Don'T Forget Me 2

Don'T Forget Me 2
38. seorang kupu kupu malam?


__ADS_3

Acara nonton keluarga jadi kacau sekarang, Melody sudah bad mood, dia masuk ke kamar, di buntuti Aldrich di belakangnya.


Dan inilah kesempatan Alice untuk mengompori Reiga.


"lihat, Melody sampai semarah itu karna kejadian tadi"


yah, kali ini Reiga penasaran, dia pun langsung saja pergi untuk mengejar Angelica dan Resya.


Beruntungnya, mereka masih belum jauh dari rumah.


"astaga, kau mau apa?" teriak Angelica kaget karna pria itu secepat kilat sudah ada di sampingnya.


"tentang ibuku"


Baru saja Angelica akan bicara, mulutnya langsung di tutup oleh Resya dan menariknya pergi.


"ibumu adalah wanita yamg baik!, jangan dengarkan temanku ini, dia kurang waras!" teriak Resya mempercepat langkahnya agar cepat sampai ke mobil yang terparkir di sebrang jalan sana.


Tapi sayangnya, sebelum masuk ke dalam mobil, Angelica berhasil melepaskan tangan Resya di mulutnya dan berteriak . " bohong, ibumu adalah wanita yang buruk, dia seorang kupu kupu malam saat SMA!"


Pupil mata Reiga membesar, apa dia tidak salah dengar, kupu kupu malam? itu sangatlah buruk. Apa dia harus percaya begitu saja pada wanita itu? untuk memastikannya dia harus bertanya langsung pada Melody.


Dia pun kembali ke rumah membawa tanda tanya besar, dia berjalan rusuh menaiki anak tangga agar cepat sampai ke kamar Melody.

__ADS_1


begitu melihat pintu kamarnya yang sedikit terbuka, Reiga memelankan langkahnya, ia mengintip di celah pintu.


Terlihat Melody yang menangis di pelukan Aldrich.


"apa yang sebenarnya kau tangisi Melody? Itu kejadian belasan tahun lalu" ucap Aldrich tak habis fikir.


"aku tau, dan kalian juga mengetahuinya, tapi bagaimana dengan Reiga?, Alga marah dan meninggalkanku saat tahu siapa aku sebenarnya, apakah Reiga juga akan marah dan meninggalkanku saat dia tau jika aku di masa lalu adalah seorang kupu kupu malam? Apakah dia bisa menerima masa laluku? Dia hanya tahu kalau dirinya anak tidak sah, tapi dia belum mengetahui keseluruhannya" jelas Melody panjang lebar.


berat rasanya menerima kenyataan itu, walau fikiran Reiga bisa menerimanya karna itu kejadian di masa lalu, tapi kenapa hatinya tetap merasa kecewa?. Ibu yang dulu dia segani karna keanggunan dan keistimewaannya, rasanya semua runtuh begitu saja.


Berapa banyak lelaki yang sudah menyentuh ibunya itu? kalau saja Reiga tahu, ia ingin sekali melenyapkan para lelaki hidung belang itu.


...-------SKIP-------...


Karna bagaimanapun ia perlu waktu, ia bisa menerima jika dirinya hasil di luar pernikahan, Reiga hanya berfikir kalau Glan lah satu satunya orang yang menyentuh Melody, tapi untuk hal ini, benar benar sulit di terima .


Reiga keluar dari kamar dan pergi mengendap ngendap lewat pintu belakang, tapi sialnya, ia kepergok Melody yang sedang menjemur pakaian.


"Rei, kenapa kau berangkat sepagi ini? Dan tidak biasanya kau lewat belakang"


Reiga terdiam.


"ada apa?" tanya Melody menghampiri, ia bermaksud memegang tangannya, namun di tepis kasar oleh Reiga.

__ADS_1


"tidak Ma!"


"apa kau mara pada Mama? Kau percaya pada ucapan Angelica semalam?" tanya Melody mulai menyadarinya.


Lagi lagi Reiga terdiam.


"jangan membenci ibumu Rei...karna ini Alga pergi dan meninggalkan Mama" Melody mulai menangis, tidak mau terjadi hal yang sama.


"bagaimana aku bisa benci Mama? Mama adalah segalanya bagiku" Reiga memeluk Melody untuk menenangkannya, ia tidak mau kalau air mata itu jatuh karna dirinya.


"aku hanya kecewa, kenapa Mama harus seburuk itu? Kenapa aku harus tahu Mama di masa lalu? Yang seharusnya tidak perlu memengaruhi masa depanku" ucap Reiga masih dalam kekecewaannya.


"maafkan Mama, tapi Mama melakukan itu karna terpaksa"


"apapun alasannya, orang tetap akan menganggap Mama wanita yang buruk"


tanpa menyadari jika ucapannya menyakiti perasaan Melody, Reiga langsung saja pergi.


...-----...


...---...


...--...

__ADS_1


__ADS_2