Elang Bersama Sayap Yang Patah

Elang Bersama Sayap Yang Patah
Bab.35


__ADS_3

Falisha pun pergi dari tempat Mamba, dia akan pergi ke rumah Kamila atau Mila agar selamat dari amukan sang kakak Bara.


Falisha berharap Elang memiliki belas kasih, untuk tak melaporkan dirinya ke polis. Dia juga berharap Elang tak tahu, bahwa dirinya terlibat dalam penculikan Aiyla.


***


Tiga hari berlalu, Elang diperbolehkan pulang ke rumahnya. 


"Sudah sayang, kamu duduk saja. Biar Mama yang melakukannya," ujar Yurika pada Aiyla, yang membantu membereskan barang-barang Elang. Yurika juga meminta Aiyla, untuk memanggilnya Mama seperti Elang agar terbiasa nantinya.


"Tidak apa, Ma. Biar cepat," kekeh Aiyla, dia memasukan semua baju-baju milik Elang ke dalam tas. 


Lima menit kemudian semua barang sudah beres, bertepatan dengan kedatangan Frans yang sudah membayar semua administrasi.


"Sudah beres?" tanya Frans.


"Sudah," jawab mereka kompak, membuat Frans tertawa.


Frans membawa dua kantong ukuran besar, sementara Yurika yang kecil. Aiyla mendorong kursi roda yang diduduki oleh Elang.


"Salasa, pasti senang dia sudah kangen sama kamu." Kata Yurika, membuat Elang tersenyum tipis.


Setibanya di lobby rumah sakit, Frans memasukan barang bawaan ke garasi. Dan langsung membantu Elang masuk, dari kejauhan Louis menatap sang anak dengan sendu. Seharusnya dia yang melakukan semua itu, tapi diambil alih oleh orang lain.


"Elang," lirih Louis.

__ADS_1


Louis pun memutuskan untuk mengikuti mobil Frans, dia akan menjenguk Elang di rumah mantan istrinya. Karena, jika di rumah sakit dia terlalu canggung setidaknya jika di rumah hanya ada dia dan Elang.


Di dalam mobil yang di kendarai oleh supir, Elang dan Aiyla tak hentinya berbicara tentang banyak hal.


"Ma, bagaimana liburan kalian? Pasti ditunda lagi?" tanya Elang tiba-tiba, membuat Frans dan Yurika saling pandang dan tersenyum.


"Tidak apa-apa, Papa tidak masalah. Yang penting kesehatan kamu, kalau masalah liburan bisa lain waktu." Sahut Frans, yang berada di samping supir. Tiket liburan mereka juga hangus, karena mereka batal melakukan penerbangan sehari sesudah pertunangan Elang dan Aiyla.


Elang bernafas sepenuh dada, dia pun menatap Yurika dan Aiyla yang mengangguk.


"Aku dan Aiyla, memutuskan untuk langsung menikah Ma." Jujur Elang, membuat Yurika mendelik karena kejutan dari sang anak.


"Benarkah?" tanya Yurika.


"Iya Ma, aku dan Elang akan menikah satu minggu lagi. Papa juga sudah setuju," sela Aiyla, Adskhan pun tak mempermasalahkan itu dia takut apa yang tak diinginkan kembali terjadi. Setidaknya setelah menikah Elang bisa melindungi Aiyla.


"Baiklah, kalo gitu biar Papa sama Mama. Yang pergi bulan madu, aku gak sabar pengen punya adik cewek." Celetuk Elang, membuat Yurika mendelik pada sang anak. Dia dan Frans sungguh belum melakukan itu sama sekali, dia pun salut pada Frans yang bisa menahan hasratnya.


"Baiklah, baiklah. Sudah jangan bicara terus dua hari lagi, Mama dan Papa akan pergi bulan madu tapi ke Bandung aja." Putus Yurika, membuat Frans terkejut bukan main.


"Benarkah?" tanya Frans.


"Iya." Jawab Yurika, membuat Aiyla dan Elang mengulum senyum merasa lucu dengan tingkah. Yurika dan Frans seperti layaknya abg yang sedang jatuh cinta.


"Nanti, setelah kita menikah. Aku akan membawamu ke tempat pertama kita liburan dulu," bisik Elang, membuat wajah Aiyla bersemu merah.

__ADS_1


"Apaan sih, tunangan juga belum ahh." Aiyla memukul pelan paha Elang, membuat Elang tertawa.


***


Sementara itu Falisha, dia bersembunyi di rumah Kamila. Beruntung orang tua Kamila sedang berada di luar kota, jadi dia lebih leluasa tapi sang pemilik rumah sudah was-was.


"Fali, lo jangan malas-malasan dong! Bantuin gue kek, beresin bekas maka lo." Keluh Kamila, membuat Falisha menatap Kamila yang sedang membereskan bekas makan dirinya.


"Sorry Mil, bukannya gue gak mau. Tapi, gue gak bisa lakuin ini semua." Tukas Falisha, Kamila menghembuskan napasnya dengan pelan. Dengan setengah hati dia membereskan semua sudut kamar yang berantakan.


Setibanya di dapur, Kamila meletakan wadah kotor di wastafel dengan kasar. Pembantu di rumah sengaja di liburkan olehnya, karena permintaan Falisha.


"Bodohnya gue, kenapa malah meminta bibi libur gua sendirikan yang repot." Gerutu Kamila, untuk pertama kalinya dalam sejarah. Dia mencuci piring bekas makan orang.


"Sialan lo, Falisha." Geram Kamila.


Sementara itu di kediaman Falisha, surat penangkapan untuknya sudah sampai. Dan diketahui oleh Bara, membuat lelaki tersebut murka.


"Lihatlah, Papa. Ini akibatnya Papa memanjakan Fali, aku kan udah bilang buat jangan sering memanjakannya." Kata Bara dengan dingin, menatap ayahnya yang sedang mengelus dada.


"Sudahlah Bara, mungkin ini fitnah." Sela ibu dari Bara dan Falisha.


"Mama juga, selalu membela dia." Kesal Bara, lalu dia meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya untuk menenangkan diri.


Dia akan meminta anak buahnya, untuk mencari bukti yang lebih detail tentang apa yang di lakukan adiknya selama ini.

__ADS_1


Jika terbukti terlibat, maka dia tak akan segan untuk memberikan hukuman ala Bara. Bukan lagi masuk penjara.


Maaf typo.


__ADS_2