
Dua bulan kemudian, setelah Eliza memutuskan membatalkan pernikahannya dengan Kevin. Keesokan harinya, Kevin langsung melamar Siska pada Adskhan dan Harika sebagai orang tua pengganti Siska.
Kehamilan Aiyla pun memasuki usia tiga bulan, sedangkan Yurika sudah enam bulan. Dan berjenis kelamin perempuan, membuat Salsa senang karena ada teman main.
Hari ini adalah hari penting untuk Siska dan Kevin, dimana hari pernikahan mereka tiba. Walau sederhana, Siska tak mempermasalahkan itu semua karena yang terpenting baginya adalah sah.
"Kamu cantik sekali, Sis." Puji Aiyla, saat menatap Siska dari pantulan cermin.
"Kamu juga gak kalah cantik, bumil ku." Goda Siska, mereka berdua tertawa lalu saling memeluk erat.
"Janji yah, kalo udah nikah jangan lupain gue loh!" ujar Aiyla, mendadak dia melow.
"Gue gak akan lupain lo, Ai. Apalagi Om Adskhan dan Tante Harika, mereka yang paling berjasa buat gue. Mau nampung gue yang hanya orang asing," jelas Siska.
"Apaan sih lo, Mama sama Papa udah anggap lo sebagai anak mereka sendiri." Sahut Aiyla.
Siska tersenyum tipis, dia malau teringat akan Lesmana yang tak diketahui keberadaannya bersama Winda. Mereka pergi dengan semua hutang yang menumpuk, dan membebankannya pada dirinya. Beruntung dia punya uang tabungan, dari hasil kerja juga uang yang selalu Adskhan beri padanya.
Pintu diketuk membuat Aiyla dan Siska menoleh, dan mendapati Falisha, Raka dan Elang.
"Sayang." Aiyla langsung menghampiri Elang, lalu memeluknya dengan erat.
"Padahal tiap hari ketemu, tapi aku selalu rindu." Bisiknya, Elang tersenyum tipis dan mencium puncak kepala Aiyla.
"Sudah nanti lagi gombalnya, sekarang kita bawa pengantinnya turun." Sela Falisha.
"Gak ingat apa, disini juga. Ada yang belum married," omel Raka.
Aiyla dan Elang tertawa, lalu meminta Siska untuk keluar dari ruang rias. Menuju taman belakang, yang disulap menjadi tempat acara pernikahan sekaligus resepsi. Kevin dan Siska sepakat, tak banyak mengundang banyak orang. Hanya keluarga dekat, rekan kerja dan teman-teman di tempat Siska bekerja.
Acara sendiri tak akan lama, setelah ijab mereka langsung melaksanakan resepsi. Dan berakhir pada pukul dua siang. Walau sederhana, Adskhan mempersiapkan semuanya dengan baik.
Saat melakukan sungkem, Siska menangis didepan Harika juga Adskhan. Banyak mengucapkan terima kasih, karena sudah mau menerima dirinya dan mengangkatnya sebagai anak.
Setelah Adskhan dan Harika, kini giliran Leni yang hadir untuk sang anak tercinta. Walau tanpa Evan, karena Kevin enggan memberitahu sang Ayah.
"Ibu titip Kevin," bisik Leni, saat Siska dan Leni berpelukan.
"Aku akan selalu, mendampinginya Bu." Balas Siska, membuat Leni tersenyum. Senyum yang membuat seseorang dari kejauhan terpana.
__ADS_1
"Sungguh, kamu sangat cantik. Leni, walau kamu sudah memiliki anak." Gumam Darwin.
Setelah prosesi sungkem, Siska dan Kevin berkumpul di meja sahabat-sahabatnya.
"Sekarang tinggal lo, Ka. Kapan lo bakal nikah sama Fali?" tanya Kevin, membuat Raka mendelik.
"Entar lah gampang, itu mah." Sahut Raka. "kenapa lo, gak suruh mereka aja yang nikah?" Raka melirik pada Daffa dan Reno.
"Iya, Kamila sama Mila masih jomblo tuh." Sahut Falisha.
"No," seru mereka kompak.
"Gue curiga, jangan-jangan kalian..." Kevin menutup mulut, menatap kedua sahabatnya.
"Apaan sih, gue gak gitu kali. Gue normal," ucap Reno melirik sinis Kevin, Elang hanya menggeleng menatap sahabat-sahabatnya.
