Elang Bersama Sayap Yang Patah

Elang Bersama Sayap Yang Patah
Bab.24


__ADS_3

Yurika tersenyum menatap Elang, yang sedang menyiapkan sarapan untuk semua orang.


"Pagi, nyonya." Sapa Anisa.


"Pagi, mbak. Tolong buatkan aku teh herbal seperti biasa ya!" pinta Yurika, dijawab anggukan oleh Anisa.


"Kamu masak apa, sayang?"


"Nasi goreng seafood," jawab Elang melirik sekilas sang ibu, Yurika pun melihat masakan Elang. Yang terlihat sangat menggiurkan, lalu Yurika juga melihat dua kotak makan milik Salsa sang anak.


"Satu lagi, untuk siapa?" tanya Yurika.


"Calon istri aku." Elang tersenyum saat mengingat sebentar lagi, Aiyla akan jadi miliknya.


Yurika mengangguk dan duduk di meja makan, dia memperhatikan Elang yang sangat cekatan dalam memasak. Yurika melewatkan begitu saja bakat sang anak, entah bakat apa lagi yang Elang miliki.


Pukul tujuh pagi, Elang bersiap untuk mengantar Salsa. Karena Salsa keukeuh ingin diantar oleh Elang, Elang juga meminta Frans dan Yurika untuk pergi liburan.


"Kasih aku dan Salsa, adik lagi. Kalo bisa cowok ya!" celetuk Elang, membuat Yurika mendelik dan merona malu.


"Iya Mama, aku mau adik cowok yang baik." Seru Salsa semangat, Frans mengulum senyum karena anak-anak mendukungnya untuk memiliki anak.


Frans dan Yurika belum bulan madu setelah menikah, masalah yang menghampiri mereka membuat mereka menunda malam pertama mereka.


"Apaan sih kalian ini, Mama udah tua." Secara tidak langsung, Yurika menolak keinginan Elang dan Salas.


"Siapa bilang Mama udah tua, Mama masih muda. Masih cocok punya anak bayi." Cetus Elang, di jawab anggukan oleh Salsa.


"Sudah-sudah, ayo cepat berangkat nanti telat." Ujar Yurika, karena nggak  membahas hal intim seperti ini.


Elang pun berangkat menggunakan mobil, karena dia membawa Salsa juga akan ke kantor milik Adskhan. Sedangkan Frans, dia akan ke kantor siang karena tidak ada rapat penting hari ini.


"Anak-anak benar, kita belum bulan madu sayang." Bisik Frans.


"Apaan sih mas, kamu ini." Omel Yurika, memalingkan wajahnya.


"Sebenarnya ... Setelah kita menikah kemarin, aku sudah mempersiapkan tiket kita liburan. Namun, permasalahan yang ada membuat aku mengurungkan niat untuk membawa mu liburan." Papar Frans, menatap Yurika.


"Tapi aku ... Aku malu mas," lirih Yurika.


"Malu kenapa? Kamu punya suami, kalau hamil."

__ADS_1


"Ahh ... Atau kita akan berangkat bersama dengan Elang dan Aiyla?" usul Frans.


"Hah? Tidak usah, ya sudah kita duluan saja liburan. Lagian kasian Salsa kalo kita tinggal," putus Yurika.


"Baiklah, akan aku urus kamu tinggal terima beres nya." Ujar Frans, lalu mengajak Yurika masuk ke dalam rumah.


****


Elang dan Salsa sudah sampai di taman kanak-kanak, dimana tempat Salsa sekolah. 


"Makasih kak Elang," ucap Salsa memeluk Elang dengan erat, Elang hanya tersenyum dan mengelus rambut Salsa dengan sayang.


"Selamat belajar, kalau ada yang nakal. Lapor kakak oke!" 


"Siap." Kekeh Salsa, Salsa pun diajak masuk oleh guru dan melambaikan tangan pada Elang dan di balas pula oleh Elang.


Setelah Salsa tak terlihat lagi, Elang melajukan mobilnya menuju kantor milik Adskhan. 


Kedatangan Elang menjadi kejutan untuk Aiyla, yang sedang mengerjakan tugas dari sang ayah. Adskhan menempatkan Aiyla menjadi staf biasa terlebih dahulu, sedangkan untuk Elang nanti. Adskhan akan mengangkat Elang menjadi wakilnya, karena selama ini Adskhan telah menyelidiki Elang yang memiliki usahanya sendiri. Dan batal menjadikan Elang, memimpin perusahaan cabang.


