Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
30. Biarkan seperti itu


__ADS_3

Pagi ini, Reiga bangun seperti biasanya, dia langsung mengambil handuk dan pergi menuju kamar mandi, namun dia langsung terdiam saat memegang daun pintu, semuanya terlalu berjalan lancar. Dia tidak lagi menunggu Felisya dan mendengarkan acara konsernya di kamar mandi.


Usai membersihkan diri, ia segera menyiapkan dirinya sebelum turun untuk sarapan.


Drrt drrt drrt


Begitu mendengar ponselnya bergetar, Reiga segera mengambilnya, dan mengangkat sambungan telpon dari orang yang di harapkannya.


Felisya!


"apa kakak tidak merindukanku? kenapa kakak tidak menelpon lagi? semalaman aku menunggu telpon darimu, kufikir kakak tidak main main setelah mengatakan akan menikah denganku, tapi itu bohong kan? kakak bohong kan? kakak tidak akan menikah denganku kan? kakak hanya ingin aku pergi dari rumah saja, benar kan?" celotehnya tanpa basa basi.


"kenapa kakak lakukan itu? aku tidak mau tau, jemput aku hari ini, aku ingin pulang, aku tidak mau sekolah asrama, aku tidak betah sekolah di sini! kalau kakak tidak datang hari ini, maka aku tidak akan bicara dengan kakak lagi...." Dia berhenti bicara sejenak. "Selamanya!" tegasnya.


Kalau saja mereka dekat, sudah pasti Reiga akan menjentik bibirnya itu dengan gemas lalu memeluknya dengan erat. Namun sekarang dia hanya bisa diam, tak menanggapi apapun.


"Kakak dengar aku tidak?" nadanya sudah naik dua oktaf.


"dengar"


"kalau begitu cepat! aku tidak suka menunggu lama!"


"hem"


"oke aku menunggu!"


Tuut!


Reiga segera menutup sambungan telponnya sebelum gadis itu berbicara lebih banyak lagi. Dia akan menemuinya setelah pulang sekolah nanti.


CEKREK!

__ADS_1


Alice tiba tiba saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, senyuman hangat sudah merekah indah dibibirnya.


Tumben sekali!


"ada yang bisa aku bantu?" tanya Reiga karna tak biasanya Alice datang ke kamarnya.


"tidak ada, aku rasa kasih sayang dua orang ibu dirumah ini sekarang menjadi milikmu" senyumnya sambil membantu Reiga mengancingkan seragamnya.


"hem, tapi Felisya ingin kita segera menjemputnya!"


"tidak perlu, nanti dia akan betah di sana, hanya perlu waktu saja"


Reiga tersenyum tipis, merasakan adanya energi positif dari Alice membuat dirinya yakin kalau keluarga mereka kembali membaik.


"oh ya, aku dengar dari Felisya, kau terjerat cinta segitiga di sekolahmu!"


Reiga tak segera menjawab, apa Alice perlu mengetahui kisah cintanya? dia rasa tidak.


"jangan khawatir, itu pernah terjadi pada ibumu dimasa lalu, bahkan kehidupan Melody jauh lebih rumit daripada kisah cintamu sekarang" Alice mulai memantik Reiga tentang masa lalu yang perlahan akan hilang dari kenangan buruk Melody.


dia mengepalkan tangannya kesal, merasa gagal untuk membujuk Reiga tentang Melody dimasa lalu, bagaimana kelamnya kehidupan Melody, dan Alice merasa yakin jika Reiga mengetahui itu, dia akan merasa marah dan kecewa pada Melody dan Aldrich juga ayah mertuanya yang pernah menjadi ranjang penghangat mereka.


"semua tidak akan sulit, tapi kali ini aku tidak ingin menjadi pusat hancurnya keluarga mereka, aku harus bermain rapi tanpa meninggalkan jejak diantara mereka" gumamnya dengan mata menyipit penuh perhitungan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi Ini, Keadaan sekolah masih sepi, sepertinya Reiga datang terlalu pagi, bahkan petugas sekolahpun masih menyapu halaman.


Ada Daren yang ikut membantu pak petugas, membuat Reiga langsung menghampirinya dan ikut membantu.


tampak wajah Daren yang penuh kebahagiaan pagi ini, seolah kehangatan mentari kalah oleh kehangatan dalam dirinya.

__ADS_1


"ada apa?" tanya Reiga tidak tahan untuk bertanya.


Daren hanya tersenyum, lalu menepuk pundaknya. "datang ke rumahku Malam nanti ya!"


"kenapa?"


"ayahku mengundangmu untuk makan malam, dan kau harus menginap, kita akan main game semalaman"


"hem"


"Selamat pagi semuanya!" Sapa Shayla datang dengan senyum semangatnya.


Sama halnya seperti Daren, wajahnya lebih berseri hari ini. Entah ada apa dengan mereka. Tapi apapun itu Reiga turut merasa senang kalau mereka bahagia.


"sore nanti, ada yang ingin aku bicarakan denganmu Reiga" ucapnya.


Reiga melirik ke arah Daren, tentu dia harus menjaga jaraknya dengan Shayla sekarang seperti yang Daren minta, tapi terkadang Shayla selalu terang terangan untuk meminta waktu berdua dengannya.


"tentang apa?"


"soal yang dikatakan ibumu kemarin, aku ingin membahasnya lagi, bukan hal yang rahasia kok, aku rasa Daren juga tidak akan keberatan kan?" tanyanya ikut melirik ke arah daren yang langsung dapat senyuman darinya, seolah dia sudah percaya sepenuhnya pada mereka berdua.


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


__ADS_2