun Aldrich membawanya pergi, Melody tetap akan kembali padanya. Siapa yang bisa memisahkan hati antara ibu dan anak? . Cinta mereka lebih kuat daripada benang merah pernikahan.
......................
...****************...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf jarang up🙏...fokus dulu sama novel sebelah😂...hehe
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1