Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
9. Merajuk


__ADS_3

Malam ini, Saat Reiga berada dalam ketenangan, menikmati angin malam dari balik jendela kamarnya, Felisya datang dan mulai merengek manja padanya.


"kenapa kakak tidak datang membujuku?" tanyanya sambil mengguncang bahu Reiga.


"untuk apa?" ucapnya tak acuh


"kakak tidak merasa bersalah setelah membuatku menunggu lama tadi?"


"tidak"


Sekarang gadis itu terdiam setelah mendengar jawabannya, dia hanya mengepalkan tangan dan menatap tajam ke arah Reiga dengan wajah yang hampir menangis.


"dasar cengeng!" cibirnya namun dia langsung menarik tangan Felisya, mendudukan gadis mungil itu dipangkuannya, dan memeluknya.


"kenapa kau sangat manja padaku?" tanyanya tak habis fikir.


Felisya tak menjawab, dia hanya melingkarkan tangannya dileher Reiga, dan sesekali mengendus lehernya yang beraroma vanila.


Suasananya terus seperti itu sampai ada seseorang yang mengetuk pintu.


TOK TOK TOK!


Reiga bermaksud melepas pelukannya, namun dia malah semakin merekat seperti getah dipohon.


"Masuk!" titahnya.


CEKREK!


pintu terbuka, masuklah Aldrich dengan tatapan tajam saat melihat anak kandungnya begitu erat dengan Reiga.


"aku ingin bicara!" ucapnya datar. Namun tatapannya seolah menyiratkan kata "kau selalu merebut milikku"


"baiklah!" Reiga melepas tangan Felisya yang masih melingkar dilehernya.


"kembali ke kamarmu!"

__ADS_1


"ck, ayah mengganggu!" decaknya namun tetap menurut, dia melenggang pergi menuju kamarnya


"apa yang ingin ayah bicarkan?" tanya Reiga serius, yah, karna dia memang tidak pernah dekat dengan ayah tirinya ini.


Baru saja Aldrich hendak berbicara, Tiba tiba saja Melody datang mengetuk pintu.


"maaf mengganggu" sahutnya "Rei, temanmu menunggumu dibawah!" ucapnya lagi.


tanpa bicara, Reiga melenggang pergi, dia sudah tahu, pasti Gray telah datang dan mengobrol dengam mamanya sebelum dia kesini, terlihat dari mata Melody yang sembab habis menangis.


Setelah kepergian Rei, Melody menghampiri Aldrich, namun pria itu memalingkan wajahnya seperti bocah umur lima tahun.


"jangan bicara padaku!"


ya tuhan, apa dia tidak ingat usia berperilaku begitu? batinnya.


"tolong maafkan aku..." Kali ini Melody yang membujuknya.


Dia masih diam, tak meliriknya sama sekali. Membuat keadaan diantara mereka menjadi canggung.


Disisi lain, Gray dan Daren tengah menunggunya di ruang tamu. Reiga langsung saja menyiapkan dua cangkir kopi untuk mereka, maklum, mereka tidak menyewa pembantu.


"terima kasih Dik, tidak usah repot repot" ucap Gray tanpa sadar.


"namaku Reiga!" sahut Reiga mengira kalau pria itu lupa namanya.


otaknya loading sejenak, mengingat apa kesalahan yang dikatakan Gray barusan, setelah beberapa saat diapun baru menyadarinya.


"ah benar, maksudku Rei..." senyumnya tak bisa menyembunyikan kikuknya.


"ayah aku menunggu diluar!" Daren yang merasa dirinya akan mengganggu langsung saja pergi, meski masih belum mengerti apapun, dia akan menanyakannya nanti.


"jadi siapa om sebenarnya?" tanya Reiga to The point. Dia tidak suka menunggu lama.


Sebelum menjawab, Gray menarik nafas panjang dan mempersiapkan kalimatnya.

__ADS_1


"aku kakaknya ayahmu, pamanmu!"


Gray menjelaskan kejadian 17 tahun lalu, saat Melody datang dan mengatakan kalau Glan telah pulang dari Amrerika, namun yang dia ketahui sejak saat itu adalah, Glan sudah meninggal karna kecelakaan pesawat sejak keberangkatannya. Namun Melody bersikeras mengatakan dirinya sudah pulang dan berhubungan dengannya. Dan sejak saat itulah dia mengandung Reiga didalam rahimnya.


"apa itu mungkin?" tanya Reiga memotong cerita Gray.


"itu benar!" ucap Melody ikut nimbrung, dia berjalan menghampiri Reiga dan menjelaskan semuanya, kecuali saat ia pernah menjadi wanita malam.


Reiga bukannya merasa sedih karna asal usulnya yang tidak jelas, tapi dia hanya mengatakan itu hal yang sangat sangat mustahil, bahkan masih mengira kalau mereka itu berbohong.


"mama punya foto bersama papa dulu?" tanya Reiga.


tentu Melody tidak akan lupa, dia langsung mengambil ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto saat mereka sedang menikmati perayaan festival kembang api malam itu. Hanya itu yang bisa ia perlihatkan, karna semua kenangan sudah ia bakar saat dia menyadari Glan benar benar pergi untuk selamanya


Gray yang melihatnya juga ikut terenyuh, karna Melody tidak berbohong, foto itu diambil sejak 5 tahun kepulangan Glan.


Reiga mengamati Glan yang tersenyum kearah kamera sambil merangkul bahu Melody. Itu memang terlihat seperti dia dimasa lalu, tidak ada perbedaan sama sekali. Dan dia harus percaya itu.


"apa aku ini anak dan cintamu?" Reiga menatap dalam iris mata Melody yang masih terlihat secerah langit.


sementara mata itu sekarang sudah berair, tak sanggup menjawab pertanyaan anaknya.


"Jika aku adalah Alga yang mama cintai selama ini, mama tidak perlu menangis lagi saat mengingatnya...Karna Alga yang mama cintai sekarang sudah bersama mama lagi" ucapnya membuat aliran darah Melody terasa tersetrum mendengar perkataan Reiga.


dengar....saat kau kembali nanti, aku akan ada dan selalu menemanimu dan menjadi milikmu selamanya..


mendadak ucapan Glan waktu itu kembali terngiang ditelinganya. Melody langsung menutup telinganya dan membungkuk, pelipisnya berdenyut denyut, terasa menyakitkan.


"Melody!" kali ini Gray yang membantunya berdiri, mengelus punggungnya agar Melody merasa sedikit tenang.


"aku minta maaf, kita sama sama kehilangan, tapi aku begitu egois, aku tidak mempedulikan perasaanmu selama ini!"


Melody menggelang lemah, "bukan itu masalahnya, aku hanya tidak mengerti, kenapa hatiku masih terasa sakit? seperti ada yang kurang"


Merekapun saling berangkulan, mengerti satu sama lain dan saling memaafkan, Reiga tidak mempermasalahkan semua ini, Percaya atau tidak, dia tetap harus percaya pada kisah ini. Lagipula itu sudah menjadi masa lalu. Mereka sekarang sudah menjadi keluarga, sudah seharusnga Reiga fokus pada kehidupannya yang sekarang.

__ADS_1


"sekarang mama tidak perlu khawatir lagi, mama bisa mencintai ayah dan menerimanya sepenuh hati, karna Alga-mu ini akan selalu mendukung setiap keputusanmu!" jelas Reiga lagi lagi membuat Melody terpana dengan ucapannya.


__ADS_2