Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
28. Siklus cinta


__ADS_3

Malam ini, rasanya hampa, yang biasa terdengar ocehan manja dari sang adik sudah tak terdengar lagi.


hanya bunyi gesekan sendok dan piring saat makan malam berlangsung.


Melody tidak seperti biasanya, ia banyak diam, dan Alice, tampak menyembunyikan kesedihan. Sementara Aldrich hanya memutar mutar brokoli dipiringnya, Alisnya bertaut tajam, seperti sedang berfikir keras, ada apa ini? Bukankah mereka baru saja berdamai?


"Aku selesai!" ucap Alice langsung saja beranjak, pergi tanpa mengatakan apapun lagi.


Aldrich melirik pada Melody, sementara wanita itu hanya mengedikkan bahu.


"nanti aku bereskan, habiskan makanan kalian!" Melody ikut pergi, menyusul Alice ke kamarnya.


Sementara Aldrich, menepuk jidatnya frustasi. "kau lihat? sebaiknya jangan punya dua istri dalam satu rumah, merepotkan!"


Reiga hanya terkekeh. "selesaikan masalahmu ayah, sebelum mereka bertengkar"


Aldrich menatapnya jengah. namun tetap menurut, ia melenggang pergi, meninggalkan Reiga yang tinggal sendirian.

__ADS_1


...☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆...


disisi lain, kedua istri yang cukup akur itu mulai berbicara serius, kini ada bentrokan yang cukup serius dalam rumah tangga mereka.


"Kenapa semua harus terjadi sekarang Alice? bukankah sudah belasan tahun hubungan kita tetap seperti ini? apa yang membuatmu tidak nyaman? katakan padaku!" tanya Melody baik baik. Tidak ingin jika ucapannya menyinggung perasaan Alice saat ini.


"Sekarang, hubunganmu dengan Aldrich, tidak bertepuk sebelah tangan lagi. Kalian sudah saling mencintai, tapi masih ada pihak yang masih dirugikan. kau fikir hubungan kita bertahan lama karna apa? karna kita berada di dalam cinta yang sama, aku mencintainya sepenuh hati, tapi hatinya hanya untukmu sepenuhnya, dan sepenuhnya hatimu masih untuk sahabat masa kecilmu itu. Tidak ada cinta yang terbalas selama ini, hanya hubungan berdasarkan kebutuhan saja. Tapi sekarang, saat aku mengetahui kalian sudah bisa menerima hati satu sama lain, lalu apa kabar dengan hatiku? aku tidak bisa membiarkan ini terjadi!" jelasnya panjang lebar, hatinya sudah memanas, dipenuhi api cemburu.


kali ini Melody diam, tidak tahu harus mengatakan apa, semua yang dikatakan Alice benar adanya.


"Aku tidak bisa melihat kalian bahagia berdua saja, karna itu, aku yang akan menyerah, Merelakan Aldrich sepenuhnya padamu, dan pergi dari rumah ini" ucapnya lagi membuat Melody sangat terkejut.


Dia langsung mengapit dagu Alice saat tiba dihadapannya. "Pilihan itu seharusnya sudah sejak dulu kau ambil, sekarang sudah terlambat, bagaimana kau bisa pisah dariku sementara anak kita sudah besar? hatinya akan hancur dan mentalnya bisa saja berubah!"


"jangan fikirkan itu, Felisya akan baik baik saja !"


"tidak bisa, pokoknya aku ingin kau tetap disini, bersama anak kita, titik!" Aldrich langsung saja menarik Alice kedalam dekapannya. Ucapannya barusan itu terdengar seperti anak kecil yang angkuh.

__ADS_1


"tapi-"


"tidak ada tapi, jangan fikirkan soal cinta yang rumit itu, kalian sudah lama tinggal bersamaku, aku tidak bisa kehilanganmu Alice, tolong mengertilah!" Pria itu semakin erat memeluknya. Membuat Alice tak bisa berkutik.


Terlalu gerah kalau melihat mereka sedekat ini, Melody menundukan kepalanya. Cemburu? entahlah, tapi dia akan senang jika Alice benar benar tidak akan pergi.


Lagi, Aldrich dibuat frustasi. Ternyata serakah terhadap wanita itu buruk juga, saat ia bisa memanjakan satu istri, maka istri yang lain cemburu.


sama halnya dengan Alice, Aldrich menarik Melody kedalam pelukannya juga.


"Lupakan semuanya, jangan ada yang cemburu lagi, anggap saja aku ini ayah kalian!"


kedua wanita itu terkekeh, akhirnya mereka tertawa konyol. Entah takdir apa ini, yang jelas, hidup selalu penuh dengan kejutan.


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2