Elang Bersama Sayap Yang Patah

Elang Bersama Sayap Yang Patah
Bab.51


__ADS_3

Elang menatap Aiyla, yang sudah mulai menyantap makan malamnya. Bukankah tadi dia bilang, akan makan di rumah Yurika?


"Sayang, kamu lupa?"


"Apa?" Aiyla menatap Elang, yang hanya diam saja tak menyentuh makanannya.


"Astaga, maaf sayang." Aiyla meringis karena lupa, bahwa mereka akan makan malam di rumah Yurika.


"Tidak apa-apa, sudah kita makan saja di sini. Besok kita ke rumah Mama," kata Elang.


"Maaf ya," sesal Aiyla.


"Sudah ayo makan, nanti aku kirim pesan pada Mama."


Elang pun mengirim pesan pada Yurika, bahwa dia dan Aiyla tak jadi datang. Karena Aiyla sudah menyiapkan makan malam untuknya, tak ada balasan dari Yurika. Membuat Elang mengabaikannya, Elang tak tahu saja bahwa Yurika, Frans dan Salsa sudah dijalan menuju ke apartemen mereka.


Tak lama, saat mereka tengah menikmati makan malam. Suara bel menghentikan aktifitas makan mereka.


"Biar aku saja," kata Aiyla, saat melihat Elang yang akan beranjak dari duduknya.


"Mama," pekik Aiyla terkejut. "Ayo masuk Ma."


"Ka Elang," teriak Salsa, langsung masuk ke dalam pelukan Elang.


"Kalian kok, gak bilang-bilang sih?" Ujar Elang.


"Mama kamu, ada-ada saja ngidamnya. Tiba-tiba aja pengen makan di apartemen kalian," celetuk Frans, membuat Aiyla dan Elang tertawa. 

__ADS_1


"Maaf yah, sayang. Mau gimana lagi, ini kan yang mau anak mu loh mas." Omel Yurika, tak mau disalahkan.


"Iya, iya, maaf." Sahutnya, Elang pun mengajak Frans dan Salsa menuju meja makan. Sementara Yurika dan Aiyla ke dapur untuk memindahkan masakan yang dibawa oleh Yurika.


***


Tak terasa kini hari yang dinanti Aiyla pun tiba, dimana dia akan bertemu dengan Siska. Sejak bangun tidur, tak hentinya Aiyla terus mengganggu Elang.


"Sayang ayo," pekik Aiyla dari dalam mobil. "Nanti keburu siang, ini sudah jam berapa coba? aku malas kalo panas."


"Iya sayang sebentar," sahut Elang padahal waktu menunjukan, pukul sembilan pagi, untuk pemeriksaan kehamilan Aiyla membatalkannya, dia ingin memeriksakan kehamilannya setelah pulang bertemu dengan Siska. Dengan terpaksa Elang pun menuruti keinginan istrinya yang cerewet tersebut.


Aiyla menatap tiga motor, yang mengikutinya dari belakang. 


"Mereka, ikut juga?" tanya Aiyla pada Elang.


"Oh, Fali juga ikut. Kasian dia pake motor." Celetuk Aiyla.


"Terus, kamu mau nawarin dia naik mobil? Emang kamu gak bakal, cemburu?" tanya Elang.


"Ya enggak lah," 


"Yakin?" goda Elang.


"Ck ya udahlah, gak usah di ajak." Ketus Aiyla, membuat Elang tertawa pada akhirnya.


Sementara itu, di belakang Falisha yang melakukan live di sosial medianya. Di lihat oleh Kevin yang sedang menemani Eliza, melakukan proses fitting baju pengantin.

__ADS_1


Ada rasa hampa dalam hatinya, Kevin seperti dikekang oleh keluarganya. Tak bisa melakukan apapun, berkali-kali dia menyesali tak menerima sahabat-sahabatnya dalam permasalahan keluarganya.


Bahkan, yang dia tahu Daffa keluar dari perusahaan cabang milik keluarganya. Dan bergabung dengan perusahaan milik mertuanya Elang.


"Vin, gimana ini bagus gak?" tanya Eliza, membuat Kevin tersentak dan menatap gaun berwarna pink. Namun, bayangannya malah Siska yang memakai gaun tersebut.


"Bagus, kamu cantik pake itu." Kata Kevin tersenyum kaku.


"Tapi aku gak suka, tolong cari yang lain." Titah Eliza, membuat Kevin membuang nafas dengan kasar. Dia menatap ponsel kembali, dan Falisha sudah mengakhiri livenya tersebut.


Sudah hampir satu jam dia, menemani Eliza memilih gaun untuk resepsi. Tapi, tak ada satupun yang dia suka.


"Aku gak suka disini, ayo cari di tempat lain." Kata Eliza, membuat Kevin mendesah dengan kasar.


"El, pilih saja yang lain. Aku lelah," keluh Kevin.


"Ohh ... Jadi kamu lelah begitu? Baiklah, aku akan minta Papa buat membatalkan suntikan dana ke perusahaan Ayahmu." Ancam Eliza.


Kevin mengepalkan tangan dengan erat, dia mencoba menahan amarahnya. Sang Ibu Leni, selalu memberitahu Kevin untuk bersikap baik pada Eliza agar semuanya baik-baik saja.


"Baiklah, ayo kemana lagi?"


Eliza tersenyum manis, mengaitkan lengannya pada Kevin dengan memeluk manja calon suaminya tersebut.


"Nah gitu dong, aku kan jadi sayang." Ucapnya dengan manja. Namun, ditanggapi dingin oleh Kevin.


Bersambung...

__ADS_1


maaf typo


__ADS_2