
Membujuk orang keras kepala bukanlah hal yang mudah, Dan akhirnya setelah mulut berbusa baru Felisya bisa dibujuk.
"Kakak akan pulang sekarang?" mata gadis itu sudah berkaca kaca.
"ya, jaga dirimu" Ujarnya langsung melenggang pergi setelah dia puas memeluknya.
"Aku sayang kakak!" Felisya melambai dengan full smile yang begitu menggemaskan. Tak ada beban ataupun kepalsuan dari senyumannya. Seolah olah hanya dirinya orang yang paling ceria di dunia ini.
Namun dia tak bisa berlama lama, ingat janji akan makan malam dengan Daren dan ayahnya. Diapun bergegas, kembali pulang dan segera membersihkan diri, makan, lalu pergi.
"kenapa akhir akhir ini kau jarang di rumah Rei?" tanya Melody yang tengah mempersiapkan makan malam.
"ini yang terakhir Ma" ujarnya lembut sambil menghentikan aktifitas Melody untuk sekedar memeluknya dan berpamitan.
"pulang jam berapa?" tanya Aldrich yang akhir akhir ini juga tampak peduli dan perhatian padanya.
"aku akan menginap!"
"di rumah siapa?"
"Daren"
"oh Daren, sampaikan salamku pada pamanmu ya" tambah Melody merasa Lega.
"hem, aku pergi" pamitnya langsung saja pergi.
Tinggalah mereka.bertiga dirumah ini.
"yuhuuuuu kita bebas bercinta!" teriak Aldrich riang gembira.
Sementara tatapan kedua istrinya seperti mengisyaratkan kata.
dasar sinting!
"aku sedang malas!" ucap keduanya serentak, menyebabkan air muka Aldrich keruh seketika. Namun setelahnya dia menyeringai.
"oh bukan masalah, aku bisa memesan wanita" seringainya langsung mengeluarkan ponselnya itu.
__ADS_1
"Aldrich!!" geram mereka bersamaan lagi, dan itu sukses membuat Aldrich tertawa geli. Ya, dia terhibur, ternyata punya dua istri tak selalu rumit, apalagi kalau dua duanya sedang cemburu.
...●●●●●●●●●●●●●●...
Sementara di sisi Daren, Ia menyiapkan makan malamnya seorang diri. tentu dirinya yang pandai memasak itu tidak akan menyia nyiakan bakatnya.
"Jangan memaksakan diri nak!" nasihat Gray sambil mengelus pundaknya.
"memaksakan diri apa ayah? malam ini Reiga akan datang dan kita makan malam bersama, kita harus menyambut tamu dengan baik kan? terutama pada tamu spesial kita"
mendengar itu Gray hanya tersenyum tipis, Tamu spesial? ya, sangat spesial! berharap mereka bisa bersama sampai ajal memisahkannya nanti.
Ting Tong!
Suara bel berbunyi, Gray langsung saja membukakan pintu dan menyambut kedatangan Reiga.
"selamat malam om" sapa hangat pria itu sambil membungkuk.
"jangan se formal itu padaku" senyum Gray sembari menepuk pundaknya dan membawa Reiga masuk.
kini, makan malam berlangsung dengan khidmat, semua menikmati masakan Daren yang enak.
"enak"
"apa ada sesuatu yang kurang?"
"tidak"
"kau suka?"
"sangat"
jawaban jawaban singkat itu membuat Gray tak henti hentinya tersenyum. Yah, kenangan itu terus saja berputar dan tak pernah mau hilang.
"nak, kau bisa makan malam disini setiap hari, ajak ibumu juga"
"tapi kami selalu makan malam bersama dirumah, bagaimana kalau kalian yang datang kerumah?"
__ADS_1
"apa boleh?" tanya Daren
"tentu"
"baiklah, kita akan makan malam disana lain kali, kan ayah?"
"terserah kau saja nak"
tak butuh waktu lama, makan malam sudah selesai, Reiga ikut membantu Daren mencuci piring kotor di dapur.
"Hubunganmu dengan Shayla baik baik saja?" tanya Daren sibuk mencuci.
"baik, seperti biasa"
"Syukurlah"
"biar aku yang menyerah" ucap Reiga akhirnya.
"menyerah bagaimana?"
"anggap saja aku tidak pernah menyukai Shayla, dan kau hiduplah senyaman yang kau inginkan"
Daren menghentikan pergerakannya dan menatap Reiga penuh arti. "umurku tidak panjang Reiga, dokter bilang, umurku akan habis di tahun ini, setidaknya aku mau jatuh cinta dulu, dan ingin menghabiskan sisa waktuku hanya bersama kalian"
"itu hanya teori dokter, takdir tuhan tidak ada yang tahu, yakinlah jika kau akan hidup seribu tahun lagi"
"penyakit ini mustahil sembuh, 7 tahun aku mengidapnya, tapi sekarang aku tidak sanggup lagi"
"memangnya kau sakit apa?" tanya Reiga penasaran Juga.
"Kau tidak perlu tahu, doakan saja agar aku bisa sembuh dengan keajaiban tuhan" senyumnya dengan harapan penuh.
tak ada lagi percakapan setelah itu, Mereka hanya diam dan kembali ke fikirannya masing masing.
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...****************...
...----------------...