Elang Bersama Sayap Yang Patah

Elang Bersama Sayap Yang Patah
Bab.21


__ADS_3

Lamunan Adskhan buyar, dia menoleh ke arah pintu dimana sang istri baru kembali dari kamar sang anak.


"Sayang, kenapa belum siap juga?" tanya Harika, menghampiri suaminya yang berada di balkon kamar.


"Kenapa, sepertinya ada sesuatu. Yang kamu sembunyikan?" Harika mengusap pipi sang suami, yang di tumbuhi bulu-bulu halus. Walau usianya tak muda tapi wajahnya masih terlihat tampan, membuat Harika bisa jatuh cinta berulang kali pada suaminya.


"Tidak ada apa-apa, sayang. Aku hanya sedih melihat Aiyla kecil kita sudah tumbuh dewasa, dan kini akan di dipersunting oleh lelaki pilihan ku." Kata Adskhan, tak ingin memberitahu tentang Jonathan yang menghamili perempuan lain.


"Benar sayang, waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa hanya tinggal kita berdua menikmati momen berpacaran setelah menikah dulu." Kekeh Harika. "kini, kita tinggal menantikan cucu dari Aiyla."


"Ya kamu benar, sayang." Adskhan membawa Harika, ke dalam pelukannya.


"Ayo, aku bantu bersiap." Kata Harika, melepaskan pelukannya dengan Adskhan. 


Dulu Harika dan Adskhan dijodohkan juga, mereka sama-sama tak memiliki kekasih sibuk belajar dan belajar. Tak sulit untuk Harika, jatuh cinta pada sosok Adskhan yang awalnya dingin. Namun, saat sudah dekat menjadi hangat bahkan sangat romantis.


Sementara itu, Elang sudah mengenakan kemeja dan celana bahan berwarna hitam. Dia akan menghadiri acara pernikahan Aiyla, wanita yang dicintainya. Elang kira Adskhan, akan membatalkan pernikahan tersebut. Namun, dia salah Adskhan malah melanjutkan pernikahan itu.


"Mungkin, ini saatnya untuk melupakan mu." Gumam Elang, menatap megah dan mewahnya pesta pernikahan Aiyla.


Jenis cinta terindah adalah ... Saat mencintai seseorang dan kamu tahu dia tidak akan jadi milikmu.


Saat Elang akan meninggalkan ballroom hotel, dia bertemu dengan Yurika dan Frans. Sementara Salsa tak ikut karena dia ada kegiatan.


Yurika tersenyum bahagia, senyum yang tak pernah Elang lihat sejak dua puluh tahun lalu. Tepatnya setelah Yurika dan Louis bercerai.


Elang menghembuskan napasnya dengan pelan, tak mempedulikan sang ibu. Dia memilih untuk pergi, tapi sebelum sampai di mobil. Elang lebih dulu di tarik oleh seseorang.


"Lepas, siapa kalian?" Elang mencoba berontak. Namun, tenaganya kalah jika melawan 3 orang berbadan besar.


Yurika menoleh pada suara ribut, dan matanya membulat sempurna melihat Elang yang akan diseret oleh. Orang berbadan besar.


"Elang," teriak Yurika, bergegas menghampiri Elang diikuti oleh Frans.


"Elang, lepaskan anakku." Teriaknya.


"Maaf nyonya, bukan urusan anda." Kata salah satu bodyguard Adskhan.


"Dia anakku," pekiknya, air mata sudah membasahi pipi Yurika. Sedangkan Frans, dia mencoba menahan sang istri takut terkena pukul. Namun, Yurika malah memeluk Elang dengan erat.


"Jangan sakiti anakku," lirihnya, terisak memeluk Elang dia sangat rindu pada Elang yang tak pulang ke rumahnya. Elang hanya bergeming, saat Yurika memeluknya, tak membalas pula pelukan sang ibu.


Frans sendiri membiarkan sang istri memeluk anaknya, sementara bodyguard tersebut melepaskan Elang.


Salah satu bodyguard menghubungi Adskhan, karena gagal membawa Elang. Karena orang tua Elang tiba-tiba muncul.


"Biarkan saja, bawa mereka sekalian." Titahnya.


"Baik tuan," jawabnya, lalu meminta Elang, Yurika dan Frans untuk masuk ke dalam. Karena acara akan segera dimulai.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam ballroom yang sudah dihias sedemikian rupa, terdapat meja berisi empat kursi berjajar sesuai nama tamu undangan. Yurika, Frans dan Elang mendapatkan satu meja, atas permintaan Yurika.


Tak lama, tamu undangan mulai berdatangan. Terlihat juga calon mempelai pria, Elang menatapnya tak suka. Tatapan Elang dan Jonathan bertemu. Namun, Jonathan langsung mengalihkan perhatiannya karena merasa terintimidasi.


Jonathan sudah duduk di depan meja ijab, sudah ada penghulu juga saksi. Namun, Adskhan tidak terlihat sama sekali.


"Bagaimana, apa semuanya sudah siap?" tanya penghulu, sebab dia akan menikahkan pengantin di tempat lain.


"Sebentar, akan saya panggilkan." Sahut Siska. Namun, sebelum Siska pergi Adskhan, dan Harika sudah tiba. Ada yang berbeda dari raut wajah Adskhan.


Tiba-tiba saja, perasaan Jonathan menjadi tak enak. Saat melihat raut wajah calon mertuanya.


"Astaga, ada apa ini? Perasaan ku gak enak." Batin Jonathan.


"Mari, kita mulai saja acaranya." Kata Adskhan, penghulu pun mengangguk dan bersiap untuk menikahkan.


"Mempelai, wanitanya mana?" tanya Pak penghulu.


