Elang Bersama Sayap Yang Patah

Elang Bersama Sayap Yang Patah
Bab.48


__ADS_3

Elang dan yang lainnya sudah berkumpul di jalan biasa, mereka akan menuju rumah Siska dan mengacau disana. Elang menatap jam menunjukan pukul delapan pagi, satu jam lagi proses ijab dimulai.


"Siap?" tanya Elang pada yang lainnya, Reno dan Daffa sudah berada di lokasi untuk memantau. Elang, Raka dan tiga orang lainnya akan melakukan kerusuhan.


"Siap," seru mereka kompak.


"Gue otewe," kata Elang menekan earpiece-nya. 


Mereka meraungkan motornya, lalu melesatkan dengan kecepatan sedang. Elang dan Raka di depan, sedangkan yang lain mengikutinya di belakang. Elang terlihat lebih tampan, dengan kemeja berwarna hitam juga celana hitam panjang. Aiyla tidak curiga sama sekali dengan penampilan Elang, Aiyla percaya jika Elang akan pergi ke kantor. Dan berjanji akan datang ke pernikahan Siska siang hari.


Berpuluh menit kemudian, mereka sudah sampai dengan memakai penutup wajah mereka masuk ke dalam gedung pernikahan. Saat melihat Elang dan yang lainnya, Reno dan Daffa mulai menyalakan motornya dan langsung masuk ke parkiran. Seolah seperti sedang dikejar.


"Ada apa?" tanya Lesmana, saat pembawa acara dan panitia berlarian ke luar.


"Geng motor mau tawuran," katanya.


Mereka berlari keluar untuk melihat apa yang akan terjadi, mereka hanya takut geng motor tersebut membawa senjata tajam dan masuk kedalam. Elang berbisik pada Reno untuk lari, saat dia mengejarnya. Reno mengangguk samar, dan berlari masuk kedalam.


Membuat tamu undangan menjerit, karena takut. Salah satu dari mereka membawa senjata tajam, Siska yang bingung hanya bisa diam di dekat meja ijab. Sementara Aji dan keluarganya sudah melarikan diri bersama Lesmana dan Winda yang melupakan Siska.


"Jangan, jangan." Pekik Siska. Namun, Elang dengan sigap membekap Siska dengan saputangan yang terdapat obat bius. Dan dengan cepat menggendong Siska, berjalan keluar dari arah samping dimana mobil sewaan mereka sudah siap.


"Bubar," titah Elang.


Mereka yang membuat keributan didalam, langsung melarikan diri. Tak ada yang menyadari Siska hilang, semua orang sibuk menyelamatkan diri masing-masing.


"Kita harus lapor, polisi ini." Kata Ibunya Aji.


"Tidak perlu, kayanya mereka juga sedang bermasalah." Sahut Lesmana, memang tahu bagaimana geng motor.


Walau mereka melapor polisi, percuma saja sebab Elang dan yang lainnya di lindungi oleh Adskhan dan Frans. Elang membelah jalanan kota Bandung bersama taxi online yang dia sewa, sedangkan yang lain, mereka mengembalikan motor milik Mamba yang mereka pinjam dan membuang plat nomornya. Sedangkan motor milik Elang sudah dibawa kembali ke rumah milik Louis.


"Kita kemana, Mas?" tanya si supir.


"Pangalengan," jawab Elang. "bapak ikuti arahan saya, jangan banyak tanya oke!" 

__ADS_1


"Siap Mas," sahutnya sedikit takut.


Menempuh kurang lebih dua jam, Elang akhirnya sampai di Villa miliknya. Villa yang dibeli, setelah menikah dengan Aiyla. 


Elang membayar ongkos taxi, lalu menggendong Siska yang belum sadarkan diri. Karena obat bius yang cukup kuat, Elang di sambut oleh Hasan penjaga villa.


"Mas." Dengan sigap, Hasan membantu sang majikan membawa seorang wanita. Elang merebahkan Sisak lalu menyelimuti tubuhnya.


"Minta Bi Tari, siapkan makan siangnya Mang. Karena saya harus balik lagi ke kota," kata Elang, kini mereka sudah berada di luar setelah memastikan Siska baik-baik saja.


"Terus kalau ada orang asing yang nanya, atau cari perempuan itu. Bilang saja tidak kenal," jelas Elang.


"Siap Mas, tenang saja pokoknya disini akan aman," jawab Hasan, di jawab anggukan oleh Elang.


