Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
20. Pacar pengganti.


__ADS_3

"kakak akan menurut padaku kan?" tanyanya masih bersikukuh membahas hal ini.


"hem" Pria itu berucap malas.


"kenapa kakak harus menyukai Shayla? apa karna dia cantik, baik, dan perhatian?" tebak Felisya.


"bukan urusanmu" Reiga menyentil bibir seperti biasanya. Lalu dia beranjak pergi.


Bruk!


Felisya mencegahnya dengan dekapan dari belakang. "apa kakak tidak bisa menjadikanku sebagai pacar pengganti?"


Apa? yang benar saja?


Reiga meelepas lingkarang tangan Felisya dipinggangnya, lalu berbalik dan menatap wajah polos adiknya itu.


"kau adikku!" ucapnya menegaskan.


"tapi kita tidak punya hubungan darah kan? jadi kurasa ini tidak salah! aku benar mencintaimu kak, jadilah pacarku" pintanya kali ini memasang mimik wajah yang serius. Dia kembali mendekat, membuat Reiga langsung menjaga jaraknya.


"tidak!" dia menjauhkan fikiran buruknya.


"kakak kumohon!" Felisya mulai merengek manja, ia tetap saja mendekat dan kembali melingkarkan tangan dipinggangnya.

__ADS_1


"kau hanya terobsesi, cinta tidak seperti ini Dik!" ucapnya berusaha menjelaskan.


mereka saling menatap cukup lama, perasaan Reiga mendadak jadi aneh, kacau dan tak karuan. Otaknya kusut, tak mampu mengekspresikan perasaannya saat ini.


Berbeda dengan Felisya yang semakin betah dalam pelukan hangatnya, dia berlama lama memeluk sang kakak yang masih terlihat bengong.


"aku tidak tahu sejak kapan aku menyukai kakak, yang jelas, saat aku memeluk dan menciumu hatiku berdebar, aku jatuh cinta kak, kakak cinta pertamaku" celotehnya tak henti henti, bahkan kristal bening disudut mata mulai jatuh membasahi kedua pipi Felisya.


Pria itu tak lagi bicara, sampai seseorang membuka pintu dan masuk kamarnya.


"kalian kenapa?" Tanya Melody melihat keanehan mereka.


keduanya menjadi gugup, Felisya menghapus sisa air mata di pipinya lalu tersenyum.


"waw menghayati sekali ya, kalau begitu maaf mama sudah mengganggu!"


"ah tentu saja tidak, ada perlu apa mama datang kesini?"


"ibumu menunggu dibawah, katanya ia akan pergi ke mall!"


wajahnya yang tadi murung dan bersungguh sungguh menjadi riang kembali, seakan melupakan kejadian barusan. Dia langsung saja turun ke bawah sambil berjingkrak layaknya anak kecil.


tidak, mungkin lebih parah lagi!

__ADS_1


"Rei bisa antar mama ke rumah Alisya?, mama harus membantunya mempersiapkan pesta pernikahan minggu depan, sedangkan Aldrich belum pulang" ucap Melody.


Reiga mengangguk patuh, dia langsung bersiap dan mengantar Melody dengan mobilnya.


...OOOOOOOOOOOOO...


tak butuh waktu lama, mereka sudah tiba dirumah Alisya, rumah yang tidak pernah dirubah lagi sejak renovasi hari itu.


Mereka pun turun dari mobil.


Melody yang berjalan menggandeng tangan putranya itu, membuat Alisya tersenyum dari kejauhan. Masih ada rasa haru dihatinya, mengingat kembali bagaimana perjuangan Melody saat itu. Sekarang dia sudah seperti wanita yang menikah dengan berondong.


"aku gemas melihat kalian berdua!" sambutnya saat mereka sudah tiba.


Melody hanya mengulas senyum bahagianya, sementara Reiga diam dengan wajah datar seperti biasa.


"Rei, kamu belum tahu taman bunga tante kan?" tanya Alisya mengerti, kalau anak itu tidak bisa tahan dengan banyaknya orang yang sekarang sedang sibuk kesana kemari mengatur persiapan pernikahannya nanti.


"Di belakang, buka saja pagarnya, ambil semua bunga yang kau inginkan jika mau, itupun kalau kau punya kekasih untuk diberikan padanya" goda Alisya membuat Reiga tersenyum tipis.


Reiga pergi ke taman yang dimaksud Alisya, dia membuka pagar yang terbuat dari kayu dan mendapati beraneka ragam bunga, kebanyakan mawar merah yang ada disana.


ia memang sudah beberapa kali mengunjungi rumah Alisya, namun belum pernah melihat kebun dan taman yang seindah ini.

__ADS_1


Diapun berdiri diantara bunga mawar merah dan mematung, hanyut dalam fikirannya.


__ADS_2