Elang Bersama Sayap Yang Patah

Elang Bersama Sayap Yang Patah
Bab.38


__ADS_3

Satu bulan berlalu, semua yang terlibat dalam penculikan Aiyla sudah ditetapkan hukuman paling lama 12 tahun penjara. Namun, berbeda untuk Rendy yang selalu menjual barang haram dia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara bersama dengan Juno.


Aiyla dan Elang pun bernafas dengan lega, setelah vonis hukuman tersebut. Adskhan dan Frans sepakat untuk melakukan pertunangan di kediaman Adskhan.


Dan keesokan harinya Frans dan Yurika, akan melakukan bulan madu mereka yang tertunda.


"Mama sama Papa, lagi apa ya kak?" tanya Salsa, kini Salsa sedang ditemani tidur oleh Elang.


"Entahlah, kakak tidak tahu. Mama dan Papa belum memberikan kabar," kata Elang.


"Kalo gitu, coba kita video call sama Mama. Aku kangen," rengek Salsa.


"Baiklah," akhirnya Elang menghubungi sang ibu. Namun, ponselnya malah tak aktif.


"Mungkin Mama, sudah tidur. Baiknya Salsa tidur juga." Elang mencoba membujuk Salsa, dengan patuh Salsa pun mengangguk. Jika ada Aiyla, Salsa tidak akan bertanya terus tentang Yurika. Sudah dua hari mereka tak memberi kabar membuat Elang khawatir.


Sementara itu di tempat lain, Yurika dan Frans tengah menikmati bulan madu mereka di salah satu kawasan wisata paling hits di kota Bandung. Frans sengaja membawa Yurika ke Taman Langit, agar bisa menikmati pemandangan kebun Teh secara langsung.


Frans sudah menyewa tenda selama satu minggu, dengan fasilitas komplit. Kini Frans dan Yurika sedang bersantai di luar tenda, mereka duduk di depan tenda dengan satu selimut berdua.


"Lain kali, kita ajak anak-anak ke sini." Kata Yurika menikmati, malam hari di pegunungan dengan cuaca yang cerah bertabur bintang.


"Iya ide bagus, tapi setelah Aiyla dan Elang menikah." Jawab Frans, dia mengeratkan pelukannya pada sang istri. Dimana Yurika duduk diatas pangkuan Frans.


"Apa ... Aku berat?" tanya Yurika malu-malu.


"Tidak, malah sangat ringan." Kekeh Frans bercanda.


"Bukannya semalam kamu, berada di atas ku. Bahkan terlihat lebih seksi." Bisik Frans, membuat Yurika malu. Astaga bisa-bisanya dia sangat liar saat melakukan malam pertama, walau bukan yang pertama. Bagi Yurika itu adalah untuk pertama kalinya, Frans memperlakukannya dengan baik dan lembut bahkan dia juga bertanya apakan Yurika merasa nyaman atau tidak?


Yurika merasa dicintai oleh Frans, berbeda dulu saat bersama Louis. Dia hanya mencintai sendiri, dan kini dia mendapatkan buah kesabarannya.

__ADS_1


"Terima kasih." Ucap Yurika.


"Terima kasih, untuk apa?" tanya Frans.


"Untuk semuanya, kamu dari dulu sampai sekarang selalu ada untuk aku." Jujur Yurika, mungkin dulu semasa kuliah dia tak melihat ketulusan Frans.


"Lakukan dengan benar, cara berterima kasihnya." Bisik Frans, Yurika bisa merasakan yang bangun dibawah.


Tanpa menunggu lama, Frans membawa Yurika masuk. Dan memadu kasih menuju nirwana, keesokan paginya. Yurika bangun lebih dulu semalam dia dan Frans melakukan hubungan sampai pukul satu malam. Frans tidak ada lelahnya, walau dia tak muda lagi membuat Yurika mengulum senyum. Dia merasa seperti pengantin baru saja.


Yurika menatap wajah Frans yang begitu tampan, walau sedang terlelap. Dulu saat mereka SMA, Frans selalu memakai kacamata sampai kuliah sehingga ketampanan Frans tertutup oleh kacamata tebalnya.