"Makasih Mang, di sahabat istri saya. Tolong di jaga yah!"


Elang menepuk pundak Hasan, yang mengangguk lalu pergi meninggalkan villa tersebut menggunakan motor yang sudah disediakan disana. Elang harus pulang tepat waktu, agar Aiyla tidak curiga dia dari luar. Siska dan Aiyla akan bertemu di waktu yang tepat.


***


Sementara itu di gedung pernikahan, Lesmana baru menyadari sang anak menghilang.


"Entahlah aku tidak tahu, saking paniknya aku melupakan anak ku." 


"Kita tanya saja sama keluarga Aji, siapa tahu Siska ada sama mereka." Winda menarik tanga Lesmana, menuju ke arah keluarga Aji.


Dan menceritakan semuanya, bahwa mereka pun tidak tahu dimana Siska.


"Kita periksa CCTV, siapa tahu kita dapat petunjuk." Cetus panitia pernikahan.


Mereka pun setuju dan menuju ke ruangan CCTV, disana terlihat kekacauan yang diakibatkan oleh geng motor yang lumayan banyak. Siska pun berlari ke arah samping, dan tak terlihat lagi.


"Maaf Pak, CCTV di gedung ini hanya di dalam,  depan dan belakang. Kalau di samping tidak ada," jelas penjaga gedung.


Hening tak ada yang bicara, mereka meninggalkan ruangan tersebut. Dan berkumpul di aula, untuk pembatalan pernikahan. Keluarga Aji tak mempermasalahkan itu, tapi mereka meminta Lesmana mengganti uang yang sudah mereka keluarkan.

__ADS_1


"Tidak bisa, enak saja." Ketus Winda, yang tak terima mengganti uang pernikahan.


"Yang akan menikah Siska, jadi kalian harus meminta ganti rugi pada anak itu. Bukan pada suami saya," tutur Winda, dia mengajak Lesmana untuk pulang tanpa mempedulikan protes keluarga Aji.


"Gila, dasar wanita gila." Umpat Ibu Aji.


"Sudahlah Bu, jika Siska di temukan. Kita minta ganti sama dia," usul Aji.


"Baiklah Ibu setuju, minta ganti yang besar." Titahnya, Aji pun mengangguk saja agar sang Ibu tenang.


Kabar pernikahan penyerangan geng motor di pernikahan, langsung menjadi trending di sosial media. Banyak yang mencibir aksi Elang dan gengnya, Elang sengaja meminta bantuan seseorang untuk membuat berita tersebut.


Aiyla yang sedang santai di ruang tengah, langsung menghampiri Elang yang berada di kamar.


"Sayang," panggil Aiyla.


"Tenang Siska aman," kata Elang, sebelum Aiyla berbicara tentang Siska.


"Lalu, dia dimana? Apa dia baik-baik saja?" tanya Aiyla khawatir.


"Dia baik-baik saja, kamu jangan khawatir. Siska ada ditempat yang aman tapi, aku gak akan nemuin kamu sama Siska." Jelas Elang.


"Tapi kenapa?"


Elang hanya tersenyum, lalu mengusap pipi Aiyla tanpa menanggapi ucapan sang istri. Membuat Aiyla jadi penasaran, mengapa Elang merahasiakan keberadaan Siska. Padahal jika diberitahu, dia pun tak akan bocor.


"Kita makan diluar, sudah lama kita gak makan pecel lele. Dipinggir jalan," kekeh Elang, membuat Aiyla menghela napas sepenuh dada.


"Baiklah, ayo aku siap-siap dulu." Kata Aiyla, dijawab anggukan oleh Elang.


Bukannya Elang tak percaya Aiyla, tapi dia hanya ingin melihat orang-orang sekitar Siska seberapa peduli pada hilangnya Siska. Terutama Lesmana dan Kevin, apakah kedua lelaki tersebut akan bereaksi? Atau akan datar-datar saja? Jika biasa saja, maka Elang akan meminta Siska untuk memulai hidupnya yang baru dengan identitas yang baru.


Elang melakukan ini semua karena dia peduli, dia tak ingin jika ada yang menikah karena dijodohkan. Makanya dia membantu Siska dan mungkin sekarang, dia akan membantu Kevin bebas dari Elizabeth.


bersambung ...

__ADS_1


Semoga suka, maaf typo


Elang update malam


__ADS_2