
30 menit kemudian...
Daren datang bersama Felisya, membuat keadaan yang sunyi dan romantis tadi menjadi berisik dan kacau. Kunang-kunang pun pergi karna tak sanggup mendengar ocehan mereka.
"ini tidak lebih baik, banyak nyamuk!" cicit Felisya sibuk menepuk nyamuk yang berterbangan di sekitarnya.
"aku tau ini tidak cocok untukmu, tapi aku tidak mungkin membiarkan Daren datang sendiri, akan kacau nanti!" jelas Shayla berharap mereka memgerti maksudnya.
"suasananya memang indah, tapi aku juga tidak tahan dengan ini" tambah Daren sambil menggaruk garuk tangannya.
"kenapa kita tidak ke Mall saja atau restaurant? yah, paling tidak kita menonton saja!" oceh Felisya lagi.
saat suasana seperti itu, Reiga terdiam, membiarkan mereka bicara sampai kelelahan, sampai suasananya hening seperti semula.
Wush!
angin berhembus dengan sejuknya, membuat siapapun akan merasa tenang.
"aku rasa ini tidak buruk juga, lagipula aku akan selalu senang saat ada kau!" ucap Daren sambil melihat langit, dia berbicara seolah hanya ada dirinya dan Shayla saja.
"kau bilang, akan mengatakannya, katakan apa?" Shayla mengingatkan.
Daren menoleh, tersenyum miring dan tangannya mulai terulur menautkan jemarinya. Meski terasa dingin dan tangannya bergetar, ia berusaha menaham rasa gugupnya.
"aku rasa kau sudah tahu apa yang ingin ku katakan!" wajahnya bersemu, kembali berpaling menghindari mata indah Shayla.
Hening!
__ADS_1
"jadi apa jawabanmu sekarang?" tanyanya setelah beberapa saat.
Shayla masih terdiam, ia melirik kepada Reiga yang terlihat tak acuh dan pura pura fokus melukis, padahal diam diam memperhatikan. Berbeda dengan Felisya yang tersenyum dan mengangkat dua jempolnya sebagai tanda kalau dia setuju mereka pacaran.
"katakan iya dan semua selesai..." ucap Reiga karna Shayla tak kunjung menjawab.
Felisya melirik kaget, menggandeng tangannya dan menatap wajah Reiga yang terlihat
cemburu. Namun dia tak mengatakan apapun.
"mereka mendukungku, jadi katakan apa jawabanmu mangga muda?"
Dengan malu malu gadis itu mengangguk, membuat Daren bersorak dan langsung menggendongnya, berputar putar sambil tertawa bahagia tanpa rasa gugup.
Reiga memalingkan wajah, menahan rasa dihatinya, namun tiba tiba saja ia mendapat dekapan hangan dari sang adik.
"kakak terlalu cuek, dia tidak suka itu..tapi, yang aku tahu, kakak orang paling lembut dan tempat paling nyaman yang pernah aku temui, dan tidak ada orang yang lebih mengerti kakak selain aku"
tidak ada orang yang lebih mengerti kakak selain aku!
ucapan itu tidak berlaku untuknya, namun karna wanita selalu benar, ia hanya diam dan membalas pelukan Felisya.
...💕💕💕💕💕💕...
...-----SKIP----...
1 minggu kemudian.....
__ADS_1
Pameran sekolah tinggal beberapa jam lagi, keanggotaan OSIS dan panitia penyelenggara lainnya yang sibuk membantu mempersiapkan segala sesuatunya. seperti perlengkapan promosi, persiapan rak atau tempat penyimpanan dan menghias lapangan yang menjadi tempat penyelenggaraan agar terlihat indah dan berkesan.
Merekapun disibukan dengan persiapan masing masing, cukup melelahkan, bahkan wajah Daren sampai pucat dan berkeringat.
"uhuk..uhuk.." ia menjatuhkan dirinya di bangku sambil memegang kepala.
"kau baik baik saja?" tanya Reiga langsung menghampiri dan memegang pundaknya.
Pria itu menggelang, matanya kunang kunang.
Reiga langsung mengambil sebotol air mineral dan diberikan padanya.
"terimakasih!" ucapnya langsung meneguknya hingga setengah.
"dasar lemah!" cibirnya.
Daren tersenyum lebar. "aku kan tidak pernah bekerja seberat ini!"
merekapun kembali melanjutkan pekerjaannya sampai malam menjelang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
__ADS_1