
Evan menatap kosong ke depan, ruang persidangan sudah kosong beberapa menit yang lalu. Namun, dia masih betah menatap tempat duduk hakim yang sudah mengetuk palu. Tanda kini dirinya, sudah menjadi mantan suami Leni.
Tak ada pembagian harta gono gini, karena menurut pengacara Leni. Evan memiliki banyak hutang dan sudah di lunasi oleh anak mereka, Kevin. Harta yang dimiliki Evan adalah, rumah yang ditempati oleh Angel dan anak-anaknya kini.
Entah mengapa, kini penyesalan itu pun hadir. Dia mulai ingin menemui Leni, dan membicarakan ini semua dengan baik-baik.
Evan tatap akta cerai miliknya, sedangkan milik Leni sudah dibawa oleh pengacaranya.
***
Evita menyerahkan akta perceraiannya pada Leni, di sambut olehnya dengan tatapan nanar.
"Sekarang kamu bebas, Len." Ujar Evita, yang merupakan sahabat Leni sekaligus yang membantunya bercerai.
"Makasih ya, kamu udah bantu aku. Gak enak sebenarnya," ujar Leni, Evita menggeleng dia pun duduk di dekat sang sahabat.
"Kaya siapa aja sama siapa aja, sih lo. Biasa aja kali. Lo juga sering bantu gue pas dulu," balas Evita, mengingat kebersamaan saat masa kuliah dulu dimana Leni sering membantunya.
"Sekarang, apa rencana lo?" tanyanya kemudian.
"Pergi yang jauh, pastinya." Jawab Leni dengan yakin. "tapi, setelah Kevin menikah."
Evita mengangguk, lalu mengajak Leni keluar dari apartemen miliknya.
"Kita kemana?"
"Senang-senang, merayakan kebebasan lo dari hubungan toxic." Kekeh Evita, Leni menggeleng dan tersenyum melihat sahabatnya.
"Kangen Sasa gak, sih?" tanya Evita, kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil.
"Kangen lah, masa nggak. Kemana dia?"
"Di Jerman katanya, ikut suaminya yang bule. Lo gak tau yah? Kalo Sasa dapetin bule," cetus Evita.
"Engga, gimana gue tahu. Gue sempat berhenti kuliah." Lirih Leni.
"Oke sorry, bukan maksud gue ingetin masa lalu ke lo." Balas Evita, merasa tak enak hati.
Evita pun menceritakan bagaimana Sasa bertemu dengan suaminya, Sasa juga mengundang Leni saat pernikahannya dulu. Tapi pada saat itu, Evan kata kalo Leni tidak bisa sampai Evita dan Sasa di usir oleh Evan.
__ADS_1
"Keterlaluan sekali, Evan." Geram Leni, dulu memang Leni keluar selalu atas izin Evan.
"Sudah sekarang lupain cowok itu, dan kita menikmati masa muda lo. Yang sempat hilang," pungkas Evita, dijawab anggukan oleh Leni.
Sementara itu di kantor Adskhan, dia kedatangan sahabat lamanya.
"Bagaimana, apa dia sudah bercerai?" tanya lelaki bernama Darwin.
"Menurut info, dia sudah menjanda baru tadi pagi."
Darwin menyunggingkan senyum tipis, akhirnya penantian untuk bisa bersama dengan wanita pujaannya sudah didepan mata.
"Tapi ... Menurut ku, kamu sabar dulu. Pasti susah, karena orang yang gagal dalam rumah tangga dan cinta akan menolak orang baru." Tutur Adskhan, menatap Darwin yang mengangguk.
"Kamu tenang saja, aku ahli mengatasi wanita." Canda Darwin.
"Ya aku percaya, pecinta sejati sepertimu. Pasti bisa memulihkannya," cibir Adskhan, membuat mereka berdua tertawa bersama.
Adskhan dan Darwin adalah teman semasa SMA sampai kuliah, sebenarnya dulu Adskhan, satu kampus dengan Leni. Sayang Leni tak mengenali Adskhan, yang dulu bertubuh kurus serta rambut gondrong begitu juga dengan Darwin.