"Kamu ... Kamu ngapain, kesini?" tanya Aiyla, saat penjaga keamanan menghubunginya bahwa orang bernama Elang ada di bawah.


Elang menyodorkan kotak bekal yang dibawa, Aiyla pun menerimanya dan tersenyum.


"Tidak repot, untuk calon istri." Elang mengedipkan sebelah matanya, membuat Aiyla merona.


Elang pun pamit pada Ayla, karena ada urusan yang harus dia selesaikan dulu. Sebelum dia bergabung dengan perusahaan Halime.


"Hati-hati," pesan Aiyla, yang dijawab anggukan oleh Elang.


***


Sementara itu Rendy, terlihat kesal karena pengiriman senjata mereka gagal karena ada yang melapor pada polisi. Klien yang memesan pun sudah marah-marah, karena batas waktu sebentar lagi habis.


"Bagaimana ini?" gumam Rendy.


"Juno." Teriaknya.


"Iya bos, ada apa?" tanya Rendy.


"Bagaimana anak-anak bisa gagal, kemarin?" 

__ADS_1


Rendy hanya ingin tahu detailnya, jika dengar dari dua orang tidak akan membuatnya puas. Alhasil dia meminta Juno untuk menjelaskannya, Juno pun memberitahu Rendy. Saat anggota Mamba tiba di lokasi, tiba-tiba ada polisi berpakaian preman. Dan mereka pun membatalkan itu semua, Rendy mengumpat mendengar penjelasan Juno.


"Lakukan rencana lain, atau undang merek ke club malam. Yang biasa kita datangi," titah Rendy.


"Siap, bos." Jawab Juno.


Rendy memejamkan mata, black angel tidak berbuat ulah. Lalu siapa yang melakukan itu?


"Tidak, tidak mungkin mereka. Mereka sedang fokus pada urusan lain."


"Apa jangan-jangan mereka. Mengirim mata-mata?" Tebak Rendy. Namun, semakin lama berpikir membuatnya jadi pusing sendiri.


"Akhhh ... Sial! Gue harus meminta bantuan, Falisha. Ya hanya dia yang bisa bantu gue," kata Rendy, dia pun berniat untuk menemui Falisha.


Kembali ke Elang, dia sudah sampai di perusahaan sang ayah. Elang di sambut oleh asisten Louis, Megan.


"Tuan Elang, Pak Louis sudah menunggu." Katanya, Elang pun mengangguk lalu masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.


"Elang, dari mana kamu? Kenapa tidak pulang, ke rumah Papa?" cerca Louis.


Elang menghembuskan napasnya dengan pelan, Elang mulai berpikir Louis terlalu mengekangnya. Berbeda dengan Yurika, jika dia tak pulang ke rumah Yurika selalu tahu Elang ada dimana.


"Bukan urusan Papa, yang penting aku ada disini." Balas Elang dengan datar.


"Baiklah, maafkan Papa nak! Kamu boleh kembali, ke ruangan mu." 


"Permisi," pamit Elang tanpa basa-basi, awalnya dia ingin memberitahu Louis tentang pesta pertunangannya dengan Aiyla. Tapi ya sudahlah, dirinya pun malas berbicara dengan sang Papa. Karena mereka tidak dekat satu sama lain.


Jam makan siang, Elang janji akan menjemput Salsa dan makan siang bersama Aiyla. 


"Kak Elang," pekik Salsa, dengan wajah berbinar.


"Hai, kakak kangen loh!"


"Aku juga, makasih ya! Udah jemput aku, tadi aku bilang sama miss buat telepon Mama. Kalau aku mau di jemput kak Elang," jelas Salsa, membuat Elang tersenyum mengelus puncak kepala Salsa.


"Ayo kita pulang, tapi kita makan siang dulu sama kak Aiyla. Gimana?"


"Boleh," jawab Salsa dengan antusias.


Sepanjang perjalanan menuju cafe dekat kantor Aiyla, Salsa banyak bercerita tentang dia di sekolah. Dengan sabara Elang pun mendengarkan sang adik. Tanpa dia sadari, sejak tadi ada mobil milik Saras mengikuti mobil Elang. 

__ADS_1


Kebetulan mobil Saras melewati dimana Salsa sekolah, dia akan melaporkan semua yang dia lihat pada Louis. Jika perlu dia juga akan merekam Elang, dan seorang anak kecil. Yang menurut Louis anak dari Yurika dan Frans.


Semoga suka, maaf typo


__ADS_2