Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
2. Saudari yang menyebalkan


__ADS_3

17 Tahun kemudian....


Reiga tumbuh menjadi pria yang bisa dikatakan sempurna dari fisik, namun tentu saja tuhan tidak menyempurnakan seorang hamba dengan segala kemampuan. Hidup manusia akan selalu berdampingan dan saling melengkapi. Karna itu Ego perlu disingkirkan demi sebuah kebersamaan.


Namun yang terjadi dirumah ini, dirumah besar dengan dua istri dan dua anak juga seorang suami yang sangat menyebalkan, keadaannya terkadang terasa menjengkelkan.


Hampir satu jam Reiga menunggu Adik tirinya di kamar mandi, yah meskipun setiap kamar punya kamar mandi masing masing, tapi gadis cerewet itu sangat senang memakai kamar mandinya.


"huuuh! yeaaahhh! Ye ye yeeee!"


Dia mandi bagaikan mengadakan konser besar besaran, menyalakan musik dengan bas yang menggetarkan dada dan membiarkan air terus mengalir.


"FELISYA!!!!cepat keluar dari kamar mandiku!!" teriaknya benar benar terasa mengganggu.


Felisya yang samar samar mendengar teriakan kemarahan Reiga dari luar segera saja melilit tubuhnya dengan handuk dan keluar.


"apa? aku belum lama di kamar mandi kau sudah berteriak teriak!" ucapnya dengan suara yang amat nyaring.


PELETAK!


Reiga menyentil bibir mungilnya.


"Pelankan suaramu!" ucapnya langsung saja masuk ke kamar mandi.


"dasar manusia tidak punya perasaan, Ayaaaahh! Kakak menyentil bibirku!!" rengeknya dengan manja, dia pergi menemui Aldrich dan mengadukan hal ini padanya.


"Ayah!" ucapnya langsung saja memeluk Aldrich yang saat ini mereka sedang menyiapkan sarapan bersama Alice.


"ada apa sayang?" tanya lembut Aldrich.

__ADS_1


"Kakak menyentil bibirku!" rengeknya sambil memperlihatkan bibirnya yang sedikit memerah.


"ya ampun anak itu benar benar!" sahut Melody tiba tiba datang dari arah dapur sambil membawa segelas susu.


"sudahlah Melody, sudah biasa mereka seperti itu!" tambah Alice yang sudah terbiasa dengan mereka.


Setelah beberapa lama, Reiga menuruni anak tangga dengan tergesa gesa dan memakai seragam yang berantakan serta rambut yang belum terisisir dengan rapi.


"Aku duluan Ma, sudah terlambat!" Ucapnya buru buru pergi tanpa mempedulikan mereka yang berkumpul di meja makan.


"tunggu dulu nak!" cegah Melody sambil berlari kearahnya.


"tapi aku sudah terlambat!"


"tapi Icha masih duduk santai dimejanya!" Melody menunjuk kearah Felisya, yah, nama kecilnya adalah Icha, karna sejak kecil Felisya tidak bisa mengatakan namanya dengan benar. Karna itu orang orang memanggilnya Icha.


"aku ada piket kelas Ma, kumohon biarkan aku pergi sekarang!" pintanya dengan wajah memelas.


Melody tersenyum, lalu membenarkan posisi dasi putra tercintanya dan merapikan rambut Reiga, mengelusnya penuh sayang.


"pergilah, semoga harimu menyenangkan!"


"terima kasih, Mama juga!"


Reiga langsung saja melenggang pergi dan tiba tiba disusul oleh Felisya dibelakangnya.


"aku akan berangkat bersama kakak, dah ayah dah ibu, dah Mama Melody, muah!" ucap Felisya begitu riang, dia mencium mereka satu persatu dan cepat cepat berlari menyusul Reiga.


Reiga menyalakan mobilnya dan melaju melewati gerbang rumah yang membentang tinggi.

__ADS_1


"kakaaakk tunggu dulu!" teriaknya berlarian menyusul. Reiga yang melihatnya dari spion mobil langsung menghentikan mobilnya.


"Aku mau berangkat bersamamu" ucapnya dengan nafas tak beraturan.


Pria itu mendesis kesal, namun tak pernah bisa menolak keinginan sang adik, karna meskipun adik tiri dia tetap menyayanginya.


"Yey naik mobil!" cengirnya begitu ia masuk dan mendapati Reiga yang hanya menatap datar dan langsung melajukan mobil sampai tiba di sekolah.


OOOOOOOOOOOOII


Seperti biasa, mulai dari ia turun dari mobil dan menuju kelas, ia Bak artis papan atas yang disanjung sanjung oleh fansnya. Tentu saja Reiga sangat terganggu, tapi ia mulai terbiasa dengan hal ini.


"waw aku gadis beruntung yang bisa dekat denganmu rupanya!" senyum Felisya bangga, tangan mulusnya menggandeng tangan Reiga dengan erat.


"sana masuk kelasmu!" titahnya saat tiba di kelas XI Ips 5.


"tidak ada pelukan?" godanya begitu genit.


"tidak!" jawabnya tegas.


Felisya mengerucutkan bibirnya kesal, lalu menatap Reiga dengan mata berkaca kaca. Membuat pria itu mendesah pasrah dan menarik Felisya ke dalam pelukannya.


"jaga dirimu!" ucapnya setelah selesai memberi pelukan dan pergi menuju kelasnya.


"aku menyayanginya..." batinnya begitu bahagia memiliki kakak yang benar benar tulus menyayanginya....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2