
Aula gedung serbaguna milik kampus Erlangga di sulap menjadi tempat untuk acara pertunangan Elang dan Aiyla, otomatis seluruh mahasiswa diundang oleh Aiyla. Bahkan Yurika dan Harika, menunjuk Kevin dan yang lainnya untuk menjadi panitia untuk kelangsungannya acara pertunangan.
Kevin, Reno, Raka dan Daffa menjadi yang paling sibuk. Mereka memerintahkan anak seni untuk mendekorasi aula tersebut.
"Bagus, kerja kalian sungguh luar biasa." Puji Kevin, saat mengecek kesiapan untuk yang terakhir.
Pasalnya acara pertunangan Elang dan Aiyla, akan dimulai pada pukul sembilan pagi. Dan kampus pun diliburkan selama satu hari, membuat semua siswa bersorak senang mereka bisa menikmati pesta dengan tenang.
Kevin menghampiri Reno dan Raka, yang bertugas di bagian makanan untuk para tamu.
"Gimana makanan, aman?" tanya Kevin.
"Beres," sahut mereka berdua.
Daffa sendiri dia bertugas untuk menjaga keamanan sekitar, agar aman dari gangguan luar termasuk gangguan dari Falisha. Yang diyakini akan mengacau.
Sementara itu, Falisha terus saja menatap ponselnya. Berharap Rendy memberikannya kabar. Namun, sampai sekarang dia tak juga memberikannya kabar.
"Kemana si Rendy? Awas aja, kalau dia bohong. Gue gak akan segan-segan buat penjarakan dia," gumam Falisha.
Dia tak memperdulikan riasan di wajahnya, yang dia mau hanya Elang dan acara tunangannya batal. Tapi sampai dia ada di area kampus lagi dan lagi, Rendy tak ada kabar.
"Falisha," panggil Kamila, dia datang bersama Mila yang mengenakan dress yang senada.
"Kalian, pake baju samaan?" tanya Falisha dengan cemberut.
"Iya, sorry soalnya sejak semalam. Lo susah dihubungi Fali, makanya kita pake baju samaan." Kilah Kamila.
Huh! Falisha hanya membuang nafasnya dengan kasar, tak mempedulikan sahabat-sahabatnya memakai baju apa?
"Ayo ke dalam," ajak Mila.
"Kalian, duluan saja. Gue lagi nunggu seseorang," tolak Falisha.
"Ya sudah, kita duluan." Kamila menarik tangan Mila, untuk segera menuju aula gedung serbaguna. Mereka hanya ingin melihat, bagaimana meriahnya pesta pertunangan dosen dengan siswanya.
Di kediaman Adskhan, Aiyla sendiri sedang dirias secantik mungkin. Rambutnya ditata dengan rapi, karena baju yang dulu kekecilan. Dia memutuskan untuk membeli baju kemeja yang baru, dengan warna yang sama tapi model yang berbeda.
"Beres, anda cantik sekali. Mbak, gak sia-siakan manggil Kate." Kekeh Kate.
"Memang jari-jemari Kate, gak perlu diragukan lagi." Ujar Aiyla, dia juga memuji kemampuan lelaki tulang lunak tersebut.
"Ayo, mungkin Nyonya dan Tuan Halime. Sudah menunggu di bawah." Kate menuntun Aiyla, untuk menuju bawah.
"Nona Aiyla, saya diperintahkan oleh Tuan Adskhan. Untuk mengantar anda ke lokasi acara," jelas sang supir, yang Aiyla tak kenali sama sekali.
__ADS_1
"Kamu, supir baru?" tanya Aiyla.
"Iya Nona, nama saya Rendy. Saya utusan dari Tuan Elang," ucap Rendy, dengan seringai tipis yang tertutup masker.
Membuat Aiya tersenyum tipis, dia pun mengajak Kate untuk satu mobil dengannya. Namun, saat sampai di depan. Aiyla terkejut, karena kursinya hanya ada satu.
"Ini spesial untuk anda, karena setelah acara pertunangan. Tuan Elang, akan membawa anda jalan-jalan," papar Rendy.
"Oh ya sudah, maaf ya Kate. Lain kali saja," ucap Aiyla tak enak hati.
"Tidak apa-apa, Nona. Santai saja kalau gitu cepat pergi nanti telat," kata Kate, di jawab anggukan oleh Aiyla.
Aiyla pun masuk ke dalam mobil sport hasil jarahan Rendy dan Juno, tanpa curiga sedikitpun Aiyla tenang saja dan terus menyunggingkan senyum tipisnya.
"Sial, kita kecolongan. Kita harus lapor bos." Ucap mata-mata tersebut.