"Selamat pagi," ucap Frans, membuat Yurika terkejut bahkan double terkejut karena Frans menciumnya dengan lembut.


"Sudah ahh, itu ku sakit. Kamu keterlaluan," kesal Yurika, membuat Frans terkekeh.


"Maaf sayang, kamu gak tau sudah berapa lama aku libur." Ceketuk Frans tertawa, membuat Yurika mendelik.


"Baiklah sayang, mandi bersama biar cepat." Putus Frans.


"Tidak, tidak, tidak." Tolak Yurika.


"Loh! Kenapa sayang?"


"Mas, ini dimana? Kalo dirumah sih oke-oke aja," ucap Yurika dengan pelan dan menunduk, membuat Frans tersenyum. 


"Baiklah, kamu duluan. Aku menunggu disini saja," balas Frans, toilet mereka ada di luar. Tidak mungkin kan mereka membuat orang yang akan mandi, menunggu Frans dan Yurika selesai bisa-bisa mereka mendapatkan protes.


Frans dan Yurika memutuskan untuk berjalan-jalan sekitaran kebun teh, mereka mengambil foto di spot foto yang terkenal di Taman Langit. Frans juga mengajak Yurika, berbelanja untuk di bawa pulang. Merek benar-benar menghabiskan waktu berdua sebelum kembali ke rutinitas sehari-hari mereka.


Disisi lain, Louis yang mengetahui liburannya Frans dan Yurika menjadi galau seharian. Saras pun curiga dengan tingkah sang suami. Namun, dia tak ambil pusing dengan menanyakan itu semua.

__ADS_1


[Aku harap, Papa juga bahagia. Jangan pernah terus memikirkan Mama.] 


Pesan masuk dari Elang, membuat Louis tersadar bahwa tak sepatutnya. Dia memikirkan istri orang, ini semua adalah akibatnya dan juga pilihannya. Juga kemauannya untuk melepaskan Yurika.


"Maafkan Papa, Elang. Mulai sekarang, Papa berjanji akan menjadi ayah yang baik untuk mu dan juga Ziva." Kata Louis, dia menatap foto pertunangan Elang dan Aiyla.


***


Sementara itu disisi lain, Falisha menangisi nasibnya yang kini hidup serba kekurangan. Walau tak di penjara, tapi Bara mencabut semua fasilitas yang selama ini dia terima.


Kini Falisha hanya tinggal di sebuah kosan kecil, yang bahkan kamar mandinya berada diluar jadi jika dia akan mandi. Dia harus mengantri lebih dulu.


"Papa, tolong aku. Aku gak bisa hidup seperti ini," isal Falisha, pasalnya dia tak bisa masak walau bahan masakan sangatlah banyak. Yang bisa Fali lakukan, adalah dia membeli makanan di sekitaran kosan.


"Kak Bara."


Dari kejauhan Bara bukannya kasihan, tapi dia harus tegas pada sang adik agar bisa berubah.


Dia harus tega jika tidak, maka bisa dipastikan Falisha akan dimaafkan oleh orang tuanya.


"Suatu saat nanti, kamu akan berterima kasih. Sama kakak Fali," gumam Bara, lalu dia melajukan mobil menjauh dari kosan Falisha.


Hari ini Elang dan Aiyla akan mencari baju, untuk mereka wisuda yang akan diselenggarakan dua minggu lagi.


"Nanti kamu juga, harus beli yang baru. Biar kamu bisa nemani aku," kata Elang.


"Iya sayang, kamu jangan khawatir. Akan akan menemani kamu di acara penting tersebut."


Elang tersenyum fokus kembali ke jalan, yang ramai lancar. Elang sangat tidak sabar, untuk bersama dengan Aiyla.


Apalagi jika nanti akan ada Aiyla dan Elang junior, maka bisa dipastikan rumah Yurika akan ramai dengan ocehan anak balita.

__ADS_1


Maaf typo


__ADS_2