
Beberapa saat kemudian.....
"kalian sudah harus pulang ya?" tanya Felisya kecewa saat mereka hendak pamit.
"belajar yang rajin Icha, ikuti kata gurumu!" nasihat Alice sambil memeluknya tanda perpisahan.
"Aku sudah belajar dengan rajin ibu, aku sudah punya teman, aku sudah jadi anak baik, dan aku akan lulus tahun depan"
Alice tersenyum bangga, dan mereka bisa melihat, kalau sejak kedatangan mereka kemari, Felisya sedang di kerumuni teman temannya, mereka mendengarkan dan menuruti setiap kata yang terucap dari gadis supel itu.
"ayah senang mendengarnya, setelah lulus kau boleh menikah, tapi kau harus kuliah" jelas Aldrich.
senyum Felisya semakin merekah, berbeda dengan Alice yang terlihat seperti tidak setuju. Bagaimana dia bisa menikahi kakak tirinya? Ya walaupun tidak sedarah tapi rasanya aneh, Reiga sudah seperti keluarganya sendiri, dia mengenal baik anak tirinya.
"dengar itu kak, kita akan menikah satu tahun lagi" Felisya mencubit cubit lengan Reiga dengan gemas.
sementara pria itu tak bereaksi apapun, tatapannya datar, tapi ia mengangkat tangannya untuk mencubit hidung kecilnya.
"jaga dirimu!"
Mereka pun pergi setelah berpamitan.
"kenapa kau mendukung keputusan Icha untuk menikah dengan Reiga?" tanya Alice saat mereka sedang berada dalam perjalanan pulang, Alice tak ragu ragu untuk bertanya di depan Reiga.
"karna aku sudah melihat cinta dimatanya untuk Icha, benar kan?" tanya Aldrich sesekali melihat ke arah Reiga yang duduk di bagian belakang.
"aku..." jawabnya bingung, tidak tahu harus bilang apa.
"Ibu harap kamu tidak mempermainkan Icha, kalau jawabanmu ragu seperti itu, ibu tidak akan merestui hubungan kalian"
"Reiga mencintainya sayang, dia hanya belum sadar akan hal itu!" seru Aldrich terdengar bijak hari ini.
__ADS_1
Alice menghela nafas berat. "aku hanya tidak ingin Icha bernasib sama seperti diriku, menikah tanpa balas di cintai"
Mendengar itu Aldrich merasa tersindir, dia langsung menatap Alice tajam dengan sudut matanya.
"Jangan berfikir seperti itu, aku juga menyayangi putriku, aku sangat sayang padanya melebihi diriku sendiri, tidak akan ku biarkan hidupnya menderita, dan aku percaya, Reiga bisa menjaganya dengan baik, karna dia selalu mengalah untuk kebahagiaan adiknya" jelasnya benar benar serius.
rasanya ucapan Aldrich itu membebani fikiran Reiga, dia tidak begitu yakin kalau dirinya bisa selalu sabar menghadapi Felisya.
...-------SKIP--------...
Malam ini, Resya masih betah berada dalam rumah dengan keluarga Absurd ini. Mereka sedang menonton tv bersama, tapi bukan itu yang sedang Resya nikmati. Melainkan perdebatan antara mereka.
Seringkali Aldrich mendapat getokan dan jambakan di rambutnya, namun tak membuat pria itu marah, justru malah tertawa renyah karna berhasil menjahili mereka. lain halnya dengan Reiga yang sudah merasa bosan.
Tapi momen itu harus terhenti saat seseorang memencet bel rumah mereka.
Melody langsung beranjak dan membuka pintu. Mendapati seorang wanita yang Sampai saat ini Melody takuti karna wajahnya yang seperti psikopat itu, ya, tak lain dia adalah Angelica.
Wanita itu menatap Melody dari ujung rambut sampai ujung kaki, lalu menyeringai. "hidupmu memang tidak pernah ada kemajuan ya?"
"aku ingin menemui Resya, permisi" tanpa sopan santun Angelica langsung saja masuk.
Dan tentu saja semua yang duduk di sofa menatapnya dengan tatapan asing.
Lagi lagi Angelica menyeringai. "oh jadi begini keluargamu sekarang, parah!"
"Angelica, kenapa kau ke sini?" Resya buru buru menghampirinya sebelum dia mengatakan hal tak mengenakan hati semua orang di sini.
"Karna kau tidak tahu waktu, lihat jam berapa sekarang?"
Resya melirik ke arah jam dan sudah menunjukan pukul 7 malam, dia terlalu asyik berada di sini sampai melupakan pekerjaannya.
__ADS_1
"sudahlah, ayo kita pergi, apa kau tidak merasa aneh berada di rumah ja lang ini?" ucapnya sambil mengarahkan pandangannya pada Melody.
Reiga tak terima, dia langsung berdiri dan menatap tajam Angelica.
"beraninya kau sebut ibuku Ja lang!"
"oh jadi dia anakmu Melody? Sulit di percaya" Angelica menggelangkan kepalanya, agak terkejut, tapi untuk apa ia peduli tentangnya.
"dia itu, pasti anak tidak sah kan?" tanya Angelica sambil menunjuk ke arah Reiga. Dia sengaja memanas manasi keadaan, hanya untuk menciptakan drama baru di antara mereka.
PLAK!
Dengan penuh keberanian, Melody melayangkan tamparan di pipi Angelica.
"keluar dari rumah ini sekarang!!" usirnya masih berusaha menahan emosi.
Angelica mengusap pipinya dan kembali menyeringai. "jadi kau tetap menyembunyikan siapa dirimu yang sebenarnya? Dari dulu kau itu selalu bodoh Melody"
"siapa kau ini? Datang datang membawa keributan, tidak sopan sekali, pergi sana!" tutur Aldrich merasa keadaan ini sudah tak nyaman.
"aku akan pergi, ayo Resya!" ucapnya langsung saja pergi.
"kau masih berteman dengan wanita seperti dia?" tanya Melody pada Resya yang hendak pergi.
"aku bekerja padanya"
Melody mengerutkan alisnya, ingin bertanya lagi tapi Resya keburu pergi.
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...****************...
...----------------...