Kevin yang sedang menunggu kedatangan keluarga Elang dan Aiyla pun, menerima panggilan menjauh dari keramaian.
"Ada apa?" tanya Kevin.
"Bos, kita ketahuan. Rendy hilang dan kita tidak tahu dia dimana, orang yang di dalam mobil anak buahnya."
"Apa?" pekik Kevin. "lalu, sekarang bagaimana?"
"Apa lagi?"
Anak buah Kevin pun memberitahu bahwa rem mobil mereka blong, dan Kevin memerintahkan mereka untuk ke tempat yang sepi pengendara. Mereka memakai pelindung, agar jika terjadi benturan luka mereka ringan.
Setelah memutuskan sambungan panggilannya, Kevin bergegas menemui Raka, Reno dan Daffa. Sayangnya Elang dan keluarganya sudah tiba, di susul oleh keluarga Aiyla.
Kevin menghampiri mobil yang dibawa oleh supir Adskhan, dan memeriksa keberadaan Aiyla.
"Om, dimana Miss Aiyla?" tanya Kevin, wajah paniknya sangat kentara sekali.
"Dia ada di mobil lain, supir suruhan Elang yang membawa Aiyla kemari." Ujar Adskhan.
"Supir? Aku tidak pernah menyuruh, supir untuk menjemput Aiyla. Om," ungkap Elang.
"Apa," desis Adskhan, langsung menghubungi penjaga keamanan rumahnya.
Elang menatap Kevin, dan Kevin pun menjelaskan bahwa kemungkinan Rendy menculik Aiyla.
"Rendy? Kurang ajar orang itu, apa dia sudah bosan hidup hem?" gumam Elang.
Elang meminta kunci motor milik Kevin, lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
"Elang, kamu mau kemana nak?" tanya Yurika.
"Tante jangan khawatir, biar kita kejar Elang." Sahut Kevin, lalu Kevin memberi kode pada yang lainnya untuk mengikuti Elang. Kevin ikut dengan Daffa, Siska menatap Kevin dengan pandangan yang sulit diartikan.
Harika sendiri dia tak sadarkan diri, kejadian puluhan tahun lalu terjadi lagi kepada anaknya yang lain.
"Sayang, sadarlah." Adskhan mencoba membangunkan Harika, di bantu oleh Yurika. Sedangkan Salsa dia bersama dengan Frans, Louis sendiri dia memerintahkan anak buahnya untuk ikut mencari Aiyla dan melindungi Elang.
Falisha tersenyum puas, dengan semua kekacauan yang terjadi.
"Jika, aku tak bisa memilikimu. Maka yang lain pun tidak," gumam Falisha, lalu dia meninggalkan area kampus dan merayakan kemenangan atas kacaunya pertunangan Aiyla.
Kembali pada Aiyla, dia tersadar jika jalan menuju kampus berbeda.
"Ini kan, bukan jalan ke kampus?" tanya Aiyla.
"Kita akan menuju, jalan pintas nona." Balasnya.
Aiyla mengerutkan kening, makin lama jalan nya tak dikenali. Bahkan sisi kiri dan kanannya hutan.
"Berhenti," titah Aiyla. Namun, Rendy tak mendengarkan ucapan Aiyla.
"Aku bilang berhenti, ya berhenti." Pekik Aiyla, dia mulai takut. Sialnya ponselnya pun tertinggal.
"Papa, Elang. Tolong aku," ucapnya dalam hati, dia mulai terisak. Mobil berhenti dan Rendy menyeret Aiyla dengan kasar untuk turun.
"Cepat turun!"
"Tidak, aku mau pulang. Aku gak mau ikut kalian." Teriak Aiyla, Rendy berdecak dengan kesal harusnya dia bius Aiyla tadi di dalam mobil.
"Ayo cepat turun, atau gue berbuat kasar sama lo."
Aiyla menggeleng, mencoba mempertahankan dirinya. Kesal Rendy pun menarik Aiyla dengan kasar, hingga dia terjatuh ke tanah. Lalu diseret oleh Rendy, menuju mobil gunung dimana Juno sudah menunggunya.
"Lepas, lepaskan saya. Siapa kalian," jerit Aiyla dia menendang masa depannya Rendy, membuat lelaki tersebut menjerit dan meringis.
"Sialan, ternyata lo suka secara kasar. Oke!"
Dengan menahan rasa sakit, Rendy menghampiri Aiyla. Dengan sekali pukulan Aiyla pun jatuh pingsan.
"Merepotkan, Jun. Angkat perempuan ini dan ikat dia." Titah Rendy, di jawab anggukan oleh Juno yang diam saja.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak, makasih 🙏
__ADS_1