***
"Vin, bokap lo. Ada didepan," kata Daffa.
"Ngapain dia, disini?" tanya Elang.
"Mungkin dia kangen lo, Vin. Temui aja sono, siapa tahu dia mau salam perpisahan." Celetuk Daffa, membuat Kevin mendelik.
"Ya udah gue ke depan dulu," pamit Kevin, dia akan memberikan hasil penjualan rumah, perusahaan yang mereka miliki setelah hutang-hutang Evan ke bank lunas. Hanya saja, Kevin tidak tahu jika Evan punya hutang lewat pinjaman online.
"Kevin," gumam Evan, menyambut sang anak. Evan ingin memeluk anak lelakinya, yang tak pernah diharapkan. Namun, Kevin mengangkat tangannya agar Evan tidak mendekat.
"Jangan mendekat, Pa." Kevin memberikan amplop pada Evan.
"Apa ini?" tanya Evan setelah menerimanya.
"Uang hasil penjualan rumah dan perusahaan," jujur Kevin.
"Aku juga sudah melunasi, semua hutang Papa di bank." Lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Kevin Papa ..." Evan tak mampu meneruskan kata-katanya, dia menatap Kevin dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Ingin rasanya dia memeluk, menyalurkan rasa rindu pada anak lelakinya.
"Papa sudah resmi bercerai, dari Ibu 'kan? Maka jauhi aku dan Ibu, kami akan hidup bahagia tanpa Papa. Silahkan Papa kembali ke istri dan anak-anak Papa." Papar Kevin, membuat Evan menggeleng.
"Kamu juga anak, Papa."
Kevin tersenyum miring, menatap Evan. "Kenapa? Kenapa, Papa baru sekarang mengakui aku? Padahal, dari dulu kita hidup bersama."
"Sudahlah, Pa. Mulai hidup baru Papa," ucap Kevin, lalu meninggalkan Evan yang terduduk lemas di kursi tunggu yang ada di lobby.
"Kevin, Leni. Kembalilah, aku mohon." Isaknya dengan lirih, menyesal pun percuma kini dia hanya bisa menyesal dan menyesal meratapi semuanya.
Di Dalam lift Kevin menghembuskan nafasnya dengan pelan, dia memberitahu sang Ibu. Bahwa semuanya sudah beres, berkat bantuan Elang dan Adskhan semua hutang-hutang Evan lunas. Juga seluruh karyawan tidak jadi mengalami PHK secara massal.
***
Keenan menatap tajam Eliza, yang menangis di depannya. Tadi pagi, dia mendapatkan kiriman video juga foto yang menjijikan.
"Jadi benar, itu kamu Eliza?"
"Pa … itu bukan aku, percayalah." Eliza masih berusaha meyakinkan sang Ayah.
"Lalu siapa yang berani-beraninya, melakukan itu padamu, hah?" bentaknya.
"Aku .. aku gak tau, Pa. Mungkin, itu orang yang sirik sama kau." Jelas Eliza, dia berusaha berbohong agar selamat dari amukan Keenan. Bahkan dia menunduk, agar tak bertatapan dengan maya ayahnya tersebut.
"Pa, tapi aku mohon, jangan batalkan pernikahan itu. Aku mencintai Kevin!" ucap Eliza dengan tegas.
"Baik, Papa akan menikahkan kamu dengan Kevin. Tapi dengan syarat, kamu keluar dari rumah ini. Ikut kemanapun Kevin pergi, dan jangan membawa semua fasilitas dari Papa."
"Pa tapi aku …"
"Terima atau tidak? Jangan sampai kamu hamil anak orang, sementara suami tidak ada!"
Eliza memikirkan semua ucapan Keenan, dia tidak mau hidup miskin. Bahkan hidup di tempat yang kumuh, jauh dari kata bersih bahkan nyaman seperti sekarang ini. Memikirkannya, membuat Eliza menggeleng pelan.
bersambung ...
Maaf typo
__ADS_1
Adakah yg kangen sama Elang dan Aiyla? 😅