
Reiga yang merasa risih dengan tatapan Daren akhirnya pergi, ia tidak tahan harus melihatnya seperti itu.
ia tidak tahu, kalau langkahnya di susul Shayla. dia mengapit tangan Reiga saat berada di tempat sepi.
"apa?" tanya pria itu sambil melirik ke sana kemari, memastikan kalau tidak ada orang yang lihat.
"apa sebaiknya kita beritahu Daren saja?"
"beritahu apa?"
"tentang hubungan kita!"
Reiga mengernyit, memangnya mereka punya hubungan apa?
"kita?" tanyanya dengan nada tak enak didengar.
"jadi..selama ini kau tidak merasa bersalah?"
Pria itu terdiam.
"ahh aku bingung!" desahnya sambil menutup wajah dengan kedua tangan. "kuharap kau mengerti Rei, daan aku tidak perlu jelaskan apapun lagi padamu"
"kau akan baik baik saja" Reiga meletakan sebelah tangannya di puncak kepala Shayla. "aku ingin kau berjanji!" ucapnya lagi.
"apa?"
"hanya akan melihat Daren seorang!"
....
Shayla terpaku, ia hanya menatapnya dalam.
"Tuh kan, kalian mukai lagi!" seru Felisya membuntuti.
__ADS_1
"mulai sekarang kau jangan dekati kakakku!" ucapnya sambil memeluk sang kakak, seolah menegaskan kalau dia miliknya seorang.
"Felisya ini disekolah!" suara Reiga tertekan, namun tetap tak melepas pelukan eratnya.
"aku tidak peduli, meskipun kau sahabatku, aku tidak akan mengalah untuk ini, kau tidak bisa main main lagi Shayla" ancamnya.
Shayla berkedip beberapa kali, ini bukan masalah besar dan tidak serius, dia tidak ingin berlebihan menghadapi ketidak jelasan ini.
diapun memilih untuk mengalah dan pergi. Kembali menemui Daren.
"aku ingin bicara serius nanti!" ucapnya saat ia kembali.
"tempatnya?"
"terserah kau saja!"
"padang ilalang?"
benar, selama ini Daren memang menyebalkan, tapi dia tidak pernah melakukan sesuatu yang dibencinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"kau tidak ada kegiatan ekskul?" tanya Daren duduk lebih dekat dengannya.
"tidak, aku membolos saja!"
"apa?, tidak tidak tidak, membolos untuk hal tidak penting ini? lebih baik kau pergi dan selesaikan kegiatanmu dulu " titah Daren.
"tapi-"
"tidak ada tapi, kita bisa bicara nanti , Ayo!" pria itu berdiri dan mengulurkan tangannya dengan senyum merekah di bibirnya.
Sesaat Shayla terpaku, senyum Daren telah menghinotisnya sampai dia tak bisa berkedip.
__ADS_1
"Ayoo!" Daren menarik tangan Shayla, berlari lari kecil sampai tiba di ruang seni lukis dan mengantarnya sampai depan pintu.
"aku tunggu diatas ya!" senyumnya setelah mencubit pelan pipinya dan pergi.
belum jauh dari ruangan itu, nampak Reiga berjalan kearahnya., sepertinya dia juga baru akan masuk.
Daren tak menyapa ataupun bicara padanya saat mereka berpapasan.
"Daren!" panggil Reiga menghentikan langkahnya, Daren ikut berhenti dan menoleh.
"iya? ada yang bisa ku bantu?" tanyanya dengan nada ramah seperti biasa.
"ikut denganku!"
Daren mengikuti langkah Reiga sampai ke balkon sekolah.
"maaf!" Pria itu tiba tiba saja membungkukan badannya 90 derajat.
"kenapa minta maaf?" tanya Daren tak mengerti.
"Aku sudah menghianatimu!"
dalam sesaat keadaan hening, Daren menatap Reiga dengan senyuman lega. Entah apa yang ada difikiran pria itu.
"aku menyukai Shayla dan kurasa hubungan kami dekat, mulai sekarang aku akan segera melupakannya, maafkan aku Daren!" Ucaonya enggan menatap wajah pucat itu.
karna Daren tak juga bicara, Reiga mengangkat wajahnya, melihat ekspresi pria itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................