Dia selalu ingin kebersamaan ini sampai kapan pun, tak pernah lekang oleh waktu. Walau mereka sudah memiliki, kehidupan mereka masing-masing.
"Sudah-sudah jangan ribut, menikah bukanlah sebuah ajang. Cepat atau lambatnya kita menikah, kita butuh persiapan yang matang. Dalam hal apapun, kalau gak siap. Maka .. kita akan mengalami badai dalam rumah tangga," papar Elang, membuat semua orang mengangguk.
"Sama halnya, memiliki anak ada yang cepat ada yang 10 tahun menikah. Dia baru dikaruniai anak," sambung Elang kemudian.
***
Sementara itu, Eliza menatap foto Kevin dengan wanita dewasa. Mereka sangat serasi, membuat Eliza terisak lalu mengelus lembut perutnya dengan pelan.
"El," panggil Lili.
"Mama."
"Sebaiknya kamu ke Singapura saja, disana tidak akan ada yang mengenal mu. Kamu melahirkan disana, nanti setelah melahirkan kamu boleh pulang." Kata Lili.
"Tapi Ma..."
"Sayang menurut lah, ini demi kebaikan kamu dan anakmu nak!"
Eliza memejamkan mata, perkataan dokter dua hari lalu membuat dunianya hancur. Dia hamil, ingin meminta pertanggung jawaban dari Alfa. Laki-laki itu sudah pergi untuk selama-lamanya, karena overdosis.
"Baiklah Ma, aku akan pergi." Putus Eliza, bagaimanapun dia sangat malu. Dan enggan menunjukan pada penggemarnya di sosmed.
__ADS_1
Sore itu, Eliza beserta Lili pergi menuju Singapura. Keenan hanya bisa mengantar sampai bandara, karen pekerjaan dia sedang banyak-banyaknya.
"Hati-hati disana, Papa akan mengunjungi mu selalu." Ujar Keenan, mengecup kening sang anak. Bagaimanapun anak yang Eliza kandung, adalah cucunya tidak mungkin meminta Eliza menggugurkannya.
"Aku pasti bakal, merindukan Papa." Eliza memeluk Keenan dengan erat, tak ingin pergi. Namun, keadaan memaksanya untuk pergi.
***
Semua tamu undangan sudah meninggalkan tempat masing-masing, mereka mengucapkan selamat pada pengantin baru dan memberikan banyak hadiah.
"Kevin," panggil Leni.
Kevin memeluk Leni dengan erat, karena Leni berpamitan untuk pergi ke suatu tempat. Leni juga berjanji, akan selalu menghubungi dirinya.
"Hati-hati di tempat baru, Bu." Ujar Kevin, dijawab anggukan oleh Leni.
"Ya sudah, Ibu harus bersiap. Selamat menempuh hidup baru sayang," kata Leni, memeluk Kevin dan Siska bersama. Ibu selalu mendoakan, yang terbaik untuk anaknya.
"Kejar, keburu pergi ribet." Bisik Adskhan, yang melirik ke arah Harika yang juga menatapnya.
"Oke, doakan aku berhasil." Kata Darwin, Darwin mengikuti Leni sampai bandara. Leni mengambil penerbangan ke Turki, membuat Darwin tersenyum senang.
Malam pun tiba, semua orang sudah beristirahat dan kembali ke kamar masing-masing. Di kamar Elang dan Aiyla, Elang memijat kaki Aiyla yang sedikit membengkak.
"Sayang, kira-kira Kevin dan Siska sudah itu belum ya?" celetuk Aiyla.
"Ya mana aku tahu, memang aku pengasuhnya." Ledek Elang, Aiyla langsung cemberut. Hormon kehamilan, membuatnya berubah-ubah suasana hati.
"Kamu mah."
"Sudahlah sayang, buat apa nyari tahu mereka? Lebih baik, kita juga melakukannya. Goda Elang, mengedipkan matanya dengan genit.
"Astaga, suami ku genit banget sih. Ajaran siapa ini." Aiyla mencubit pipi Elang, main-main tak sampai membuatnya sakit.
"Kepo," bisik Elang, lalu memberikan satu kecupan di bibir ranum yang cerewet.
"Mua lebih hem?" goda Elang, Aiyla pun hanya mengangguk. Karena itu adalah kesenangan dirinya juga.
bersambung ...
__ADS_1
Maaf typo, update malam ya ☺️