"Dia ada disini," seru panitia, Elang menatap Aiyla yang sangat cantik dalam balutan kebaya berwarna putih, dengan tiara di atas kepalanya.


Seandainya ... Seandainya dia yang menjadi pengantin prianya, sayap yang patah akan utuh dengan hadirnya Aiyla di kehidupan Elang.


"Elang," panggil Adskhan, Elang yang sedang memejamkan mata. Langsung membuka mata menatap Adskhan yang sedang berdiri di hadapannya. 


"Ada apa, Tuan Adskhan?" tanya Elang, kini para tamu menatap Elang dan Adskhan.


"Ada apa, Adskhan. Apa ada masalah?" tanya Dario. Namun, Adskhan enggan bicara.


"Apa-apaan ini, Adskhan? Kenapa kamu ingin menikahkan, berandalan ini dengan putrimu?" tanya Dario.


Pertanyaan Dario, diabaikan oleh Adskhan. Harika juga bingung sendiri, mengapa sang suami membatalkan pernikahan Jonathan dan Aiyla.


"Saya hanya memberimu, satu kesempatan Elang. Setelah menikah dengan putri saya, kamu akan bekerja di perusahaan Halime." Cetus Adskhan.


"Om, kenapa dia? Lalu saya bagaimana?" kini Jonathan yang buka suara, tak terima jika pernikahannya batal.


Tak lama Melati muncul bersama pengawal Adskhan di belakangnya.


"Me-Melati kenapa kamu, disini?" tanya Jonathan, Jonathan melirik Adskhan yang menatapnya dengan dingin.


"Kamu kenal perempuan,ini?" tanya Dario.


"Dia Melati, mantan pacar Jonathan. Yang kini tengah mengandung anak Jonathan." Celetuk Adskhan, membuat semua orang terkejut apalagi orang tua Jonathan.


"Tidak mungkin, Jo. Jelaskan, apa yang dikatakan Adskhan itu bohong kan?" tanya Dario, sementara Meira sudah memegangi dadanya yang terasa sesak.


Aiyla tak mengerti dengan keadaan ini, dia hanya menatap perdebatan ayahnya dan juga Jonathan. Lalu tatapannya beralih pada Elang, yang tersenyum manis.


"Ada apa, ini?" bisik Siska.

__ADS_1


"Gue gak tau," balas Aiyla berbisik pula.


"Kayanya seru nih, si Jo bakal nikah sama si Melati." Cetus Siska.


"Udah, diem deh!" 


Siska dan Aiyla hanya menyimak saja, pembicaraan Adskhan dan Dario. 


"Jangan fitnah, Adskhan. Tidak mungkin anak saya seperti itu." Bentak Dario.


Adskhan melemparkan map berwarna biru, semua bukti tentang Jonathan dan juga Melati ada di sana. Meira dan Dario membaca berkas tersebut, dimana Jonathan dan Melati sudah menjalin hubungan kurang lebih 2 tahun. 


Tak lupa foto USG 4 Dimensi pun Adskhan hadirkan, agar Jonathan tak mengelak lagi. Lalu bukti perusahaan Dario yang hampir bangkrut, karena banyaknya hutang. Selama ini, Dario sudah percaya pada Jonathan dan tak mengontrol keadaan perusahaan.


"Jonathan," desisi Dario, menatap tajam sedikit kecewa dengan fakta yang dia tahu.


"Jika kalian, masih tidak percaya. Saya bersedia membiayai tes DNA antara anak yang dikandung Melati dengan Jonathan," pungkas Adskhan.


"Tidak perlu, saya percaya." Tolak Dario. 


"Maafkan saya Adskhan, maafkan atas nama putra saya." Mohon Dario, Adskhan pun mengangguk dia juga berjanji akan membantu perusahaan milik sang sahabat.


Akhirnya Jonathan dan Melati menikah hari itu juga, pesta yang seharusnya untuk Aiyla. Namun, diganti oleh Melati dan Jonathan pun menerima itu dengan setengah hati.


Elang masih diam, sampai acaranya selesai. Dia menatap Adskhan yang beberapa jam yang lalu memintanya untuk menikahi Aiyla. Elang tersenyum lebar, lalu dia menatap Yurika yang sedang menatapnya pula.


"Ada, apa?" tanya Yurika.


"Tidak ada, aku akan pulang ke rumah." Kata Elang, membuat mata Yurika membulat sempurna.


"Benarkah, nak?"


"Ya," jawab Elang singkat, lalu pergi lebih dulu meninggalkan hotel tempat pernikahan.


Yurika tersenyum bahagia hanya karena Elang, akan pulang ke rumah. Ini akan jadi kejutan, untuk Salsa yang merindukan Elang. dia menatap Frans dan memeluk sang suami, merasa bersyukur karena hidupnya sudah lebih baik. Sementara itu, Aiyla memeluk Adskhan juga Harika.


"Makasih, Pa." Ucap Aiyla, didampingi oleh Siska yang masih setia menemani Aiyla.


Adskhan hanya mengangguk sebagai jawaban, bersama Harika Adskhan meninggalkan hotel tersebut. Sementara Aiyla dan Siska masih bertahan di sana. 


"Gimana rasanya, gagal nikah?" tanya Siska.


"Lega banget," celetuk Aiyla, membuat sang sahabat menatapnya dengan tajam.


"Gila emang lo, orang nih ya. Gagal nikah tuh sedih, ini mah lega, bahagia banget dari wajahnya." Cibir Siska, membuat Aiyla terkekeh dia memeluk sang sahabat. Matanya berkeliling mencari Elang. 


"Mungkin, dia sudah pulang." Batin Aiyla.


Bersambung...

__ADS_1


Maaf typo, jangan lupa tinggalkan jejak. Makasih 🙏


__ADS_2