Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
3. Kenalan


__ADS_3

Reiga berjalan menuju kelas, Yah, seperri biasa, ia mulai diteriaki para gadis. membuat tampangnya terlihat semakin dingin.


Bruk!


Dia menghempaskan dirinya ke kursi menahan ketertekanan ini.


"Hay pangeran sekolah!" sapa pria berambut hitam itu yang merupakan teman sebangkunya. Daren.


"kalau bisa kita tukar wajah saja!" ucapnya lagi.


Reiga menoleh, menatap Daren dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sebenarnya Daren juga pria yang tampan, bahkan orang orang mengatakan kalau mereka agak mirip. Namun Reiga tidak seperti Daren yang so ramah dan suka mencari perhatian pada banyak orang.


"kenapa kau menatapku begitu? aku hanya bercanda, mana mungkin aku mau memiliki wajah kaku sepertimu" kekehnya tak mendapat respon apapun dari Reiga.


Kebetulan bel tanda masuk sudah berbunyi, dia punya alasan untuk tidak mendengarkan Ocehan Daren dan fokus pada pelajaran.


Seorang guru berparas cantik masuk ke kelas dan menyapa para siswa.


"Selamat pagi anak anak, minggu depan kita akan melakukan Presentasi, kebetulan proyektor ini cukup dilakukan untuk dua orang, jadi bekerja samalah dengan teman sebangku kalian! Dan ibu ambil tema tentang bencama alam " jelas bu guru kemudian menjelaskan apa yang perlu mereka persiapkan untuk minggu depan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


beberapa jam.kemudian, Pelajaran pertama sudah usai, Para siswa langsung saja berhamburan keluar menuju kantin, begitu juga dengan Reiga dan Daren, Mereka tampak melihat kesana kemari mencari tempat yang cocok untuk makan siang.

__ADS_1


"Kakak!" panggil Felisya berlari kearahnya.


"apa?"


"ada yang mau kenalan denganmu!" senyumnya lalu menuntun Reiga ke bangku yang letaknya paling ujung. Terlihat seorang gadis cantik dengan rambut orange dan pipi yang chaby serta bibir yang kecil. Sangat menggemaskan, terlihat seperti mangga muda yang baru matang.


"ini kakakku, Reiga Algalasta!" ucap Felisya begitu mereka tiba didekatnya.


"aku Shayla Anatasya, aku baru sebulan sekolah disini, ibuku berasal dari Turki, karna itu aku memiliki rambut yang sama seperti ibu, tapi ayahku asli dari negara ini!" senyumnya membuat Reiga tiba tiba terkekeh, entah kenapa, tapi menurutnya ia lucu.


Shayla hanya tersenyum simpul,.sedangkan Felisya dan Daren dibuat melongo, baru kali ini Reiga begitu merespon seorang gadis. Padahal sudah banyak wanita yang Felisya kenalkan pada kakaknya ini. Hanya dia satu satunya gadis yang membuat Reiga tertarik. Itu Luar Biasa!


"jadi kita berteman?" tanya Shayla.


"aku?, bagaimana denganku? kau mau berteman juga?" ucap Daren ikut nimbrung.


Shayla melirik dan tersenyum, lalu menyodorkan tangan kanannya.


"aku Daren, semoga kita berteman baik" Senyumnya


Akhirnya mereka memutuskan untuk makan bersama sambil berbincang.


"o ya, tentang kerja kelompok itu, bagaimana kalau kita melakukannya di rumahku saja?" tanya Daren.

__ADS_1


Reiga hanya mengangguk, dia memang sudah mengenal Daren sejak satu tahun yang lalu, namun tidak pernah dekat, hanya teman sebangku, dia tidak tahu bagaimana kehidupan Daren diluar sekolah.


"jadi kita tidak pulang bersama hari ini?" tanya Felisya.


Reiga menggelang, membuat Felisya langsung mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa tidak, kakak bisa mengantarku pulang, setelah itu pergi ke rumahnya Kak Daren, benar kan?" tanyanya sambil melirik ke arah Daren yang tengah menyeruput teh manisnya.


"em yah benar, sekalian mengantarkanmu pulang, mangga muda!" ucap Daren membuat Shayla melotot menatapnya.


"siapa yang kau sebut mangga muda?" tanyanya galak.


"kau fikiri siapa? tentu saja dirimu!" cengirnya tak berdosa.


"menyebalkan!" dengusnya kesal, wajahnya sudah memerah menahan amarah.


"cuci wajahmu sana!" titah Daren.


"kenapa?"


"wajahmu merah begitu"


Shayla langsung tertunduk dan menghabiskan makanannya, gadis yang sensitif, mudah marah dan terbawa suasana. Sangat lucu dan menggemaskan...

__ADS_1


__ADS_2